JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Gerakan ini harus dijalankan secara menyeluruh oleh seluruh jajaran pemerintah, baik pusat maupun daerah. Instruksi tersebut diberikan agar lingkungan pemerintahan menjadi contoh nyata bagi masyarakat dalam hal kebersihan dan ketertiban.
Teddy menjelaskan, Presiden meminta kepala daerah memimpin langsung gerakan kebersihan di wilayah masing-masing. “Iya, tapi sebelumnya kami biasa bersih-bersih juga.
Pak Presiden kemarin sudah menyampaikan di depan forum, Anda hadir semua, kita mulai Gerakan ASRI,” ujarnya. Arahan ini menjadi sinyal penting agar seluruh pemimpin daerah mengambil peran aktif dalam membangun budaya bersih sejak dini.
Selain kepala daerah, sekolah juga dilibatkan sebagai bagian dari pembentukan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda. “Kepala daerah dari gubernur, wakil gubernur, bupati, wali kota, semuanya ayo bersih-bersih.
Anda kepala daerah, ada sekolah SMA, SD, SMP; SMA di bawah provinsi, SD dan SMP di bawah bupati atau wali kota. Bersihkan, ajak sama-sama,” jelas Teddy. Dengan demikian, Gerakan ASRI tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga pendidikan sosial bagi siswa.
Presiden juga meminta agar seluruh elemen negara memberikan contoh nyata ketika pemerintah daerah mengalami kendala. TNI, Polri, BUMN, para menteri, hingga kementerian dan lembaga diminta tampil di depan sebagai teladan.
Hal ini diharapkan mendorong semangat partisipasi aktif dari masyarakat dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan.
Teddy menambahkan bahwa langkah-langkah tersebut bukan hal baru, melainkan penguatan dari kegiatan bersih-bersih yang sebelumnya telah dilakukan.
“Kemudian beliau menyampaikan kalau tidak bisa, TNI-Polri, BUMN kasih contoh, menteri-menteri kasih contoh, kementerian kasih contoh. Dan itu sudah biasa dilakukan,” kata Teddy. Dengan kepemimpinan teladan, budaya bersih dapat diterapkan lebih efektif di seluruh lapisan masyarakat.
Peran Kepala Daerah dalam Gerakan ASRI
Setiap kepala daerah diminta memimpin gerakan kebersihan sesuai wilayahnya. Arahan ini mencakup semua jenjang pemerintahan daerah mulai dari gubernur hingga wali kota. Dengan kepemimpinan aktif, diharapkan kegiatan bersih-bersih berjalan tertib, terorganisir, dan berdampak luas bagi lingkungan sekitar.
Sekolah juga menjadi fokus utama karena berperan dalam membentuk kebiasaan bersih sejak usia dini.
Siswa diajarkan pentingnya menjaga lingkungan melalui kegiatan nyata seperti membersihkan kelas, halaman sekolah, dan fasilitas umum. Kegiatan ini sekaligus membangun kesadaran kolektif yang berkelanjutan untuk generasi mendatang.
Pemimpin daerah tidak hanya bertugas memimpin, tetapi juga memastikan seluruh warga dan institusi ikut serta. Sinergi antara kepala daerah, aparat pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan Gerakan ASRI. Partisipasi aktif ini akan menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, dan rapi di seluruh wilayah Indonesia.
Pelibatan BUMN dan Lembaga Negara
Presiden Prabowo menginstruksikan agar BUMN, TNI, Polri, dan kementerian memberikan contoh nyata bila pemerintah daerah kesulitan.
Kehadiran mereka sebagai teladan diharapkan memotivasi masyarakat untuk ikut berpartisipasi. Dengan keterlibatan semua elemen negara, budaya bersih dapat terinternalisasi lebih cepat dan menyeluruh.
Teddy menegaskan bahwa langkah ini sudah biasa dilakukan dalam berbagai kegiatan rutin pemerintah. “Dan itu sudah biasa dilakukan,” katanya. Penguatan peran institusi pusat ini memberikan dorongan moral sekaligus praktis agar Gerakan ASRI berjalan lebih efektif.
BUMN, misalnya, dapat memimpin kegiatan bersih-bersih di fasilitas umum atau lingkungan perusahaan. Keterlibatan mereka menjadi simbol tanggung jawab sosial dan mendorong sektor swasta lainnya untuk meniru inisiatif serupa. Hal ini diharapkan menumbuhkan budaya kebersihan yang konsisten di semua lapisan masyarakat.
Sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah
Gerakan ASRI menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan sinergi yang baik, program ini dapat berjalan lebih terstruktur dan memiliki dampak luas. Kegiatan bersih-bersih tidak hanya menjadi rutinitas simbolis, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.
Koordinasi ini mencakup perencanaan, pengawasan, dan pelaksanaan kegiatan bersih-bersih di seluruh wilayah. Kepala daerah bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan setiap kegiatan efektif dan tepat sasaran. Dengan demikian, Gerakan ASRI dapat menjadi contoh nyata keberhasilan kolaborasi lintas instansi pemerintah.
Masyarakat pun diharapkan berpartisipasi aktif sesuai arahan kepala daerah. Keterlibatan warga akan memperkuat dampak positif kegiatan, menciptakan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah. Budaya gotong royong menjadi bagian penting dalam implementasi Gerakan ASRI.
Dampak Positif bagi Lingkungan dan Masyarakat
Gerakan ASRI diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Aktivitas bersih-bersih rutin akan mengurangi sampah dan memperbaiki estetika ruang publik. Lingkungan yang bersih juga mendorong kesehatan masyarakat dan kenyamanan dalam aktivitas sehari-hari.
Pendidikan melalui sekolah menjadi bagian integral dari dampak jangka panjang Gerakan ASRI. Anak-anak belajar disiplin dan tanggung jawab sejak dini, sehingga budaya bersih akan melekat seumur hidup. Kegiatan ini juga membangun kebiasaan positif yang dapat ditiru oleh komunitas lain di wilayah sekitar.
Selain aspek pendidikan, peran institusi pemerintah dan BUMN memastikan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu.
Contoh nyata dari pejabat dan institusi mendorong partisipasi aktif masyarakat. Hasilnya, lingkungan menjadi lebih tertata, rapi, dan mendukung kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.
Komitmen Berkelanjutan Gerakan ASRI
Gerakan ASRI tidak berhenti sebagai kegiatan sekali waktu, tetapi menjadi komitmen berkelanjutan pemerintah. Setiap kepala daerah, instansi pusat, dan masyarakat diharapkan menjalankan peran masing-masing secara konsisten.
Dengan kepemimpinan teladan dan partisipasi aktif, budaya bersih akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, BUMN, dan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Gerakan ASRI menjadi wujud nyata komitmen pemerintah menciptakan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah bagi seluruh rakyat Indonesia.