4 Cara Mengajukan Pinjaman UMKM

4 Cara Mengajukan Pinjaman UMKM agar Cepat Cair

4 Cara Mengajukan Pinjaman UMKM agar Cepat Cair
4 Cara Mengajukan Pinjaman UMKM

Cara mengajukan pinjaman UMKM adalah hal yang sering dibicarakan oleh para pelaku usaha. Lantas, seperti apa panduannya?

Bagi banyak pengusaha UMKM, kendala utama yang dihadapi adalah terbatasnya modal untuk memulai atau mengembangkan bisnis. 

Meskipun memulai usaha tanpa modal besar mungkin bisa dilakukan melalui sistem dropshipping, namun untuk mengembangkan usaha dan memajukan UMKM, modal tetap menjadi kebutuhan utama.

Oleh karena itu, banyak pebisnis yang memilih pinjaman online yang menawarkan pencairan cepat sebagai cara untuk mendapatkan dana yang diperlukan. 

Memang, mengembangkan bisnis bukanlah hal yang mudah, namun dengan usaha yang terus-menerus, segala kemungkinan bisa terwujud.

Selain pinjaman online, kamu juga bisa mengajukan pinjaman melalui bank, koperasi, atau lembaga pemerintah dan swasta. Yang terpenting adalah menggunakan dana tersebut dengan bijak agar tidak menambah beban di masa depan. 

Dengan memahami langkah-langkah yang benar dalam pengajuan pinjaman, kamu akan lebih mudah mendapatkan modal usaha yang diperlukan. 

Pada dasarnya, cara mengajukan pinjaman UMKM yang tepat sangat penting agar proses mendapatkan dana bisa berjalan lancar.

Jenis-jenis Pinjaman UMKM 

Ada beberapa jenis pinjaman UMKM cepat cair yang dapat membantu usaha kecil dan menengah, dan penting untuk memahami masing-masing jenis sebelum memutuskan untuk mengajukan. 

Mengetahui jenis pinjaman yang tepat akan memastikan bahwa dana yang didapatkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan usaha yang dijalankan. Berikut ini beberapa di antara jenisnya.

1. Pinjaman Investasi

Pinjaman investasi adalah jenis pinjaman yang biasanya digunakan oleh pengusaha yang ingin mengembangkan bisnis mereka yang sudah berjalan selama beberapa waktu. 

Pinjaman ini lebih berfokus pada pengembangan usaha dan memiliki tenor yang relatif panjang, hingga lima tahun, dengan plafon pinjaman yang lebih fleksibel, disesuaikan dengan kebutuhan investasi yang akan dilakukan oleh peminjam.

2. Pinjaman Modal Kerja

Pinjaman modal kerja, seperti namanya, bertujuan untuk memberikan tambahan modal guna menjalankan operasional sehari-hari suatu usaha. 

Umumnya, pinjaman ini diberikan dengan tenor yang lebih pendek, sekitar satu tahun, namun dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan debitur yang mengajukan pinjaman tersebut. 

Pinjaman modal kerja sangat berguna bagi usaha yang membutuhkan tambahan dana untuk memperlancar kegiatan operasional atau produksi mereka.

3. Pinjaman Agunan

Pinjaman agunan adalah jenis pinjaman yang diajukan dengan menyertakan jaminan berupa aset berharga, seperti tanah, rumah, kendaraan, atau barang bernilai lainnya. 

Jenis pinjaman ini biasanya menawarkan nominal yang lebih besar, suku bunga yang lebih rendah, dan tenor yang lebih panjang. 

Oleh karena itu, pinjaman agunan sering kali termasuk dalam kategori pinjaman online dengan tenor panjang dan bunga rendah, yang memberikan kemudahan bagi peminjam dalam mendapatkan dana dengan biaya yang lebih ringan.

4. Pinjaman tanpa Agunan

Berbeda dengan pinjaman agunan, pinjaman tanpa agunan memungkinkan kamu untuk mengajukan pinjaman tanpa harus menyertakan jaminan berupa aset atau barang berharga. 

Meskipun begitu, penting untuk berhati-hati karena jika kamu tidak mampu melunasi pinjaman, pihak pemberi pinjaman dapat menempuh jalur hukum untuk menuntut pelunasan utang yang masih tersisa. 

Pinjaman tanpa agunan ini biasanya memiliki risiko yang lebih tinggi, baik bagi peminjam maupun pemberi pinjaman.

Hal yang Harus Dipenuhi sebelum Mengajukan Pinjaman UMKM

Proses mengajukan pinjaman UMKM untuk modal usaha secara umum memang tidak mudah, karena selain harus mampu meyakinkan kreditur atau pemberi pinjaman, juga perlu menunjukkan bahwa bisnis yang dijalankan memiliki potensi untuk berkembang secara positif. 

Bagi debitur atau peminjam, hal yang paling penting adalah ketika mengajukan pinjaman ke bank, prospek usaha kamu akan sangat diperhatikan. 

Oleh karena itu, sebelum mengajukan pinjaman usaha, pastikan beberapa hal berikut ini dapat dipenuhi.

1. Memahami Semua Syarat Pengajuan

Memahami semua persyaratan yang ditetapkan merupakan langkah pertama yang sangat krusial, karena setiap bank atau lembaga pemerintah/swasta memiliki aturan dan ketentuan yang berbeda-beda terkait pemberian pinjaman UMKM cepat cair untuk modal usaha. 

Setiap lembaga biasanya akan menentukan syarat yang harus dipenuhi oleh calon peminjam, dan pemahaman tentang hal ini akan membantu memudahkan proses pengajuan pinjaman.

2. Pemanfaatan Dana

Pemanfaatan dana yang tepat adalah salah satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Dana pinjaman yang diterima harus digunakan seoptimal mungkin untuk mengembangkan usaha, agar bisa memberikan keuntungan yang diharapkan. 

Hindari penggunaan dana untuk tujuan lain yang tidak berhubungan langsung dengan perkembangan usaha.

Dengan pemanfaatan dana yang bijaksana, reputasi kamu di mata pemberi pinjaman akan tetap baik, dan ini akan mempermudah pengajuan pinjaman di masa mendatang.

3. Kemampuan Membayar Utang

Mengajukan pinjaman berarti kamu berhutang, dan sudah menjadi kewajiban untuk mengembalikan dana tersebut tepat waktu sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat, tak peduli berapa jumlah pinjamannya. 

Oleh karena itu, setelah menerima dana dari pemberi pinjaman, pastikan kamu memiliki kemampuan untuk menghasilkan pendapatan yang cukup agar dapat menutupi cicilan setiap bulannya. 

Dengan kemampuan membayar yang baik, utang akan segera lunas, dan kamu pun akan memperoleh keuntungan yang cukup besar, yang mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Karena itu, penting untuk memahami semua persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Jangan ragu untuk bertanya kepada pihak pemberi pinjaman jika ada hal-hal yang kurang jelas atau belum dipahami.

Cara Mengajukan Pinjaman UMKM

Sebelum mengajukan pinjaman UMKM, sangat penting untuk mempertimbangkan dengan matang apa yang sebenarnya dibutuhkan untuk usaha Anda. Pastikan dana yang diajukan cukup untuk memenuhi kebutuhan usaha, agar bisa dimanfaatkan secara maksimal. 

Berikut ini adalah beberapa langkah cara mengajukan pinjaman UMKM yang mudah dipahami yang dapat membantu Anda mendapatkan pinjaman modal usaha.

1. Pahami Jenis Pinjaman untuk Kebutuhan Usaha

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, untuk memenuhi kebutuhan usaha, sangat penting untuk mengetahui jenis pinjaman yang tepat untuk usaha Anda. 

Setelah memahami jenis pinjaman yang sesuai, keputusan mengenai penggunaan dana pinjaman akan menjadi lebih mudah dan terarah, sehingga dana tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

2. Dengan Agunan atau tanpa Agunan

Pinjaman dengan agunan dan tanpa agunan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai kedua jenis pinjaman tersebut:

a. Kelebihan Pinjaman dengan Agunan

Pinjaman ini umumnya menawarkan suku bunga yang lebih rendah, tenor yang lebih panjang, dan jumlah pinjaman yang lebih besar, sesuai dengan nilai jaminan yang diberikan. 

Namun, kekurangannya adalah proses pencairan dana yang lebih rumit, karena pemberi pinjaman perlu melakukan berbagai pertimbangan, termasuk mengevaluasi lokasi usaha dan nilai aset yang dijaminkan.

b. Kelebihan Pinjaman tanpa Agunan

Pinjaman tanpa agunan lebih mudah diajukan karena tidak memerlukan jaminan, dan proses pencairannya cenderung lebih cepat. 

Namun, kekurangannya adalah suku bunga yang lebih tinggi, tenor yang lebih pendek, serta jumlah dana yang dapat dipinjam lebih kecil dibandingkan pinjaman dengan agunan.

3. Memahami Konsep 5C

Apa yang dimaksud dengan konsep 5C? Dalam dunia bisnis, terdapat konsep yang dikenal dengan istilah 5C, yaitu Capacity, Collateral, Character, Conditions, dan Capital. 

Pemahaman terhadap konsep ini sangat penting, karena pihak perbankan akan mempertimbangkan 5C ini untuk menentukan kelayakan debitur dalam mendapatkan pinjaman modal. 

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai makna masing-masing elemen dalam konsep 5C:

  • Capacity merujuk pada kemampuan kamu dalam melunasi pinjaman tersebut, yang umumnya dilihat dari bagaimana kamu mengelola keuangan usaha.
  • Collateral adalah aset yang kamu miliki dan bisa digunakan sebagai jaminan dalam pengajuan pinjaman.
  • Character berhubungan dengan penilaian atas kepribadian dan integritas kamu sebagai pengusaha, termasuk latar belakang serta gaya hidup sehari-hari.
  • Condition mengacu pada situasi pasar yang dapat mempengaruhi perkembangan dan kelangsungan bisnis kamu.
  • Capital berkaitan dengan modal yang dimiliki atau pendapatan bersih dari usaha yang dijalankan, serta hak yang kamu miliki dalam bisnis tersebut.

4. Menyiapkan Persyaratan yang Dibutuhkan

Untuk memperlancar proses pengajuan pinjaman UMKM cepat cair, sangat penting untuk menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan, termasuk dokumen yang relevan. Berikut adalah dokumen umum yang diperlukan saat mengajukan pinjaman:

  • KTP dan KK (Kartu Keluarga)
  • NPWP atau Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT)
  • Rekening koran selama tiga bulan terakhir
  • Kelengkapan surat usaha seperti SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan TDP (Tanda Daftar Perusahaan)
  • Laporan transaksi dan dokumen rencana investasi
  • Slip gaji tiga bulan terakhir bagi karyawan yang bekerja di perusahaan

Sebagai penutup, dengan memahami langkah-langkah yang telah dijelaskan, cara mengajukan pinjaman UMKM menjadi lebih jelas dan mudah untuk diikuti, membantu usaha Anda berkembang dengan modal yang tepat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index