BMKG

BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Rob Pesisir Indonesia Periode 12–24 Februari 2026

BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Rob Pesisir Indonesia Periode 12–24 Februari 2026
BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Rob Pesisir Indonesia Periode 12–24 Februari 2026

JAKARTA - Peningkatan kewaspadaan terhadap kondisi pesisir kembali disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. 

Menjelang pertengahan Februari 2026, masyarakat yang tinggal di wilayah pantai diminta mencermati potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan terjadi di sejumlah daerah Indonesia. Fenomena ini berpeluang memengaruhi aktivitas harian, terutama di kawasan pesisir padat penduduk dan area pelabuhan.

BMKG melalui Direktorat Meteorologi Maritim merilis informasi potensi banjir rob yang diperkirakan berlangsung pada 12 hingga 24 Februari 2026. Risiko ini muncul seiring adanya faktor astronomis yang dapat meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum di beberapa wilayah pesisir Indonesia.

Peringatan ini menjadi bagian dari langkah antisipasi dini agar masyarakat dan pemangku kepentingan dapat melakukan persiapan yang diperlukan. Dengan memahami waktu dan wilayah terdampak, potensi kerugian akibat genangan air laut diharapkan dapat diminimalkan.

Fase Bulan Baru Picu Kenaikan Muka Air Laut

BMKG menjelaskan bahwa salah satu pemicu utama potensi banjir rob kali ini adalah fase bulan baru yang diperkirakan terjadi pada 17 Februari 2026. Secara astronomis, fase ini menyebabkan gaya tarik gravitasi bulan dan matahari berada dalam konfigurasi yang memperkuat pasang maksimum air laut.

Ketika gaya tarik tersebut saling menguatkan, permukaan air laut cenderung mengalami kenaikan yang lebih tinggi dibandingkan kondisi normal. Situasi ini menjadi lebih berisiko apabila bertepatan dengan karakteristik pasang surut lokal di wilayah tertentu.

BMKG menekankan bahwa faktor meteorologis juga turut berperan. Kombinasi antara kondisi pasang maksimum, gelombang laut, dan cuaca tertentu dapat meningkatkan potensi rob secara signifikan di wilayah pesisir.

Dampak Rob Terhadap Aktivitas Masyarakat Pesisir

BMKG menyebutkan, banjir pesisir berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat. Wilayah pelabuhan menjadi salah satu area yang paling rentan terdampak karena kenaikan air laut dapat menghambat proses bongkar muat barang.

Selain itu, genangan air laut juga berpotensi merendam permukiman warga yang berada di dataran rendah pesisir. Kondisi ini dapat menimbulkan kerusakan infrastruktur, mengganggu mobilitas, serta meningkatkan risiko kesehatan lingkungan.

Sektor perikanan dan tambak garam turut berpotensi terdampak. Kenaikan muka air laut dapat mengganggu tambak perikanan darat, merusak hasil panen, dan menghambat aktivitas nelayan, khususnya yang menggunakan transportasi laut skala kecil.

Pemetaan Wilayah Sumatera Berpotensi Rob

BMKG telah memetakan sejumlah wilayah di Indonesia yang berpotensi mengalami banjir rob dengan periode waktu yang berbeda-beda. Di wilayah Sumatera, beberapa provinsi pesisir masuk dalam kategori waspada selama pertengahan Februari 2026.

Potensi rob diprakirakan terjadi di pesisir Sumatera Utara pada 18 hingga 22 Februari. Sementara itu, wilayah Riau berpotensi terdampak pada 17 hingga 20 Februari, dan Kepulauan Riau pada 12 hingga 16 Februari.

Untuk pesisir Sumatera Barat, BMKG memprakirakan potensi rob berlangsung pada 15 hingga 19 Februari. Masyarakat di wilayah tersebut diimbau untuk memantau kondisi pasang surut air laut dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.

Potensi Rob di Jawa dan Bali

Wilayah Jawa dan Bali juga masuk dalam daftar daerah yang berpotensi mengalami banjir pesisir. BMKG memprakirakan potensi rob di pesisir Banten pada 13 hingga 16 Februari, serta kembali berpeluang terjadi pada 21 hingga 24 Februari di wilayah Pandeglang.

Pesisir Jakarta diperkirakan terdampak pada 12 hingga 16 Februari. Sementara itu, wilayah Jawa Barat juga memiliki potensi rob pada periode yang sama, sehingga masyarakat pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan.

Di Jawa Tengah, potensi banjir rob diprakirakan berlangsung cukup panjang, yakni antara 12 hingga 19 Februari. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus, mengingat sejumlah kawasan pesisir di wilayah tersebut rawan genangan air laut.

Jawa Timur dan Wilayah Lain Diminta Waspada

Untuk wilayah Jawa Timur, BMKG memprakirakan potensi rob terjadi pada 13 hingga 20 Februari 2026. Secara khusus, wilayah Banyuwangi diperkirakan mengalami potensi rob pada periode 19 hingga 23 Februari.

BMKG mengimbau masyarakat di daerah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang beraktivitas di kawasan pesisir. Langkah antisipatif seperti mengamankan barang berharga dan memperhatikan jadwal pasang surut air laut dinilai penting.

Selain masyarakat, BMKG juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan langkah mitigasi. Koordinasi lintas sektor diperlukan guna meminimalkan dampak banjir rob terhadap aktivitas ekonomi dan keselamatan warga.

Dengan memahami potensi dan periode terjadinya banjir rob, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi kondisi pesisir yang dinamis. BMKG menegaskan pentingnya memantau informasi cuaca dan maritim secara berkala agar risiko dapat diantisipasi sejak dini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index