Harga Pangan

Update Harga Pangan 7 Januari 2026: Beras Turun, Minyakita Masih Tinggi

Update Harga Pangan 7 Januari 2026: Beras Turun, Minyakita Masih Tinggi
Update Harga Pangan 7 Januari 2026: Beras Turun, Minyakita Masih Tinggi

JAKARTA - Pada 7 Januari 2026, harga pangan di Indonesia menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. 

Beberapa komoditas mengalami penurunan harga, seperti beras dan daging ayam, sementara harga minyak goreng rakyat Minyakita masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET). Bagi konsumen yang memantau pergerakan harga bahan pokok, inilah informasi terbaru yang perlu diperhatikan.

Menurut data yang dirilis oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga rata-rata beras premium di tingkat konsumen tercatat Rp15.350 per kilogram, yang masih berada dalam rentang harga HET nasional, yaitu Rp14.900–Rp15.800 per kilogram. 

Ini menunjukkan penurunan harga yang cukup stabil. Untuk beras medium, harganya tercatat Rp13.307 per kilogram, turun sekitar 14,15% dari HET nasional yang ditetapkan antara Rp13.500–Rp15.500 per kilogram. Bahkan, harga beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog juga mengalami penurunan 8,39%, menjadi Rp12.367 per kilogram, dengan HET nasional berkisar antara Rp12.500–Rp13.500 per kilogram.

Daging Ayam dan Sumber Protein Hewani Lainnya Turun

Harga protein hewani, khususnya daging ayam ras, menunjukkan tren penurunan. Saat ini, harga rata-rata daging ayam ras tercatat Rp38.542 per kilogram, turun sekitar 3,65% dari harga acuan pemerintah (HAP) nasional yang ditetapkan di angka Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam ras juga mengalami sedikit kenaikan sebesar 3,05%, mencapai Rp30.914 per kilogram, meskipun tetap berada di atas HAP nasional yang sebesar Rp30.000 per kilogram.

Ikan kembung, ikan tongkol, dan ikan bandeng tercatat masing-masing dengan harga rata-rata Rp43.927, Rp35.789, dan Rp36.247 per kilogram. Harga-harga ini bervariasi sesuai dengan jenis dan kualitas ikan yang dijual di pasar. Sementara itu, harga daging sapi murni juga turun 4,13%, dari HAP nasional Rp140.000 per kilogram menjadi Rp134.213 per kilogram, memberikan sedikit kelegaan bagi konsumen yang mengandalkan sumber protein ini.

Cabai dan Bumbu Dapur: Harga Masih Volatil

Harga cabai dan bumbu dapur juga menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan. Harga rata-rata cabai rawit merah tercatat Rp54.169 per kilogram, berada di rentang harga acuan nasional yang berkisar antara Rp40.000–Rp57.000 per kilogram. Begitu pula dengan harga cabai merah keriting yang dibanderol Rp39.809 per kilogram, masih berada dalam rentang harga HAP nasional, yakni Rp37.000–Rp55.000 per kilogram. Sementara itu, cabai merah besar dibanderol Rp35.228 per kilogram.

Bawang merah juga tercatat mengalami kenaikan kecil, dengan harga rata-rata di tingkat konsumen mencapai Rp42.158 per kilogram, naik 1,59% dari HAP nasional yang sebesar Rp36.500–Rp41.500 per kilogram. Sebaliknya, harga bawang putih bonggol mengalami penurunan 6,51%, dengan harga rata-rata Rp37.398 per kilogram, yang berada di bawah HAP nasional yang berkisar antara Rp38.000–Rp40.000 per kilogram.

Minyak Goreng dan Kebutuhan Pokok Lainnya

Salah satu sorotan utama pada tanggal 7 Januari adalah harga minyak goreng rakyat Minyakita yang masih melampaui HET yang telah ditetapkan pemerintah. Harga rata-rata Minyakita di tingkat konsumen tercatat Rp17.312 per liter, yang lebih tinggi dari HET yang sebesar Rp15.700 per liter. Sementara itu, harga minyak goreng kemasan dan minyak goreng curah masing-masing dibanderol Rp20.623 per liter dan Rp17.303 per liter, menunjukkan bahwa harga minyak goreng tetap menjadi tantangan bagi banyak rumah tangga di Indonesia.

Harga gula konsumsi tercatat Rp17.911 per kilogram, sedangkan harga garam konsumsi berada di angka Rp11.235 per kilogram. Kedua bahan pokok ini menunjukkan harga yang relatif stabil meskipun fluktuasi harga pangan lainnya cukup signifikan.

Kedelai dan Jagung Pakan Peternak

Kedelai biji kering impor mengalami penurunan harga sebesar 9,98%, dari HAP nasional Rp12.000 per kilogram menjadi Rp10.803 per kilogram. Penurunan harga kedelai ini memberikan angin segar bagi sektor industri yang bergantung pada bahan baku ini, seperti industri tahu dan tempe. Sementara itu, harga jagung pakan peternak mengalami kenaikan 17,64%, dibanderol rata-rata Rp6.823 per kilogram, yang berada di atas HAP nasional Rp5.800 per kilogram.

Secara Umum: Stabilitas Harga di Tengah Tantangan Ekonomi

Dengan berbagai perubahan harga pangan yang tercatat pada 7 Januari 2026, ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga, seperti beras dan daging ayam ras, yang memberikan sedikit kelegaan bagi konsumen. Namun, harga-harga lainnya, terutama minyak goreng dan bahan pokok seperti cabai dan bawang, masih mengalami fluktuasi yang cukup tinggi, mempengaruhi daya beli masyarakat.

Untuk menjaga kestabilan harga pangan di pasar, penting bagi pemerintah dan semua pihak terkait untuk terus memantau dinamika pasar dan menyesuaikan kebijakan distribusi serta harga agar tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan konsumen, terutama di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Sebagai konsumen, memantau harga pangan secara berkala dan mengelola pengeluaran dengan bijak akan menjadi kunci untuk menjaga kestabilan keuangan keluarga di tengah kondisi harga pangan yang fluktuatif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index