JAKARTA - PT Asri Karya Lestari Tbk. (ASLI), perusahaan yang bergerak di sektor konstruksi, tengah mempersiapkan langkah besar dalam dunia infrastruktur setelah PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM) masuk sebagai pemegang saham pengendali baru.
Perubahan struktur kepemilikan ini membawa angin segar bagi perseroan, yang kini memiliki visi yang lebih jelas untuk mengembangkan sejumlah proyek infrastruktur strategis di tingkat nasional.
Direktur Asri Karya Lestari, Yudra Saputra, menjelaskan bahwa bersama dengan WKM, perusahaan telah merancang rencana bisnis yang difokuskan untuk memperkuat kompetensi inti di sektor konstruksi, khususnya pada proyek-proyek infrastruktur yang bernilai tinggi dan berkelanjutan.
“Dengan fokus pada penguatan kompetensi inti di sektor konstruksi infrastruktur strategis seperti jalan, jembatan, bandara, dan fasilitas logistik nasional,” ujar Yudra.
Melalui rencana bisnis yang matang, ASLI kini bertekad untuk meraih proyek-proyek berskala besar, yang diharapkan dapat memperkokoh posisi mereka di pasar konstruksi Indonesia.
Fokus pada Proyek Infrastruktur Strategis dengan Nilai Kontrak Jumbo
Setelah mendapatkan pemegang saham pengendali baru, ASLI kini lebih optimistis dalam membidik sejumlah proyek infrastruktur dengan potensi nilai kontrak yang sangat besar.
Salah satu proyek besar yang saat ini tengah dikejar oleh ASLI adalah revitalisasi runway dan area x di Bandara Sentani serta Bandara Ngurah Rai.
Proyek ini diperkirakan bernilai sekitar Rp300 miliar dan diharapkan dapat memberikan pendapatan berulang (recurring income) bagi perusahaan, yang akan membantu mempertahankan kestabilan keuangan di masa mendatang.
Selain itu, perusahaan juga berencana untuk memperluas portofolio proyeknya ke sektor-sektor lain yang berhubungan dengan pembangunan infrastruktur strategis di Indonesia.
Dalam jangka pendek pada periode 2025–2026, ASLI akan lebih fokus mengikuti tender dan memenangkan proyek-proyek revitalisasi yang memiliki nilai kontrak besar, dengan harapan dapat mempertahankan momentum pertumbuhan yang positif.
Ekspansi Bisnis Logistik Nasional Jadi Fokus Jangka Menengah
Tidak hanya berhenti pada sektor konstruksi, ASLI juga tengah mengembangkan strategi ekspansi untuk lini bisnis logistik nasional. Dengan dorongan dari WKM, yang telah menjadi pemegang saham pengendali, ASLI berencana untuk membangun fasilitas logistik berskala nasional.
Proyek ini akan menggunakan skema kerja sama operasi (KSO) dengan BUMN Karya, dengan nilai proyek yang diperkirakan mencapai sekitar Rp5 triliun pada periode 2026–2028.
Langkah ekspansi ini menunjukkan bahwa ASLI ingin memperluas bidang usahanya untuk mencakup sektor-sektor penting lainnya dalam pengembangan infrastruktur Indonesia, seperti logistik yang menjadi semakin vital di era pembangunan nasional yang masif. Melalui pengembangan lini bisnis logistik ini, ASLI berharap dapat meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi mereka di pasar yang terus berkembang.
Penguatan Kapasitas Produksi untuk Mendukung Proyek Besar
Untuk mendukung ambisi besar perusahaan dalam menggarap proyek-proyek infrastruktur besar, ASLI juga mempersiapkan penguatan kapasitas alat produksinya.
Dana sebesar Rp330 miliar akan dialokasikan pada periode 2025–2027 untuk pengadaan berbagai alat berat seperti Asphalt Mixing Plant (AMP), Asphalt Finisher, dan Batching Plant yang merek SANY. Pengadaan alat-alat ini akan bersumber dari kombinasi kas internal perusahaan dan pinjaman perbankan.
Yudra Saputra mengungkapkan bahwa seluruh rencana dan strategi bisnis ini sangatlah feasible karena didukung oleh pipeline proyek pemerintah dan BUMN yang berkelanjutan.
Selain itu, penerapan skema pendanaan berbasis proyek menjadi salah satu kunci untuk memastikan bahwa setiap proyek yang dikerjakan dapat berlangsung sesuai dengan rencana dan memberikan hasil yang maksimal.
Dengan adanya penguatan kapasitas alat produksi ini, ASLI siap untuk menangani proyek-proyek besar dengan lebih efisien dan efektif, serta dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan konstruksi besar lainnya.