JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan komitmen memperkuat kemitraan strategis antara kedua negara.
Pertemuan berlangsung hangat dan produktif di Istana Élysée, Paris, selama lebih dari dua jam. Fokus utama diskusi adalah kerja sama di berbagai bidang dan keselarasan dalam isu-isu global.
Pertemuan Tertutup yang Produktif
Pertemuan berlangsung sekitar 2,5 jam dan diawali dengan jamuan makan malam. Kedua pemimpin membahas berbagai program dan proyek yang menjadi pijakan kerja sama bilateral. Komitmen ini menegaskan hubungan erat yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Selain membicarakan isu bilateral, kedua pemimpin juga menyinggung sejumlah isu global. Macron memberikan perhatian khusus sebagai Ketua G7 terhadap beberapa tantangan internasional. Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi dalam pembahasan isu strategis dunia.
Diskusi Isu Strategis dan Global
Pembicaraan juga menitikberatkan pada isu ekonomi, pertahanan, serta inovasi teknologi. Kedua pihak menyepakati langkah-langkah konkrit untuk memperkuat kerja sama di sektor-sektor tersebut. Komunikasi intensif ini diharapkan meningkatkan koordinasi antarnegara secara lebih efektif.
Dalam kesempatan itu, Macron didampingi Kepala Staf Kepresidenan, Penasihat Luar Negeri, dan Duta Besar Prancis untuk Indonesia. Prabowo hadir bersama Sekretaris Kabinet dan Kepala Protokol Negara. Kehadiran pejabat penting ini menunjukkan keseriusan kedua negara dalam memperkuat kemitraan strategis.
Jejak Diplomasi di Davos Sebelumnya
Sebelum pertemuan di Paris, kedua pemimpin memberikan pidato khusus pada Annual Meeting Davos, World Economic Forum 2026 di Swiss. Forum ini menjadi platform penting bagi Indonesia dan Prancis dalam menyampaikan pandangan global. Diskusi di Davos juga menjadi landasan awal pembicaraan strategis di Paris.
Pidato di Davos menekankan kerja sama multilateral dan tantangan ekonomi dunia. Prabowo menekankan peran Indonesia sebagai negara berkembang yang aktif berkontribusi pada isu global. Macron juga menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi tantangan ekonomi dan geopolitik.
Kunjungan Singkat namun Berarti
Kunjungan Presiden Prabowo ke Paris berlangsung kurang lebih lima jam. Setelah pertemuan, Prabowo langsung kembali menuju Jakarta untuk melanjutkan agenda nasional. Kedatangan di Indonesia disambut pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Sekretaris Negara, Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala Badan Intelijen Negara.
Penyambutan ini menunjukkan apresiasi pemerintah terhadap hasil pertemuan dan pentingnya kerja sama internasional. Kehadiran pimpinan militer dan sipil menegaskan koordinasi yang solid dalam menjalankan diplomasi negara. Momentum ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam hubungan bilateral dan forum global.
Dampak Positif Kemitraan Strategis
Kesepakatan antara Presiden Prabowo dan Macron membuka peluang bagi penguatan kerja sama ekonomi dan pertahanan. Selain itu, kolaborasi dalam inovasi teknologi dan pendidikan turut menjadi fokus utama. Kedua negara berharap sinergi ini memberikan manfaat jangka panjang bagi rakyat kedua bangsa.
Kerja sama ini diharapkan memperluas peluang investasi dan pengembangan industri strategis. Dengan koordinasi yang intens, proyek-proyek bilateral dapat dijalankan lebih efisien dan tepat sasaran. Komitmen kedua pemimpin menjadi fondasi kuat bagi hubungan Indonesia dan Prancis ke depan.