JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menyiapkan langkah antisipasi dini dengan menyiagakan sebanyak tiga puluh dua unit armada kapal di jalur penyeberangan Ketapang menuju Gilimanuk.
Kesiapan infrastruktur transportasi laut ini dilakukan guna menghadapi lonjakan jumlah penumpang serta kendaraan yang diprediksi akan meningkat tajam pada masa angkutan Lebaran dua ribu dua puluh enam nanti. Penyiapan puluhan kapal feri tersebut bertujuan untuk memastikan kelancaran arus logistik maupun mobilisasi masyarakat yang hendak menyeberang dari Pulau Jawa menuju Pulau Bali ataupun sebaliknya dengan aman.
Manajemen ASDP menegaskan bahwa seluruh armada yang disiagakan telah melalui serangkaian uji petik serta pemeriksaan kelaikan laut guna menjamin standar keselamatan pelayaran yang paling optimal bagi konsumen. Dengan ketersediaan jumlah kapal yang memadai, diharapkan waktu tunggu di pelabuhan dapat diminimalisir sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berkepanjangan pada titik-titik krusial di area pelabuhan penyeberangan tersebut.
Langkah strategis ini juga mencakup koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan terkait di sektor perhubungan darat maupun laut demi menciptakan ekosistem perjalanan yang terintegrasi dengan sangat baik sekali. ASDP berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima melalui kesiapan sarana dan prasarana penunjang di area pelabuhan agar masyarakat merasa nyaman selama menunggu jadwal keberangkatan kapal menuju destinasi tujuan mereka.
Pada Rabu 11 Februari 2026 lalu, pihak otoritas pelabuhan menyatakan bahwa skema pengaturan jadwal operasional kapal akan disesuaikan dengan dinamika kepadatan penumpang yang terpantau secara langsung di lapangan nanti. Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan mereka jauh-jauh hari dan melakukan pemesanan tiket secara daring melalui aplikasi resmi guna menghindari antrean fisik yang melelahkan di loket pelabuhan.
Optimalisasi Kapasitas Angkut dan Frekuensi Pelayaran di Selat Bali Selama Musim Mudik
Peningkatan jumlah kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang Gilimanuk ini diharapkan mampu menjawab tantangan lonjakan trafik yang biasanya terjadi pada H-7 hingga H+7 hari raya Idulfitri mendatang. Selain menyiagakan kapal dalam jumlah besar, ASDP juga melakukan perbaikan pada fasilitas dermaga agar proses bongkar muat kendaraan dapat berjalan lebih cepat dan efektif dibandingkan tahun sebelumnya.
Kecepatan layanan di area terminal penumpang juga menjadi fokus utama perbaikan agar para pemudik yang menggunakan transportasi umum merasa terlayani dengan standar keamanan yang sangat tinggi dan profesional. Tim teknis pelabuhan disiagakan selama dua puluh empat jam penuh untuk memantau kondisi operasional kapal sehingga jika terjadi kendala teknis dapat segera diatasi tanpa mengganggu jadwal pelayaran utama.
Sinergi antara operator kapal dengan pihak kepolisian dan dinas perhubungan setempat akan diperkuat untuk mengatur arus lalu lintas menuju gerbang pelabuhan agar tidak menimbulkan kemacetan di jalan raya nasional. Pengaturan zona parkir siap muat di dalam area pelabuhan juga telah diperluas untuk menampung volume kendaraan pribadi maupun truk logistik yang membawa kebutuhan pokok masyarakat selama lebaran.
Penerapan Sistem Reservasi Tiket Daring Secara Mandiri Guna Meminimalisir Antrean di Pelabuhan
Salah satu kunci kelancaran arus mudik tahun ini adalah kewajiban bagi para calon penumpang untuk memiliki tiket yang dipesan melalui sistem digital sebelum tiba di area pelabuhan Ketapang. Transformasi digital ini sengaja dilakukan untuk memberikan kepastian jadwal keberangkatan serta memudahkan manajemen pelabuhan dalam memprediksi beban puncak arus penumpang setiap harinya secara lebih akurat dan transparan bagi publik.
ASDP mengingatkan bahwa pembelian tiket di lokasi pelabuhan atau go show sudah tidak dilayani lagi demi menjaga ketertiban dan kelancaran alur masuk kendaraan menuju atas geladak kapal feri. Masyarakat dapat memanfaatkan fitur pembayaran nontunai yang sudah bekerja sama dengan berbagai lembaga perbankan nasional untuk mempercepat proses administrasi tiket tanpa perlu menggunakan uang tunai yang berisiko bagi keamanan.
Sosialisasi mengenai tata cara pemesanan tiket daring ini terus digencarkan melalui berbagai media sosial maupun papan pengumuman di titik-titik strategis menuju pelabuhan agar informasi sampai kepada masyarakat luas. Dengan sistem yang terintegrasi, setiap data penumpang dan kendaraan akan tercatat dengan baik dalam manifest pelayaran sebagai syarat mutlak pemenuhan aspek keselamatan serta perlindungan asuransi bagi seluruh pengguna jasa.
Kesiagaan Fasilitas Umum dan Posko Kesehatan Bagi Penumpang di Terminal Penyeberangan
Selain aspek teknis pelayaran, ASDP juga memperhatikan kenyamanan penumpang selama berada di area pelabuhan dengan menyediakan berbagai fasilitas umum yang bersih, nyaman, serta sangat mudah diakses oleh warga. Posko kesehatan yang dilengkapi dengan tenaga medis serta ambulans disiagakan untuk memberikan pertolongan pertama bagi pemudik yang mengalami gangguan kesehatan atau kelelahan selama menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman.
Area ruang tunggu penumpang juga dilengkapi dengan fasilitas pendingin ruangan, ruang laktasi bagi ibu menyusui, serta area bermain anak guna mengurangi tingkat kejenuhan selama masa tunggu penyeberangan kapal. Kebersihan fasilitas sanitasi seperti toilet umum di lingkungan pelabuhan juga ditingkatkan jumlahnya serta intensitas pembersihannya agar tetap higienis meskipun digunakan oleh ribuan orang setiap harinya secara bergantian terus menerus.
Petugas pelayanan pelanggan juga disebar di berbagai titik untuk memberikan bantuan informasi serta pendampingan bagi lansia maupun penyandang disabilitas yang memerlukan perhatian khusus selama berada di pelabuhan Ketapang. Pendekatan yang humanis ini diharapkan mampu menciptakan suasana mudik yang ceria serta penuh makna bagi seluruh lapisan masyarakat yang ingin merayakan hari kemenangan bersama keluarga tercinta.
Sinergitas Antar Lembaga Demi Menjamin Keamanan dan Ketertiban di Lintasan Penyeberangan
Keberhasilan angkutan Lebaran dua ribu dua puluh enam di lintasan Ketapang Gilimanuk sangat bergantung pada kolaborasi solid antara ASDP, otoritas pelabuhan, TNI, Polri, serta Badan SAR Nasional di lapangan. Patroli keamanan di atas kapal maupun di area daratan pelabuhan akan diperketat guna mengantisipasi segala bentuk tindakan kriminalitas maupun gangguan ketertiban umum yang dapat meresahkan para calon pemudik.
Selain itu, pemantauan cuaca secara berkala oleh BMKG juga menjadi rujukan utama dalam menentukan ijin berlayar bagi setiap kapal guna menghindari risiko kecelakaan laut akibat faktor cuaca buruk. Komunikasi yang lancar antara nakhoda kapal dengan petugas menara pengawas pelabuhan sangat krusial dalam mengatur ritme keberangkatan dan kedatangan kapal agar tetap sinkron serta aman bagi semua pihak yang terlibat.
Pemerintah berharap dengan persiapan matang yang dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry ini, masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik dengan rasa tenang tanpa khawatir akan kendala transportasi. Dedikasi tinggi dari seluruh petugas di lapangan diharapkan mampu membawa kesuksesan dalam penyelenggaraan angkutan lebaran tahun ini sebagai wujud pengabdian BUMN bagi kesejahteraan rakyat Indonesia secara merata.