JAKARTA - Memasuki pekan kedua Januari dua ribu dua puluh enam, dinamika pasar kripto memperlihatkan pola yang semakin matang.
Pergerakan harga tidak lagi berdiri sebagai fenomena tunggal, melainkan terhubung erat dengan figur berpengaruh, keputusan institusi besar, kondisi makroekonomi, hingga tekanan geopolitik global.
Situasi ini membuat pembacaan pasar menjadi lebih berlapis. Investor tidak hanya menunggu sinyal teknikal, tetapi juga mencermati narasi besar yang berkembang bersamaan dengan data ekonomi dan peristiwa internasional. Dalam konteks inilah, Bitcoin dan aset kripto lain kembali menjadi cermin sentimen global.
Sepanjang sepekan, beberapa isu menonjol dan membentuk percakapan utama. Mulai dari prediksi agresif tokoh industri, stabilitas inflasi Amerika Serikat, hingga peran kripto sebagai alat bertahan hidup di negara dengan krisis ekonomi berat.
Narasi Figur Besar dan Ekspektasi Jangka Panjang
Salah satu pembahasan yang menyita perhatian datang dari pendiri Jan3, Samson Mow. Ia melontarkan prediksi bahwa Elon Musk berpotensi melakukan langkah all in ke Bitcoin pada dua ribu dua puluh enam. Pernyataan ini segera memicu diskusi luas karena melibatkan figur dengan pengaruh besar terhadap sentimen pasar.
Meski masih berupa opini, prediksi tersebut dianggap relevan oleh sebagian pelaku pasar. Rekam jejak Elon Musk yang kerap memengaruhi pergerakan harga aset kripto membuat setiap spekulasi tentang keterlibatannya kembali mendapat sorotan besar.
Pandangan ini juga terasa kontras dengan sikap Musk sebelumnya. Tesla sempat menerima pembayaran Bitcoin, kemudian menghentikannya, dan bahkan melepas sebagian besar kepemilikan BTC. Perubahan arah tersebut menjadi latar penting dalam membaca prediksi Mow ke depan.
Proyeksi Harga dan Pendekatan Lebih Realistis
Di tengah prediksi ekstrem, pendekatan berbeda datang dari analis Mario Nawfal. Ia menyebut target harga XRP di level empat dolar Amerika Serikat pada dua ribu dua puluh enam sebagai skenario yang masih berada dalam batas wajar.
Pendekatan ini menarik karena mencoba menyeimbangkan optimisme dengan data historis. XRP memulai tahun dua ribu dua puluh enam dengan penguatan bertahap, seiring membaiknya sentimen pasar kripto secara umum.
Menurut Nawfal, jika struktur pasar tetap terjaga dan tekanan beli berlanjut, level tersebut bukan wilayah asing. XRP pernah mendekati harga serupa pada siklus sebelumnya, sehingga proyeksi ini dianggap memiliki dasar historis yang jelas.
Geopolitik dan Ketahanan Jaringan Kripto
Isu geopolitik turut memberi warna pada pasar kripto pekan ini. Pemadaman internet hampir total di Iran memunculkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap jaringan Bitcoin dan harga secara keseluruhan.
Secara teknis, gangguan internet di satu negara tidak mampu menghentikan Bitcoin. Distribusi hashrate global dan mekanisme penyesuaian kesulitan memastikan jaringan tetap berjalan meski sebagian kontributor terputus.
Kontribusi Iran terhadap hashrate global juga telah menurun signifikan dibandingkan beberapa tahun lalu. Karena itu, dampak peristiwa ini lebih bersifat simbolik dan sentimen, sekaligus memperkuat narasi Bitcoin sebagai sistem yang terdesentralisasi dan tahan gangguan lokal.
Fungsi Kripto dalam Krisis Ekonomi Nyata
Selain aspek spekulatif, kripto kembali menunjukkan perannya dalam kondisi krisis. Venezuela menjadi contoh nyata bagaimana aset digital digunakan sebagai alat bertahan hidup ekonomi.
Inflasi ekstrem dan melemahnya mata uang bolivar mendorong masyarakat mengandalkan USDT untuk transaksi harian. Stablecoin ini dipilih karena stabilitas nilainya dan kemudahan digunakan dalam pengiriman lintas negara.
Dalam situasi perbankan yang tidak lagi berfungsi optimal, USDT digunakan untuk berbagai kebutuhan dasar. Mulai dari belanja sehari-hari, pembayaran sewa, hingga menerima kiriman dana dari luar negeri, kripto menjadi solusi praktis bagi warga.
Aksi Institusi dan Rebound Harga Bitcoin
Menutup pekan, Bitcoin mencatat penguatan signifikan dengan kembali menembus level sembilan puluh lima ribu dolar Amerika Serikat. Rebound ini didorong oleh kombinasi aksi institusi dan data makro yang relatif menenangkan pasar.
Strategy tercatat melakukan pembelian lebih dari tiga belas ribu Bitcoin. Langkah ini memperkuat sinyal kepercayaan institusi terhadap prospek jangka panjang aset digital tersebut.
Di saat bersamaan, data inflasi Amerika Serikat menunjukkan tekanan yang relatif terkendali. Kondisi ini meredam kekhawatiran pasar terhadap kebijakan suku bunga yang terlalu ketat, sehingga mendukung sentimen positif di pasar kripto.
Gambaran Pasar Kripto yang Semakin Selektif
Rangkaian berita sepanjang pekan ini mencerminkan fase pasar kripto yang semakin dewasa. Narasi besar dari figur ternama masih mampu menggerakkan sentimen, namun kini berdampingan dengan faktor struktural yang lebih kuat.
Adopsi institusi, stabilitas makro, dan realitas geopolitik menjadi elemen yang sama pentingnya dalam membaca arah pasar. Bitcoin tetap berada di pusat perhatian, bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi juga sebagai indikator kepercayaan terhadap sistem keuangan alternatif.
Kasus Venezuela dan Iran mengingatkan bahwa kripto memiliki fungsi ganda. Ia dapat menjadi instrumen investasi, sekaligus alat bertahan hidup dan simbol ketahanan sistem di tengah tekanan global yang terus berubah.