Bank Jakarta

Usai Ganti Nama, Bank Jakarta Pastikan Layanan Nasabah Terjaga

Usai Ganti Nama, Bank Jakarta Pastikan Layanan Nasabah Terjaga
Usai Ganti Nama, Bank Jakarta Pastikan Layanan Nasabah Terjaga

JAKARTA - Bank Jakarta baru-baru ini menunjukkan komitmennya untuk tetap menjadi salah satu bank daerah yang adaptif dan kompetitif, meskipun tengah menjalani perubahan besar setelah mengganti nama. 

Perubahan tersebut bukan hanya sekadar perubahan identitas, tetapi juga mencerminkan transformasi yang lebih luas dalam pelayanan kepada nasabah. 

Bank Jakarta berupaya memperkuat fungsi kepatuhan serta terus berinovasi untuk memastikan bahwa layanan yang diberikan selalu relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri perbankan.

Peningkatan Layanan dan Kepuasan Nasabah

Dalam upaya memberikan kualitas layanan terbaik bagi nasabah, Bank Jakarta berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam kategori Golden Champion in Satisfaction, Loyalty, & Engagement. 

Penghargaan ini merupakan apresiasi atas upaya berkelanjutan bank dalam mentransformasi produk dan layanan dengan berfokus pada kebutuhan nasabah. 

Arie Rinaldi, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata dari komitmen bank untuk terus berinovasi dan meningkatkan pengalaman nasabah secara konsisten.

"Ke depan, Bank Jakarta akan terus melanjutkan agenda transformasi melalui inovasi berkelanjutan guna meningkatkan pengalaman nasabah secara konsisten," ujar Arie. 

Penghargaan ini juga menjadi motivasi tambahan bagi Bank Jakarta untuk lebih memprioritaskan kepuasan nasabah dan memperkuat kehadirannya sebagai lembaga yang tidak hanya menawarkan produk perbankan, tetapi juga memberikan pengalaman yang memuaskan dan berkelanjutan bagi setiap nasabah.

Inovasi Berkelanjutan dalam Transformasi Layanan Perbankan

Salah satu hal yang menjadi fokus utama Bank Jakarta adalah penerapan inovasi berkelanjutan yang berorientasi pada kebutuhan nasabah. 

Bank Jakarta memahami bahwa nasabah kini tidak hanya menginginkan layanan yang cepat, tetapi juga yang dapat diakses dengan mudah dan aman. Oleh karena itu, penguatan sistem digital banking menjadi bagian integral dalam setiap langkah transformasi yang dilakukan. 

Ateng Rivai, Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, mengungkapkan bahwa bank terus meningkatkan inovasi digital serta menjaga keandalan dan keamanan sistem perbankan.

"Penghargaan ini mencerminkan kepercayaan dan loyalitas nasabah kepada Bank Jakarta. Capaian ini sekaligus menjadi tanggung jawab bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat inovasi digital, serta menjaga keandalan dan keamanan sistem perbankan," ungkap Ateng. 

Dengan penerapan sistem yang semakin maju dan berbasis digital, Bank Jakarta semakin memantapkan dirinya sebagai lembaga yang tidak hanya responsif terhadap kebutuhan nasabah tetapi juga inovatif dalam menghadapi tantangan zaman.

Menyalurkan Dana Pemerintah untuk Percepatan Ekonomi

Sebagai bagian dari kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi daerah, Bank Jakarta telah menyalurkan dana sebesar Rp1 triliun yang diperoleh dari pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu). 

Dana ini disalurkan secara tuntas dan tepat waktu pada periode 12-21 November 2025, dengan fokus utama pada sektor-sektor produktif seperti UMKM yang berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. 

Penyaluran dana ini menunjukkan bahwa Bank Jakarta tidak hanya berperan sebagai lembaga perbankan, tetapi juga sebagai mitra penting dalam program percepatan ekonomi nasional.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menjelaskan bahwa setelah dana pemerintah tersebut tersalurkan, Bank Jakarta melanjutkan ekspansi kredit dan pembiayaan yang bersumber dari likuiditas yang dihimpun secara sehat dan berkelanjutan.

 "Setelah seluruh dana pemerintah tersebut tersalurkan, Bank Jakarta melanjutkan ekspansi kredit dan pembiayaan yang berasal dari likuiditas bank yang dihimpun secara sehat dan berkelanjutan," kata Agus. 

Hal ini mencerminkan bahwa Bank Jakarta tidak hanya fokus pada penyaluran dana pemerintah, tetapi juga berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan pembiayaan dan memperluas jangkauan kreditnya ke sektor-sektor yang produktif.

Bank Jakarta Siap Mendukung Percepatan Ekonomi Nasional

Menanggapi dinamika perekonomian dan kebutuhan masyarakat, Bank Jakarta menunjukkan kesiapan untuk lebih banyak menyalurkan dana melalui pipeline pembiayaan yang kuat, terukur, dan prudent. 

Dengan kondisi kesehatan bank yang sangat solid, tercermin dari tingkat kesehatan bank kategori 'Sehat' berdasarkan penilaian Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Jakarta siap untuk menjalankan mandat pemerintah dalam menyalurkan pembiayaan yang tepat sasaran.

Agus menjelaskan bahwa likuiditas yang kuat dan terkendali, bersama dengan kualitas aset yang baik dan NPL yang terjaga, memperkuat kemampuan Bank Jakarta untuk memberikan pembiayaan dalam skala yang lebih besar dan lebih cepat.

 "Kondisi ini memperkuat kemampuan Bank Jakarta dalam mengelola dan menyalurkan pembiayaan dalam skala signifikan," jelas Agus. 

Hal ini juga menunjukkan bahwa Bank Jakarta siap mengelola dana dengan penuh kehati-hatian, tetap mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, dan menjaga agar setiap penyaluran dana memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Komitmen Berkelanjutan untuk Masa Depan

Dengan komitmen yang kuat terhadap pelayanan nasabah, keberlanjutan transformasi digital, serta kesiapan dalam mendukung program-program ekonomi nasional, Bank Jakarta membuktikan bahwa meskipun menghadapi perubahan besar, kualitas layanan dan integritas perusahaan tetap menjadi prioritas utama. 

Melalui inovasi, tata kelola yang baik, dan efisiensi operasional yang tinggi, Bank Jakarta tidak hanya memperkuat perannya di industri perbankan nasional tetapi juga memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi daerah dan nasional.

Bank Jakarta terus menunjukkan bahwa perubahan nama dan transformasi bukan hanya soal identitas, tetapi juga tentang bagaimana bank ini beradaptasi dengan perubahan zaman dan tetap relevan bagi nasabahnya. 

"Bank Jakarta akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, OJK, dan seluruh regulator dalam menjalankan fungsi intermediasi secara sehat, akuntabel, dan berorientasi pembangunan," kata Agus menutup pernyataan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index