Tenor adalah

Tenor adalah: Kategori, Jenis, hingga Manfaatnya

Tenor adalah: Kategori, Jenis, hingga Manfaatnya
Tenor adalah

Tenor adalah istilah yang sering muncul dalam dunia perbankan, khususnya saat membahas kredit atau pinjaman. 

Meski demikian, apakah kamu sudah benar-benar memahami apa yang dimaksud dengan tenor, jenis-jenisnya, dan bagaimana penerapannya dalam berbagai produk perbankan? 

Pada dasarnya, tenor adalah konsep penting yang patut kamu ketahui agar lebih paham dalam mengelola keuangan.

Dalam kesempatan ini, akan dijelaskan secara mendalam mengenai istilah tenor untuk memberikan pemahaman yang lebih baik terkait penggunaannya dalam layanan perbankan.

Tenor adalah

Tenor adalah jangka waktu yang telah disepakati untuk melunasi pinjaman atau menyelesaikan investasi. Sebagai contoh, jika kamu meminjam dana sebesar Rp10 juta dengan tenor 12 bulan, artinya pinjaman tersebut harus dilunasi dalam periode 12 bulan.

Hal serupa berlaku dalam investasi deposito, di mana terdapat berbagai pilihan tenor, seperti tiga bulan, enam bulan, hingga satu tahun. 

Namun, perlu diingat bahwa dana yang ditempatkan dalam deposito tidak dapat ditarik sebelum tenor selesai. Jika dana ditarik lebih awal, biasanya akan dikenakan penalti atau denda.

Kategori Tenor

Dalam kredit pinjaman dana, tenor dikelompokkan menjadi dua kategori utama, yaitu tenor pendek dan tenor panjang. Untuk memahami perbedaan di antara keduanya, berikut penjelasan lengkapnya.

1. Tenor Pendek

Tenor pendek merujuk pada jangka waktu pelunasan pinjaman yang relatif singkat, biasanya berkisar antara 6 bulan hingga 2 tahun. Keunggulan dari tenor ini adalah jumlah total pinjaman yang harus dilunasi menjadi lebih ringan.

Namun, terdapat kekurangan yang perlu diperhatikan, yakni besarnya cicilan bulanan yang harus dibayar. Hal ini disebabkan oleh jangka waktu pembayaran yang lebih singkat dibandingkan tenor panjang, sehingga jumlah pembagian cicilan menjadi lebih besar.

2. Tenor Panjang

Tenor panjang adalah jangka waktu pelunasan pinjaman yang lebih lama, biasanya mulai dari 3 hingga 5 tahun untuk kredit kendaraan bermotor. Sementara itu, untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), tenor panjang dapat mencapai 15 hingga 20 tahun.

Bank umumnya memberikan tenor panjang kepada debitur yang berstatus karyawan dengan penghasilan tetap, untuk mengurangi risiko terjadinya kredit macet.

Tenor ini juga cocok bagi debitur dengan penghasilan rata-rata karena cicilan bulanan yang lebih ringan dibandingkan tenor pendek.

Namun, konsekuensi dari tenor panjang adalah jumlah total pinjaman menjadi lebih besar dibandingkan dengan tenor pendek. 

Hal ini disebabkan oleh bunga yang terus berjalan selama periode cicilan yang lebih lama, sehingga akumulasi bunga yang harus dibayarkan menjadi lebih banyak.

Jenis-jenis Tenor

Terdapat dua jenis tenor yang berkaitan dengan masa pelunasan pinjaman dan masa simpanan deposito. Berikut ini penjelasannya.

1. Tenor Pinjaman

Tenor jenis ini memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap besarnya suku bunga yang dikenakan. Semakin panjang tenor yang diambil, semakin tinggi pula bunga total yang harus dibayarkan. 

Umumnya, lembaga keuangan konvensional menetapkan bunga pinjaman tetap (flat) dalam kisaran 1–3 persen per bulan. 

Misalnya, jika kamu mengajukan pinjaman dengan tenor tiga bulan, maka bunga akan dihitung berdasarkan persentase bulanan dikalikan dengan durasi tenor yang telah disepakati.

Sebagai alternatif, beberapa platform pinjaman online menawarkan bunga 0 persen untuk tenor singkat, seperti 30 hari, sebagai strategi pemasaran untuk menarik minat calon peminjam. Berikut adalah simulasi penghitungan tenor pinjaman:

Misalkan kamu meminjam dana sebesar Rp10 juta dengan tenor tiga bulan dan suku bunga sebesar 1 persen per bulan. 

Dalam hal ini, kamu harus mengembalikan pokok pinjaman sebesar Rp10 juta dalam waktu tiga bulan, ditambah bunga sebesar 1 persen dari pokok pinjaman per bulannya. Simulasi pembayaran cicilan dan pokok pinjaman akan tampak seperti berikut:

Cicilan 1

  • Pokok Pinjaman: Rp3,3 juta
  • Bunga Pinjaman: Rp100 ribu per bulan

Cicilan 2

  • Pokok Pinjaman: Rp3,3 juta
  • Bunga Pinjaman: Rp100 ribu per bulan

Cicilan 3

  • Pokok Pinjaman: Rp3,3 juta
  • Bunga Pinjaman: Rp100 ribu per bulan

Perlu diketahui, tidak semua pinjaman disertai dengan suku bunga yang besar. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa jenis suku bunga yang lebih stabil, bahkan tetap, sepanjang masa tenor berlangsung.

2. Tenor Deposito

Secara umum, bank menawarkan pilihan tenor deposito yang bervariasi, mulai dari 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan. Namun, terdapat pula bank yang menyediakan tenor lebih panjang, hingga 36 bulan. 

Biasanya, suku bunga deposito lebih menarik dibandingkan dengan suku bunga simpanan atau tabungan, yaitu berkisar antara 4–6 persen per tahun.

Selain itu, setiap bank memiliki kebijakan yang berbeda dalam menetapkan suku bunga, tergantung pada tenor yang dipilih dan tingkat bunga tahunan yang diberlakukan. Berikut ini adalah contoh variasi tenor dan suku bunga yang ditawarkan:

1 Bulan

  • Suku Bunga per Tahun: 4,80%

3 Bulan

  • Suku Bunga per Tahun: 6,00%

6 Bulan

  • Suku Bunga per Tahun: 6,30%

12 Bulan

  • Suku Bunga per Tahun: 6,60%

Jika dibandingkan dengan tingkat inflasi, suku bunga deposito cenderung lebih tinggi, bahkan memiliki selisih yang mencapai lebih dari 20%. 

Oleh karena itu, deposito sering dianggap sebagai salah satu pilihan instrumen investasi, terutama untuk tujuan jangka panjang dengan tenor yang lebih panjang.

Prinsip yang sama berlaku dalam menentukan tenor pada investasi. Investasi jangka pendek biasanya sesuai bagi mereka yang ingin memperoleh keuntungan dalam waktu singkat. 

Sebaliknya, investasi jangka panjang lebih cocok bagi mereka yang memiliki target keuangan di masa depan, seperti persiapan dana pensiun, biaya pendidikan, dan kebutuhan lainnya.

Manfaat Tenor

Dalam aktivitas pinjam-meminjam, tenor memiliki peran penting dan manfaat yang signifikan. Ketika debitur atau kreditur menentukan tenor pada pinjaman yang diajukan, tenor berfungsi sebagai salah satu tolok ukur utama dalam pengelolaan proses kredit.

Melalui penentuan lamanya tenor, berbagai potensi yang mungkin terjadi selama proses kredit dapat diprediksi. 

Hal ini memungkinkan risiko yang mungkin muncul dalam sistem kredit dapat diminimalkan melalui pemilihan tenor yang sesuai dan pemanfaatannya secara optimal.

Faktor yang Menentukan Tenor Pinjaman

Tenor merujuk pada jangka waktu cicilan kredit yang telah disepakati antara kreditur dan debitur sebelumnya. Dalam menentukan durasi tenor yang akan diberikan kepada debitur, terdapat beberapa faktor yang menjadi bahan pertimbangan.

Salah satu faktor utama adalah kemampuan debitur dalam melunasi pinjaman yang diajukan. Selain itu, besarnya jumlah pinjaman juga dapat memengaruhi durasi tenor, atau bahkan tenor dapat disesuaikan berdasarkan permintaan langsung dari debitur.

Pada umumnya, bank akan merekomendasikan tenor kurang dari 24 bulan jika jumlah pinjaman yang diajukan relatif kecil. 

Sebaliknya, untuk pinjaman dengan nominal yang lebih besar, bank biasanya menyarankan tenor lebih dari 24 bulan, dengan skema pembayaran secara cicilan setiap bulan.

Tips Mengajukan Pinjaman Berdasarkan Tenor

Kebutuhan untuk mengajukan pinjaman biasanya muncul karena adanya urgensi untuk memenuhi solusi keuangan dengan cepat. 

Meski begitu, penting untuk tetap bijak dalam menentukan pilihan lembaga keuangan atau perbankan yang menawarkan layanan pinjaman tunai atau kredit. 

Berikut adalah beberapa panduan yang dapat dijadikan acuan dalam memilih lembaga keuangan yang terpercaya:

  • Pastikan lembaga keuangan yang dipilih terdaftar dan diawasi oleh OJK.
  • Pilih lembaga keuangan yang menawarkan suku bunga terendah.
  • Usahakan mengambil pinjaman dengan tenor sesingkat mungkin.
  • Sesuaikan tenor dengan kondisi keuangan pribadi.
  • Pastikan jumlah pinjaman tidak melebihi sepertiga dari penghasilan bulanan.

Tips Investasi Deposito Berdasarkan Tenor

  • Pilih bank yang memiliki reputasi terpercaya.
  • Pilih bank yang menawarkan suku bunga tertinggi.
  • Pilih tenor yang lebih panjang untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar.
  • Pastikan bank tersebut dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
  • Pertimbangkan keuntungan yang diperoleh setelah dikurangi dengan pajak (PPh) yang harus dibayarkan.

Sebagai penutup, tenor adalah elemen penting dalam perjanjian pinjaman atau investasi yang menentukan durasi pembayaran atau penyimpanan, yang dapat memengaruhi besarnya bunga dan keuntungan yang didapatkan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index