Cara Hitung Bunga Deposito

Cara Hitung Bunga Deposito, Rumus, dan Contohnya

Cara Hitung Bunga Deposito, Rumus, dan Contohnya
Cara Hitung Bunga Deposito, Rumus, dan Contohnya

Cara hitung bunga deposito sering kali menjadi hal yang belum sepenuhnya dipahami banyak orang, meskipun deposito merupakan pilihan populer bagi sebagian besar masyarakat sebagai instrumen investasi.

Produk ini dikenal memberikan keuntungan lebih dibandingkan dengan tabungan biasa. Keuntungan dari deposito antara lain suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan, serta risiko yang lebih kecil jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya, seperti saham.

Deposito pada dasarnya adalah produk simpanan yang ditawarkan bank kepada nasabah dengan sistem jangka waktu. Nasabah akan menerima bunga sesuai ketentuan selama mereka mematuhi jangka waktu yang telah disepakati.

Namun, jika nasabah melanggar ketentuan jangka waktu tersebut, maka akan dikenakan penalti yang dapat mengurangi nilai simpanan atau bunga yang diperoleh.

Jangka waktu deposito dapat bervariasi, mulai dari 1, 3, 6, 12, hingga 24 bulan. Selama periode tersebut, dana yang diinvestasikan akan disimpan dan tidak dapat dicairkan.

Setelah jangka waktu berakhir, nasabah akan menerima jumlah uang yang disimpan beserta bunga yang dihitung sesuai ketentuan yang berlaku pada saat deposito tersebut dibuat.

Cara hitung bunga deposito ini menjadi salah satu hal yang perlu dipahami dengan baik oleh calon investor.

Cara Hitung Bunga Deposito

Cara hitung bunga deposito dapat dilakukan dengan dua metode berbeda untuk menentukan besaran profit yang akan diperoleh. Pertama, menghitung bunga berdasarkan total pendapatan yang diterima pada akhir jangka waktu deposito.

Kedua, menghitung berdasarkan keuntungan yang diperoleh setiap bulan dari suku bunga yang ditetapkan.

Sebelum memulai perhitungan, penting untuk memastikan terlebih dahulu suku bunga yang ditawarkan oleh bank tempat Anda menyimpan dana, serta besaran pajak yang mungkin harus dibayar, jika ada.

1. Rumus Berdasarkan Total Pendapatan per Jatuh Tempo

Dengan menggunakan metode perhitungan ini, nasabah dapat memperkirakan total keuntungan yang akan diperoleh secara keseluruhan. Berikut adalah rumus dan langkah-langkah untuk menghitung bunga deposito:

Rumus 1

Setoran Pokok + (Profit dari Bunga Deposito – Jumlah Pajak Deposito)

Sebelum menggunakan rumus di atas, pastikan Anda sudah menghitung terlebih dahulu profit yang diperoleh dari bunga deposito serta jumlah pajak yang harus dibayarkan.

Untuk perhitungan tersebut, Anda dapat mengikuti cara menghitung bunga deposito sebagai berikut:

Profit dari Bunga Deposito:

(Setoran Pokok x Suku Bunga Deposito x Tenor*dalam satuan hari) / 365 (hari)

Jumlah Pajak Deposito:

Tarif Pajak x Profit dari Bunga Deposito

Contoh Perhitungan:

Nasabah X berencana untuk menyimpan dana sebesar Rp24.000.000 selama enam bulan dengan suku bunga sebesar 6%, serta potongan pajak sebesar 20%. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghitung total profit yang diperoleh dari bunga deposito ini.

(Setoran Pokok x Suku Bunga Deposito x Tenor) / 365
(Rp 24.000.000 x 6% x 180 hari) / 365
Rp 108.000.000 / 365
= Rp 710.137

Lantas, hitunglah jumlah potongan pajak yang harus ditanggung.

Tarif Pajak x Profit dari Bunga Deposito

20% x Rp 710.137
= Rp 142.027

Setelah memperoleh hasil dari perhitungan profit bunga deposito dan jumlah potongan pajak yang harus dibayar, langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan menggunakan rumus pertama.

Setoran Pokok + (Profit dari Bunga Deposito – Jumlah Pajak Deposito)
Rp 24.000.000 + (Rp 710.137 – Rp 142.027)
Rp 24.000.000 + Rp 568.110
= Rp 24.568.110

Jadi, total pendapatan setelah enam bulan, yakni Rp24.568.110.

2. Rumus Hitung Deposito Berdasarkan Keuntungan Bunga Per Bulan

Dengan menggunakan cara menghitung bunga deposito ini, nasabah dapat lebih rinci mengetahui perkiraan profit yang akan diperoleh setiap bulan. Berikut adalah rumus dan langkah-langkah untuk menghitung bunganya:

Rumus 2

(Suku Bunga Deposito x Setoran Pokok Deposito x 30 hari x 80%) / 365 hari
Untuk diketahui, persentase 80% di atas merupakan persentase pendapatan setelah dikurangi dengan persentase pajak yang harus ditanggung (100% – 20%).

Contoh Perhitungan:

Jika nasabah Y ingin menyimpan dana sebesar Rp24.000.000 selama enam bulan dengan suku bunga 6% dan potongan pajak sebesar 20%, maka cara perhitungan menggunakan rumus kedua adalah sebagai berikut:

(Suku Bunga Deposito x Setoran Pokok Deposito x 30 hari x 80%) / 365 hari
(6% x Rp 24.000.000 x 30 x 80%) / 365
34.560.000 / 365
= Rp 94.685

Berdasarkan perhitungan di atas, profit bersih yang dapat diperoleh setiap bulan adalah sebesar Rp94.685.

Manfaat Deposito

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, deposito adalah uang yang disimpan di rekening atau tindakan menyimpan uang di bank.

Sementara itu, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), deposito merupakan produk simpanan yang dapat dicairkan setelah jangka waktu tertentu sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.

Ada berbagai jenis deposito yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan nasabah, di antaranya deposito berjangka, deposito valas, deposito syariah, deposito bertahap, dan deposito on-call.

Meskipun jenis-jenis deposito tersebut bervariasi sesuai dengan kebutuhan, manfaat dari deposito berjangka maupun jenis lainnya umumnya memiliki kesamaan. Beberapa manfaat utama deposito antara lain sebagai berikut.

1. Media Penyimpan Dana Tabungan Teraman

Tidak semua orang memiliki kebiasaan yang baik dalam menyimpan uang. Ada banyak kasus di mana uang yang disimpan di rumah atau dalam bentuk tabungan bank justru digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Kebiasaan ini tentunya membuat dana tabungan menjadi kurang aman. Namun, dengan memanfaatkan produk deposito, peluang untuk menarik dana sebelum jatuh tempo akan sangat terbatas, sehingga dana yang disimpan lebih aman.

2. Sebagai Instrumen Berinvestasi

Jika dibandingkan dengan produk perbankan lainnya, deposito, terutama deposito berjangka, menawarkan return yang lebih tinggi.

Terlebih lagi, apabila nasabah menyetor dana dalam jumlah besar, potensi return yang lebih besar pun terbuka, yang pada gilirannya akan meningkatkan keuntungan yang diperoleh.

3. Return Deposito Bersifat Kompetitif

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, return yang diberikan oleh deposito bisa jauh lebih tinggi dibandingkan produk perbankan lainnya, bahkan bisa mencapai tiga kali lipat.

Faktor utama yang mempengaruhi besaran return deposito berjangka adalah jangka waktu penyimpanan yang dipilih oleh nasabah.

4. Keuntungan per Tenor

Nasabah akan menerima keuntungan di akhir tenor deposito, yang dapat diambil sebagai pendapatan per tenor. Meskipun dana depositonya tidak dapat ditarik sebelum jatuh tempo, pendapatan yang dihasilkan tetap bisa dinikmati.

Untuk memaksimalkan keuntungan, disarankan untuk menyetorkan kembali pendapatan per tenor tersebut ke dalam rekening deposito berjangka, sehingga Anda dapat mendapatkan suku bunga yang lebih tinggi sesuai dengan tenor yang dipilih.

5. Risiko Investasi Kecil

Jika dibandingkan dengan produk investasi lainnya, deposito berjangka menawarkan tingkat risiko yang lebih rendah. Berbeda dengan saham atau obligasi yang dipengaruhi oleh fluktuasi pasar, nilai deposito tetap stabil.

Selain itu, menurut OJK, produk deposito juga dapat digunakan sebagai jaminan kredit atau agunan untuk mengajukan pembiayaan atau kredit.

Dengan demikian, deposito tidak hanya membantu dalam merencanakan keuangan, tetapi juga memberikan keamanan finansial dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan pilihan produk deposito yang diambil.

Syarat serta Cara Buka atau Pengajuan Deposito

Mengisi formulir pembukaan rekening.
Menunjukkan bukti identitas diri asli seperti KTP, SIM, atau Paspor *untuk individu.
Atau, menyerahkan fotokopi bukti identitas atau legalitas badan usaha *untuk perusahaan.
Melakukan setoran awal untuk membuka rekening.

Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Mengajukan Deposito

Pilih jangka waktu yang sesuai.
Pertimbangkan metode penyaluran.
Tentukan jumlah setoran yang akan dilakukan.
Pahami cara pencairan dana.
Ketahui tingkat bunga yang ditawarkan.
Perhatikan waktu jatuh tempo deposito.

Sebagai penutup, dengan memahami cara hitung bunga deposito, Anda dapat membuat keputusan yang lebih cerdas dalam mengelola investasi dan merencanakan keuangan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index