JAKARTA - Bank BPD DIY berperan aktif mendukung integrasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal ke dalam rantai pasok Program Strategis Nasional, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini tidak hanya memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga memastikan pemenuhan bahan baku untuk keberlangsungan program MBG yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Dukungan tersebut disampaikan oleh Pimpinan Cabang Bank BPD DIY Cabang Wates, Nur Afan Dwi Saputro, dalam acara business matching yang mempertemukan pelaku UKM dan Koperasi Desa Kalurahan Merah Putih (KDKMP) dengan SPPG dan yayasan pengelola MBG, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini menjadi jembatan strategis antara UMKM lokal dan program pemerintah, sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku usaha.
Peran UMKM dalam Rantai Pasok MBG
Nur Afan menjelaskan bahwa keterlibatan UMKM dalam MBG memungkinkan manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat pelaku usaha. UMKM lokal berperan sebagai penyedia bahan baku bagi SPPG, sehingga rantai pasok MBG menjadi lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
"Harapannya, ini juga bisa dinikmati oleh para pelaku UKM yang ada di daerah sebagai mitra penyedia bahan baku yang dibutuhkan SPPG," ujar Afan.
Bank BPD DIY sebagai Mitra Strategis
Selain mempertemukan pelaku UMKM dengan program MBG, Bank BPD DIY juga menyiapkan dukungan finansial bagi UMKM. Skema permodalan khusus diberikan untuk membantu pelaku usaha memenuhi permintaan bahan baku jika mengalami kendala dana. Dengan demikian, suplai bahan baku untuk MBG tetap lancar tanpa mengganggu kelangsungan usaha lokal.
Nur Afan menegaskan, bank berposisi sebagai mitra strategis yang menjembatani kebutuhan keuangan para pelaku usaha, sekaligus memastikan mereka dapat terus berkembang melalui dukungan pembiayaan dan pendampingan.
Pendampingan dan Literasi Digital
Selain akses pembiayaan, Bank BPD DIY Cabang Wates aktif melakukan pendampingan kepada berbagai asosiasi UKM di Kulon Progo. Kolaborasi dilakukan bersama Dinas Perindustrian dan Koperasi, Dinas Perdagangan, serta Dinas Pertanian, untuk meningkatkan kapasitas UMKM melalui literasi digital dan sosialisasi program kredit.
"Dukungan kami juga terkait edukasi literasi tentang transaksi digital dan sosialisasi mengenai Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta Kredit. Harapannya, mereka bisa terus tersokong baik dari segi permodalan maupun transaksi keuangan," jelas Afan.
Pendampingan ini memungkinkan UMKM memahami proses transaksi digital, memanfaatkan KUR dan skema kredit khusus, serta memastikan mereka mampu memenuhi kebutuhan bahan baku MBG secara tepat waktu dan berkualitas.
Business Matching Dorong Integrasi Lokal
Acara business matching yang digelar Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM di Aula Adikarto, Kompleks Pemkab Kulon Progo, bertujuan menyelaraskan kebutuhan SPPG dengan ketersediaan produk lokal. Kegiatan ini mempertemukan pelaku UMKM dan KDKMP yang telah lolos kurasi dengan pihak pengelola MBG, membahas kualitas, harga, kuantitas, dan kontinuitas bahan baku.
"Kegiatan ini mempertemukan pelaku UMKM dan KDKMP yang telah lolos kurasi dengan pihak SPPG serta mitra pengelola MBG. Kami berupaya menyelaraskan kebutuhan SPPG dengan ketersediaan produk lokal kita, baik dari sisi kualitas, harga, kuantitas, maupun kontinuitasnya," ujar Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kulon Progo, Iffah Mufidati.
Dukungan Pemkab Kulon Progo
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menegaskan komitmen Pemkab dalam mendukung program MBG sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat lokal. Pemerintah daerah berperan memastikan agar UMKM berperan strategis dalam rantai pasok program, menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas suplai bahan baku untuk SPPG.
"Kami mendorong agar bisa gabung bareng sehingga kualitasnya masuk, kuantitasnya cukup, dan kontinuitasnya bisa dijamin. Ini penting bagi suplai ke SPPG," ujar Bupati.
Meningkatkan Kapasitas SDM Lokal
Selain aspek finansial, program ini juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) UMKM lokal. Dengan literasi digital dan pendampingan transaksi keuangan, pelaku usaha tidak hanya memenuhi permintaan MBG, tetapi juga meningkatkan kemampuan mengelola usaha secara modern dan berkelanjutan.
Integrasi UMKM dalam Program Strategis Nasional
Kolaborasi antara Bank BPD DIY, UMKM lokal, KDKMP, dan SPPG menunjukkan model integrasi antara sektor publik dan swasta. Melalui program MBG, UMKM mendapat kesempatan berkembang sekaligus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Langkah ini diharapkan menjadi contoh sinergi yang efektif dalam memadukan pembangunan ekonomi lokal dengan Program Strategis Nasional, sehingga manfaat program MBG tidak hanya untuk kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.