OTOMOTIF

Subaru Pilih Kualitas daripada Diskon dalam Persaingan Otomotif

Subaru Pilih Kualitas daripada Diskon dalam Persaingan Otomotif
Subaru Pilih Kualitas daripada Diskon dalam Persaingan Otomotif

JAKARTA - Saat industri otomotif nasional dilanda persaingan sengit dengan perang harga yang makin tajam dalam dua tahun terakhir, Subaru justru menempuh strategi berbeda. Alih-alih mengikuti tren diskon besar-besaran, merek asal Jepang ini menekankan fokus pada kenyamanan, keselamatan, dan durabilitas mobil, menjadikan manusia sebagai pusat pengembangan produk.

Filosofi Berbasis Pengguna

Executive General Manager Subaru Indonesia, Adrian Quintano, menegaskan bahwa filosofi Subaru selalu dimulai dari kebutuhan pengemudi. “Pengembangan Subaru selalu tentang manusia. Mulai dari kebiasaan berkendara sampai kenyamanannya, supaya saat mengemudi pengguna merasa aman,” ujar Adrian.

Pendekatan ini terlihat dari detail-detail seperti posisi duduk, visibilitas kabin, dan karakter suspensi. Semua elemen dirancang untuk meningkatkan rasa percaya diri pengemudi, termasuk saat mobil digunakan dalam jangka panjang. Bagi Subaru, mobil bukan sekadar barang dengan siklus singkat, melainkan investasi yang memberi nilai lebih bagi pemiliknya.

Loyalitas Konsumen yang Tinggi

Komitmen terhadap kualitas berbuah loyalitas konsumen yang kuat. Di pasar global, terutama Amerika Serikat, tingkat pembelian ulang mobil Subaru mencapai lebih dari 60 persen. Di Indonesia, tren serupa mulai terlihat. Konsumen yang telah memiliki Subaru cenderung kembali memilih merek yang sama. “Biasanya setelah coba satu, punya satu, akan nambah lagi,” kata Adrian.

Strategi Anti Diskon

Dalam kondisi pasar yang penuh tekanan harga, Subaru menegaskan bahwa diskon besar bukan strategi utama. Perusahaan lebih mengutamakan kualitas produk dan pengalaman kepemilikan yang menyeluruh. Setiap inovasi yang diterapkan pun harus terbukti aman dan relevan bagi pengemudi.

“Kalau belum proven, tidak akan kami gunakan,” tegas Adrian. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Subaru lebih mengutamakan kestabilan pengalaman berkendara daripada mengikuti tren sementara, termasuk dalam hal elektrifikasi kendaraan.

Selektif Mengadopsi Teknologi

Subaru tidak terburu-buru mengikuti tren elektrifikasi bila teknologi tersebut berpotensi mengubah karakter berkendara. Keputusan ini mencerminkan prinsip perusahaan yang selalu menempatkan kualitas dan keamanan di atas popularitas atau tekanan pasar.

General Manager Marketing, PR, and CRM Subaru Indonesia, Irhan Farhan, menambahkan bahwa tantangan terbesar Subaru di Tanah Air adalah membangun pemahaman publik mengenai nilai merek. “Konsumen perlu memahami filosofi kami yang menempatkan manusia di pusat pengembangan, bukan sekadar harga atau fitur instan,” ujar Irhan.

Investasi Jangka Panjang dalam Mobil

Setiap model Subaru dirancang untuk penggunaan jangka panjang. Hal ini berbeda dengan pendekatan banyak pesaing yang lebih menekankan strategi harga agresif atau fitur-fitur cepat habis. Subaru melihat mobil sebagai aset yang memberi pengalaman dan rasa aman bagi pengemudi, sehingga nilai investasinya tetap tinggi.

Diferensiasi di Pasar Nasional

Keputusan Subaru untuk menahan diri dari perang harga sekaligus selektif dalam adopsi teknologi memberi merek ini posisi tersendiri di pasar otomotif Indonesia. Subaru menekankan bahwa pendekatan yang mengutamakan manusia dan kualitas akan menumbuhkan kepercayaan konsumen, bahkan jika strategi ini berbeda dari arus pasar saat ini.

Kendali Terhadap Tren Pasar

Walaupun tren elektrifikasi dan fitur canggih menjadi fokus banyak produsen, Subaru tetap menjaga karakter khas mobilnya. Pendekatan ini membantu merek mempertahankan identitas dan filosofi yang konsisten, sehingga konsumen dapat merasakan pengalaman berkendara yang aman, nyaman, dan tahan lama.

Membangun Pemahaman Nilai Merek

Subaru juga berupaya aktif dalam edukasi konsumen agar memahami nilai merek yang ditawarkan. Irhan Farhan menekankan pentingnya membangun persepsi publik agar mereka menyadari bahwa kualitas dan keselamatan adalah prioritas utama, bukan harga murah atau diskon besar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index