cara menghitung NPV investasi

Tata Cara Menghitung NPV Investasi Termudah bagi Investor

Tata Cara Menghitung NPV Investasi Termudah bagi Investor
cara menghitung NPV investasi

Cara menghitung NPV investasi adalah salah satu hal penting yang harus dipahami sebelum memulai perjalanan investasi. 

Net Present Value (NPV) adalah metode yang digunakan untuk mengevaluasi nilai arus kas yang akan diterima di masa depan. 

Dengan menggunakan NPV, investor dapat membuat keputusan yang lebih cermat dan memperkirakan potensi keuntungan dari investasi yang dilakukan.

Meskipun istilah NPV sudah familiar di kalangan para ahli keuangan, bagi investor pemula, konsep ini mungkin terasa asing. 

Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk memahami cara menghitung NPV investasi dengan benar agar dapat memaksimalkan keuntungan.

Untuk menghitung NPV investasi dengan mudah, kamu bisa mengikuti langkah-langkah dalam ulasan berikut ini.

Apa Itu NPV Investasi?

NPV investasi adalah alat yang digunakan untuk menganalisis selisih antara pemasukan dan pengeluaran dengan mempertimbangkan peluang sosial sebagai faktor diskon.

Konsep ini memungkinkan investor untuk memperkirakan potensi keuntungan di masa depan dengan mengevaluasi arus kas yang diprediksi dan menyesuaikannya dengan nilai saat ini.

NPV sangat terkait dengan konsep waktu nilai uang, di mana nilai uang akan berubah seiring waktu. Oleh karena itu, menghitung NPV memberikan gambaran yang jelas tentang keuntungan masa depan. 

Terutama dalam investasi jangka panjang, NPV menjadi sangat penting karena membantu investor memilih investasi yang menguntungkan dan menghindari kerugian.

Singkatnya, penting bagi investor untuk memahami panduan menghitung NPV investasi dengan benar, agar mereka dapat memilih instrumen yang tepat dan memastikan investasi berjalan dengan lancar serta menghasilkan keuntungan.

Evaluasi NPV investasi adalah kunci keberhasilan dalam investasi jangka panjang.

Cara Menghitung NPV Investasi

Cara menghitung NPV investasi dilakukan melalui dua tahapan utama:

  • Menghitung terlebih dahulu Present Value (PV) dari arus kas yang masuk dan keluar setiap tahunnya.
  • Menghitung selisih antara keuntungan dan pengeluaran setiap tahunnya.

Perlu dipahami bahwa Present Value (PV) dan Future Value (FV) memiliki perbedaan yang mendasar. 

Present Value (PV) merujuk pada jumlah yang perlu diinvestasikan sekarang untuk mencapai target di masa depan, sementara Future Value (FV) adalah jumlah yang akan diperoleh pada masa mendatang jika investasi dilakukan saat ini.

Sebagai ilustrasi, jika kamu ingin memiliki Rp50 juta dalam waktu 3 tahun dengan tingkat bunga 5% per tahun, kamu perlu mengetahui jumlah yang harus diinvestasikan saat ini agar mencapai nilai tersebut.

Dalam hal ini, Rp50 juta adalah Future Value (FV), dan untuk menghitung Present Value (PV), kamu bisa menggunakan rumus berikut:

PV = FV / (1 + i) ^ n

PV : Present Value

FV : Future Value

i : faktor diskon/ tingkat bunga

n : waktu

Penghitungannya adalah sebagai berikut:

PV =  50.000.000 / (1+0,05)3

PV = 50.000.000 / 1,157625

PV = 43.191.879

Dengan menggunakan rumus perhitungan Present Value (PV), kita dapat menghitung jumlah uang yang perlu diinvestasikan saat ini untuk mencapai nilai masa depan yang diinginkan.

Dalam contoh Tuan X, dengan investasi sebesar Rp 25.000.000 dan tingkat bunga 5% selama 3 tahun, kita dapat mengetahui apakah investasi unit baru akan memberikan keuntungan atau tidak.

Jika dilakukan perhitungan berdasarkan rumus PV yang sesuai dengan tingkat bunga dan waktu investasi, maka hasilnya akan memberikan gambaran apakah investasi tersebut layak dan aman bagi bisnis Tuan X di masa depan.

NPV = P / (1 +i) t

P : perkiraan arus kas yang didapat

i : tingkat suku bunga

t : periode tahun

Maka penghitungannya adalah sebagai berikut:

Jika penghasilan diasumsikan rata-rata Rp 15.000.000 pada tahun pertama, Rp 12.000.000 pada tahun kedua, dan Rp 9.000.000 pada tahun ketiga, maka:

Tahun ke-1 : 15.000.000 / (1+0,05)^1 = 14.285.714

Tahun ke-2 : 12.000.000 / (1+0,05)^2 = 10.884.353

Tahun ke-3 : 9.000.000 / (1+0,05)^3 = 7.774.538

NPV = (14.285.714 + 10.884.353 + 7.774.538) – 25.000.000

NPV = 32.994.602 – 25.000.000

NPV = 7.994.602

Berdasarkan perhitungan NPV, membangun unit kamar baru terbukti menguntungkan karena hasil NPV menunjukkan angka positif, yang berarti investasi ini dapat memberikan keuntungan di masa depan.

Dengan kata lain, investasi tersebut layak dilakukan karena nilai NPV yang lebih dari 0 menandakan bahwa proyek ini memiliki potensi keuntungan yang baik untuk bisnis.

Kenapa NPV Harus Positif?

NPV yang positif sangat penting karena menjadi indikator bahwa investasi tersebut berpotensi menguntungkan. Setelah memahami panduan menghitung NPV investasi, kita bisa melihat bahwa NPV bisa bernilai positif, nol, atau negatif. 

Nilai positif menunjukkan adanya potensi keuntungan, sementara jika NPV bernilai nol atau negatif, itu berarti investasi tersebut tidak menguntungkan dan bisa merugikan.

Oleh karena itu, untuk mencapai keuntungan, pastikan bahwa NPV investasi yang dipilih bernilai positif. Sebaliknya, jika hasilnya nol atau negatif, lebih baik hindari investasi tersebut.

Hubungan NPV dengan IRR

Hubungan antara NPV dan IRR memang cukup erat, meskipun keduanya menggunakan pendekatan yang berbeda. Sebelum menjelaskan lebih lanjut, penting untuk memahami definisi keduanya. 

IRR (Internal Rate of Return) adalah tingkat pengembalian internal yang digunakan untuk mengevaluasi kelayakan finansial sebuah proyek, sementara NPV digunakan untuk mengukur apakah sebuah investasi memberikan hasil yang menguntungkan atau tidak.

Meskipun keduanya digunakan untuk tujuan yang serupa, yaitu menilai kelayakan investasi, cara keduanya bekerja berbeda. 

NPV fokus pada nilai uang saat ini dari arus kas masa depan, sedangkan IRR berfokus pada tingkat bunga yang membuat NPV menjadi nol.

Keduanya saling melengkapi. Ketika NPV menunjukkan nilai positif, itu berarti investasi dapat menambah nilai ekonomi bagi investor. 

Sementara IRR menunjukkan tingkat pengembalian yang akan diterima investor, yang pada titik tertentu membuat NPV menjadi nol. 

Dengan menggunakan NPV dan IRR bersama-sama, investor dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang potensi keuntungan dan nilai tambah dari suatu investasi atau proyek.

Kapan NPV Dikatakan Layak?

NPV dianggap layak jika nilai yang diperoleh lebih besar dari 0, yang berarti investasi atau proyek tersebut memiliki potensi keuntungan dan layak untuk dilanjutkan.

Sebaliknya, jika NPV bernilai negatif, artinya proyek atau investasi tersebut tidak menguntungkan dan berpotensi menimbulkan kerugian, sehingga tidak layak untuk dijalankan.

Sebagai penutup, dengan memahami cara menghitung NPV investasi, kamu bisa membuat keputusan yang lebih bijak dalam memilih proyek atau instrumen investasi yang menguntungkan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index