Manchester United

PSG Rayu Luis Enrique Bertahan, Harapan Manchester United Terancam Sirna

PSG Rayu Luis Enrique Bertahan, Harapan Manchester United Terancam Sirna
PSG Rayu Luis Enrique Bertahan, Harapan Manchester United Terancam Sirna

JAKARTA - Ambisi Manchester United untuk memboyong nahkoda kelas dunia ke Old Trafford kembali menemui jalan buntu yang terjal. Raksasa Premier League tersebut tampaknya harus segera mencari alternatif lain setelah kabar terbaru dari Paris menunjukkan bahwa pintu bagi Luis Enrique telah tertutup rapat. Paris Saint-Germain (PSG) dilaporkan tengah melancarkan strategi diplomasi tingkat tinggi untuk memagari pelatih asal Spanyol tersebut dari godaan klub-klub besar Eropa lainnya, termasuk Setan Merah yang kini sedang dalam masa transisi manajerial.

Keputusan PSG untuk mempertahankan Enrique bukan tanpa alasan yang kuat. Di bawah asuhannya, klub ibu kota Prancis tersebut tidak hanya meraih trofi, tetapi juga menemukan identitas permainan yang stabil dan disiplin. Hal ini menjadi pukulan telak bagi manajemen United yang awalnya memproyeksikan Enrique sebagai sosok ideal untuk mengembalikan kejayaan klub di masa depan pasca-era kepelatihan sebelumnya.

Kegagalan Manchester United Mendapatkan Tanda Tangan Luis Enrique

Perburuan manajer baru di kubu Setan Merah kini menghadapi realitas pahit. Manchester United tampak harus gigit jari usai pelatih asal Spanyol, Luis Enrique, bakal memperpanjang kontrak bersama Paris Saint-Germain. Usaha Manchester United untuk mendapatkan pelatih PSG, Luis Enrique tampak akan menemui kegagalan. Pasalnya, setelah akan berpisah pada musim panas 2027, Luis Enrique dikabarkan menambah masa baktinya bersama PSG.

Enrique belakangan ini masuk dalam daftar kandidat pelatih Manchester United bersama beberapa nama potensial, seperti Mauricio Pochettino dan Thomas Tuchel. Isu ini muncul usai Manchester United memecat pelatih asal Portugal, Ruben Amorim, beberapa waktu lalu. Kini, Setan Merah untuk sementara ditangani oleh pelatih interim, Michael Carrick hingga akhir musim 2025-2026. Dengan komitmen baru Enrique di Paris, United terpaksa harus mengevaluasi kembali daftar incaran mereka jika ingin segera mendapatkan kepastian manajer permanen.

Upaya PSG dalam Menjaga Stabilitas dan Kesuksesan Jangka Panjang

Keinginan kuat PSG untuk mempertahankan Enrique berakar pada visi klub untuk membangun dinasti yang berkelanjutan di Eropa. Seperti dilansir dari Goal, PSG tampak tak mau kehilangan Enrique dan berusaha kembali merayu eks pelatih timnas Spanyol itu. Les Parisiens berusaha mempertahankan sistem yang sudah dibangun oleh Enrique dan ingin mempertahankan kesuksesan tim dalam jangka lebih panjang.

Prestasi Enrique di Parc des Princes sejauh ini memang sangat memukau dan sulit untuk diabaikan. Enrique mampu membawa PSG meraih enam trofi pada 2025 yang salah satunya adalah Liga Champions. Prestasi gemilang ini membuat pelatih yang memulai karier di Barcelona B tersebut disebut sebagai salah satu arsitek terbaik di dunia. Keberhasilan menjuarai kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut menjadi bukti sahih bahwa sistem yang ia terapkan telah membuahkan hasil yang diidam-idamkan oleh pemilik klub selama bertahun-tahun.

Disiplin Skuad Bintang dan Kendali Strategis Luis Enrique

Salah satu kualitas langka yang dimiliki Enrique adalah kemampuannya menjinakkan ruang ganti yang dipenuhi pemain-pemain dengan ego besar. Saat berkiprah di PSG, Enrique tak hanya mengurusi taktik, melainkan mampu membuat timnya yang penuh bintang tampil disiplin. Kedisiplinan ini terlihat nyata dalam momen-momen krusial, seperti saat final Piala Interkontinental FIFA 2025 antara PSG vs Flamengo di Stadion Ahmad bin Ali di Al Rayyan pada 17 Desember 2025 lalu.

Selain aspek manajerial di lapangan, kemampuannya mengurusi rekrutmen pemain juga menjadi keuntungan lain yang didapat oleh PSG. Enrique memiliki insting yang tajam dalam mengidentifikasi bakat-bakat muda yang sesuai dengan pola permainannya. Salah satunya ketika PSG mampu merekrut calon bintang muda, Dro Fernandez dari Barcelona pada bursa transfer Januari 2025. Kemampuan multifungsi ini menjadikannya sosok yang tak tergantikan bagi manajemen PSG saat ini.

Peran Vital Luis Campos dalam Negosiasi Kontrak Baru

Keberhasilan PSG merayu Enrique untuk bertahan juga melibatkan peran aktor di balik layar yang sangat berpengaruh dalam kebijakan transfer klub. Luis Campos disebut-sebut sebagai sosok penentu kontrak baru Enrique di PSG. Sinergi antara Campos sebagai direktur olahraga dan Enrique sebagai pelatih kepala telah menciptakan harmoni yang selama ini jarang ditemukan di klub sebesar PSG.

Bagi Manchester United, kegagalan menggoda Enrique keluar dari Paris merupakan sinyal bahwa mereka harus memiliki daya tawar yang lebih kuat dan proyek olahraga yang lebih menarik untuk bisa mendatangkan pelatih sekelas dunia. Selama PSG mampu memberikan jaminan stabilitas dan kekuasaan penuh dalam aspek teknis, Enrique tampaknya lebih memilih untuk melanjutkan petualangannya di Prancis ketimbang harus memulai dari nol di tengah tekanan besar publik Old Trafford.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index