JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui inovasi digital.
Melalui platform LinkUMKM, BRI melaporkan telah berhasil menjangkau sebanyak 14,8 juta pengusaha di seluruh Indonesia hingga awal tahun ini. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam upaya bank pelat merah tersebut untuk melakukan pemberdayaan secara masif dan terstruktur guna mendorong kelas pengusaha lokal menuju level yang lebih tinggi.
Pada Selasa, 27 Januari 2026, manajemen BRI menekankan bahwa LinkUMKM bukan sekadar platform digital biasa, melainkan sebuah ekosistem pemberdayaan terintegrasi. Platform ini dirancang untuk memfasilitasi para pelaku usaha dalam meningkatkan kapasitas diri melalui berbagai fitur edukasi, pelatihan, hingga akses pasar yang lebih luas. Dengan jangkauan yang mencapai jutaan pengguna, BRI optimis dapat menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.
Strategi Penguatan Usaha melalui Platform Digital
BRI menerapkan pendekatan yang komprehensif dalam mengelola platform LinkUMKM agar memberikan nilai tambah yang optimal bagi para anggotanya. Berikut adalah pilar utama dalam penguatan usaha tersebut:
Peningkatan Kapasitas (Up-Skilling): Menyediakan modul pelatihan daring mengenai manajemen keuangan, pemasaran digital, hingga standar kualitas produk.
Self-Assessment scoring: Fitur yang memungkinkan pengusaha menilai tingkat kematangan usaha mereka dan mendapatkan rekomendasi perbaikan yang spesifik.
Perluasan Jaringan: Membuka peluang kolaborasi antar pelaku UMKM serta menghubungkan mereka dengan ekosistem bisnis yang lebih besar.
Dampak Nyata bagi Transformasi Ekonomi Lokal
Kehadiran LinkUMKM pada Selasa, 27 Januari 2026, telah membantu jutaan pengusaha dalam melakukan transisi dari model bisnis konvensional menuju digital. Transformasi ini sangat krusial agar UMKM nasional tetap memiliki daya saing yang kuat di tengah gempuran produk global dan perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin beralih ke transaksi daring. Dengan data yang akurat dari jutaan pengguna, BRI juga dapat memetakan kebutuhan spesifik setiap sektor usaha guna memberikan penyaluran kredit yang lebih tepat sasaran dan efisien.
Penguatan UMKM melalui jalur digital ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak utama dalam pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif. BRI percaya bahwa dengan memberikan pendampingan yang konsisten, para pelaku usaha mikro dapat naik kelas menjadi pengusaha kecil, bahkan menengah, yang mampu membuka lapangan kerja baru bagi lingkungan sekitarnya. Dukungan teknologi ini juga meminimalisir hambatan geografis bagi pengusaha di daerah terpencil untuk mendapatkan informasi dan kesempatan yang sama dengan pengusaha di kota besar.
Visi Keberlanjutan dan Digitalisasi UMKM Masa Depan
Ke depan, BRI berencana untuk terus menyempurnakan fitur-fitur di dalam LinkUMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi terkini seperti kecerdasan buatan untuk analisis pasar. Penambahan jumlah pengusaha yang tergabung dalam platform ini ditargetkan terus tumbuh seiring dengan gencarnya edukasi literasi digital yang dilakukan oleh para mantri BRI di lapangan.
"Pemberdayaan UMKM adalah DNA dari BRI. LinkUMKM adalah jembatan bagi jutaan pengusaha untuk meraih masa depan yang lebih cerah melalui kekuatan digitalisasi."
Melalui sinergi antara layanan perbankan konvensional dan inovasi teknologi, BRI berkomitmen untuk tetap menjadi mitra utama bagi UMKM dalam menapaki tangga kesuksesan. Dengan basis data 14,8 juta pengusaha, potensi kolaborasi dan pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan sangatlah besar, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan ekosistem UMKM digital terkuat di kawasan Asia.