Jakarta, 29 Desember 2025 - PT PLN Electricity Services (PLN ES) menegaskan komitmennya dalam mendukung keandalan pasokan listrik nasional selama periode Siaga Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 melalui kesiapan menyeluruh personel, peralatan kerja, serta sistem pengamanan kelistrikan di wilayah Jawa, Sumatera, dan Bali.
Sebagai entitas pendukung operasional PLN Group, PLN Electricity Services menyiagakan 35.659 tenaga kerja, dengan 21.103 personel siaga yang tersebar di 18 UID/UIW/UIT/UIP, 2 AP/SH PLN, 109 UP3/UPT, serta 436 ULP/ULTG. Pengamanan difokuskan pada 667 gereja dan 87 titik keramaian serta lokasi VVIP, guna memastikan masyarakat dapat menjalankan perayaan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman.
Untuk mendukung operasional di lapangan, PLN Electricity Services menyiapkan 2.098 unit mobil, 2.876 unit motor roda dua, 25 unit crane, 1 skylift, 15 perahu, serta 14 unit Starlink dalam kondisi siap pakai. Selain itu, SOP komunikasi pascagangguan dan pelaksanaan apel siaga terus diperkuat melalui koordinasi intensif dengan unit-unit PLN terkait.
Direktur Utama PLN Electricity Services, Susiana Mutia, menegaskan bahwa kesiapan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada kualitas dan keselamatan sumber daya manusia.
“Keandalan pasokan listrik saat Natal dan Tahun Baru sangat bergantung pada kesiapan personel di lapangan. Karena itu, PLN Electricity Services memastikan seluruh petugas siaga bekerja sesuai SOP dan standar K3, dengan dukungan sistem pengawasan dan peningkatan kompetensi yang berkelanjutan,” ujar Susiana Mutia.
Penguatan disiplin dan budaya keselamatan kerja dilakukan melalui berbagai inisiatif, antara lain implementasi Aplikasi Safely, Raport Individu TAD, ES-Edu berbasis e-learning, serta SureCam sebagai sistem pengawasan berbasis early warning yang telah terealisasi sebanyak 880 unit. PLN Electricity Services juga menggandeng instansi militer dalam program pembentukan karakter, yang hingga kini telah menjangkau 4.002 tenaga alih daya atau 90,4 persen dari target tahun 2025.
Seluruh alat kerja dan alat pelindung diri (APD) dipastikan dalam kondisi baik dan layak digunakan, dengan dukungan material fast moving yang tercukupi, tim Drone OASIS untuk pemetaan jaringan terdampak bencana, serta penyiapan genset dan lampu darurat untuk kondisi khusus.
Di sisi lain, PLN Electricity Services juga mendukung ekosistem kendaraan listrik dengan kesiapan 2.061 unit SPKLU yang didukung oleh 23 tim operasi dan pemeliharaan (O&M) di berbagai wilayah.
Susiana Mutia menambahkan bahwa kesiapan ini merupakan wujud tanggung jawab PLN Electricity Services dalam menjaga kepercayaan publik.
“Kami tidak hanya hadir untuk merespons gangguan, tetapi juga memastikan seluruh sistem, personel, dan peralatan siap sejak awal. Dengan sinergi yang solid bersama PLN Group, kami berkomitmen memberikan layanan kelistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat selama momentum Nataru,” tutup Susiana Mutia.