Simak 15 Tips Berikut Ini

Gaji UMR Bisa Beli Rumah? Simak 15 Tips Berikut Ini

Gaji UMR Bisa Beli Rumah? Simak 15 Tips Berikut Ini
Simak 15 Tips Berikut Ini

Gaji UMR bisa beli rumah? Memiliki pekerjaan dengan gaji UMR bukan berarti kamu tidak bisa mencapai impian untuk memiliki rumah.

Meskipun banyak milenial merasa pesimistis tentang kemungkinan membeli rumah sendiri karena harga rumah yang terus meningkat, saat ini berbagai opsi seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari bank konvensional maupun bank syariah sudah banyak tersedia.

Meskipun harga rumah terus naik setiap tahunnya, bahkan di tengah krisis ekonomi, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mewujudkan impian tersebut.

Salah satu solusi yang bisa dipertimbangkan adalah rumah subsidi yang dijual dengan harga lebih terjangkau karena mendapat bantuan dari pemerintah.

Kendati sulit mencari pekerjaan dengan gaji layak atau bunga KPR yang tinggi, dengan perencanaan dan strategi menabung yang tepat, generasi milenial yang berpenghasilan UMR tetap bisa membeli rumah.

Pada dasarnya, gaji UMR bisa beli rumah, asal kamu tahu cara mengatur keuangan dengan bijak. Berikut ini ulasan selengkapnya.

Apakah Gaji UMR Bisa Beli Rumah?

Gaji UMR bisa beli rumah meskipun menjadi tantangan bagi sebagian orang. Bagi mereka yang berpenghasilan UMR, salah satu cara yang sering dipilih untuk mewujudkan impian memiliki rumah adalah dengan mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Namun, muncul pertanyaan penting: apakah gaji UMR cukup untuk mengajukan KPR? Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan untuk menjawab pertanyaan tersebut, seperti besaran cicilan, jangka waktu KPR, dan kemampuan finansial secara keseluruhan.

1. Tentukan Tujuan yang Jelas

Membeli rumah bukanlah hal yang mustahil bagi penerima gaji UMR. Oleh karena itu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menetapkan tujuan yang jelas dan realistis sebelum mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Buatlah perencanaan jangka pendek dan panjang mengenai apa yang ingin kamu capai dalam proses pembelian rumah. Menyusun visi dan tujuan yang spesifik akan memberikan motivasi serta arah yang jelas dalam setiap langkah.

Sebagai contoh, kamu bisa menentukan target tabungan bulanan sehingga dalam waktu satu atau dua tahun, kamu sudah memiliki dana yang cukup untuk mengajukan KPR rumah.

2. Mulai dari Rumah yang Terjangkau

Setelah menetapkan tujuan, langkah berikutnya adalah mencari rumah yang sesuai dengan anggaran yang dimiliki berdasarkan gaji bulanan UMR.

Rumah dengan ukuran lebih kecil atau yang terletak di daerah yang lebih terjangkau bisa menjadi pilihan yang baik bagi penerima gaji UMR.

Perlu diingat bahwa rumah pertama yang kamu beli tidak harus menjadi rumah permanen. Ketika pendapatan mulai meningkat atau tabungan bertambah, kamu akan memiliki kesempatan untuk pindah ke rumah yang lebih besar.

UMR atau Upah Minimum Regional adalah standar pendapatan minimum yang diterima oleh pekerja pada tahap awal karirnya.

Kelompok pekerja dengan penghasilan minim ini sebagian besar terdiri dari generasi milenial atau generasi Z yang berencana membeli rumah untuk tempat tinggal mereka.

Namun, tantangan terbesar adalah kenaikan harga properti yang semakin tinggi dari tahun ke tahun, yang membuatnya semakin sulit dijangkau, terutama oleh mereka yang bergaji UMR.

Berdasarkan data Survei Harga Properti Regional (SHPR) dari Bank Indonesia, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan I tahun 2024 mengalami kenaikan sebesar 1,89% dibandingkan tahun sebelumnya, yang lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan pada triwulan sebelumnya yang hanya 1,74%.

Peningkatan harga ini juga dipicu oleh kenaikan harga properti tipe kecil sebesar 2,41%, yang umumnya lebih terjangkau bagi kelompok menengah dan bawah.

Data ini menunjukkan bahwa membeli rumah kini menjadi kebutuhan yang terasa semakin mewah karena harga yang sangat tinggi.

Bagi penerima gaji UMR, ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi yang tepat agar impian memiliki rumah bisa terwujud.

Dengan perencanaan yang matang, kelompok penerima gaji UMR tetap dapat mewujudkan impian mereka untuk memiliki rumah.

Tips Bisa Beli Rumah dengan Gaji UMR

Tidak semua orang memiliki gaji besar, sehingga membeli rumah dengan cara menabung dalam jangka panjang bisa terasa sulit.

Namun, bagi mereka yang bergaji UMR, ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk mewujudkan impian memiliki rumah. Berikut adalah beberapa tips yang dapat dicoba.

1. Buat Rencana Keuangan yang Terperinci

Langkah pertama yang penting adalah membuat rencana keuangan yang rinci, mencakup semua pemasukan dan pengeluaran. Untuk membeli rumah, kamu perlu memperhitungkan anggaran yang diperlukan, baik untuk rumah subsidi maupun rumah impian.

Dengan perencanaan yang matang, kamu bisa mengatur alokasi dana dengan lebih baik dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu.

2. Ikut Program KPR

Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi pilihan utama bagi masyarakat dengan penghasilan rendah untuk memiliki rumah.

Meskipun membeli rumah secara tunai memang memungkinkan, namun bagi mereka yang berpenghasilan di bawah UMR, menabung dalam jumlah besar untuk membeli rumah secara cash sangatlah menantang. Oleh karena itu, mengajukan KPR bisa menjadi solusi yang lebih realistis.

3. Menyisihkan 30% dari Pendapatan untuk Uang Muka (DP) Rumah

Salah satu langkah penting dalam membeli rumah adalah menyiapkan uang muka atau DP. KPR pada dasarnya adalah pembiayaan rumah yang dilakukan oleh bank, sehingga setelah membayar DP, kamu akan melanjutkan dengan cicilan bulanan.

Umumnya, bank akan meminta DP sekitar 20-30% dari harga rumah yang akan dibeli. Meskipun terlihat seperti persentase kecil, jumlah uang yang diperlukan tetap besar.

Salah satu cara terbaik untuk mengumpulkan DP adalah dengan menyisihkan sekitar 30% dari pendapatan setiap bulan. Mulailah menabung di awal bulan agar lebih konsisten dalam mencapai target DP.

4. KPR dengan Tenor Panjang

Bagi banyak generasi milenial, salah satu tantangan utama dalam membeli rumah adalah kemampuan untuk mencicil pinjaman dan membayar DP yang besar.

Untuk itu, jika kamu masih muda dan baru mulai bekerja, kamu memiliki fleksibilitas untuk memilih tenor KPR yang lebih panjang. Dengan mengambil masa kredit yang lebih panjang, cicilan bulanan akan lebih ringan.

Biasanya, bank memberlakukan batasan usia pensiun 55 tahun, yang berarti kamu dapat mencicil KPR hingga usia tersebut.

5. Hitung Harga Rumah yang Diinginkan dan Sesuaikan dengan Inflasi

Jika kamu berencana membeli rumah tahun depan, penting untuk memprediksi harga rumah dengan mempertimbangkan faktor inflasi.

Setiap tahunnya, harga rumah cenderung naik, jadi pastikan untuk menghitung harga yang diinginkan dengan memperhitungkan kenaikan harga properti akibat inflasi, agar anggaran yang disiapkan tetap realistis.

6. Tentukan Besaran Cicilan yang Masuk Akal

Setelah berhasil membayar DP, langkah berikutnya adalah memastikan bahwa cicilan bulanan tidak melebihi 30% dari pendapatan bulananmu.

Hal ini penting untuk memastikan kamu tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tanpa terbebani cicilan yang terlalu besar. Menentukan besaran cicilan yang sesuai akan menjaga kestabilan keuangan jangka panjang.

7. Miliki Dua Rekening Terpisah

Banyak orang memilih untuk memiliki dua rekening bank untuk mempermudah perencanaan keuangan. Misalnya, satu rekening untuk kebutuhan jangka panjang seperti pendidikan anak, dan satu lagi untuk pembayaran cicilan rumah.

Dengan memisahkan rekening, kamu akan lebih mudah mengelola pengeluaran rumah tangga dan lebih terhindar dari godaan untuk menggunakan dana yang seharusnya dialokasikan untuk cicilan atau kebutuhan penting lainnya.

8. Gunakan Sistem Autodebet

Bagi mereka yang kesulitan menabung di awal bulan, sistem autodebet bisa menjadi solusi yang efektif. Dengan cara ini, uang akan langsung dipindahkan dari rekening gajian ke rekening tabungan, sehingga kamu tidak perlu khawatir lupa menabung.

Sistem ini sangat membantu dalam menabung untuk membeli rumah, apalagi dengan gaji yang terbatas. Yang perlu diingat adalah, dana tabungan ini harus diprioritaskan dan tidak boleh digunakan untuk keperluan lain.

Kunci suksesnya adalah konsisten menyisihkan uang, bukan menunggu sisa uang di akhir bulan.

9. Bebas dari Utang

Untuk yang berpenghasilan pas-pasan, menambah beban cicilan lain seperti kendaraan bermotor atau mobil bisa sangat memberatkan. Sebaiknya hindari menambah utang lain agar fokus pada cicilan rumah.

Selain itu, bank juga akan mengevaluasi riwayat kredit saat kamu mengajukan KPR. Jika kamu memiliki riwayat kredit buruk, pengajuan KPR mungkin akan ditolak.

Oleh karena itu, pastikan untuk menyelesaikan utang yang ada sebelum mengajukan KPR agar permohonanmu dapat disetujui.

10. Pertimbangkan Membeli Rumah Subsidi

Membeli rumah dengan harga yang terjangkau bisa menjadi pilihan cerdas bagi yang bergaji UMR.

Rumah subsidi, yang umumnya dijual dengan harga lebih rendah dan mendapat dukungan dari pemerintah, dapat menjadi opsi untuk mewujudkan impian memiliki rumah.

Namun, meskipun harganya lebih terjangkau, pastikan rumah yang dipilih tetap memiliki kualitas yang baik dan lokasi yang strategis, sehingga tidak mengorbankan kenyamanan dan nilai investasi jangka panjang.

11. Mulai Berinvestasi

Berinvestasi bukan hanya untuk kalangan atas, namun juga bisa dilakukan oleh mereka yang berpenghasilan menengah atau rendah.

Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah berinvestasi pada instrumen dengan risiko rendah seperti reksadana pasar uang atau emas. Investasi ini dapat memberikan pendapatan tambahan, yang berguna jika tabungan untuk DP rumah belum mencukupi.

Selain itu, berinvestasi juga bisa membantu menyediakan dana darurat yang berguna jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, karena sebagian besar tabungan akan digunakan untuk DP dan cicilan rumah.

12. Menabung dalam Bentuk Emas

Investasi emas adalah pilihan yang tepat bagi yang ingin memiliki nilai yang stabil. Emas tidak terpengaruh oleh inflasi dan dapat menjadi sarana menabung yang baik untuk tujuan jangka panjang seperti membeli rumah.

Jika kamu ingin menabung secara aman dan menghindari pengaruh ekonomi yang fluktuatif, emas bisa menjadi pertimbangan yang sangat ideal.

13. Ubah Gaya Hidup Boros

Kebanyakan orang menghabiskan sekitar 70% dari pendapatan untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk itu, penting untuk lebih bijak dalam mengelola pengeluaran dan memprioritaskan pos tabungan, terutama untuk DP dan cicilan rumah.

Mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, seperti hiburan yang berlebihan, dapat membantu mempercepat pengumpulan dana untuk rumah.

14. Konsisten Menabung dan Berinvestasi

Konsistensi dalam menabung dan berinvestasi sangat penting untuk mencapai tujuan membeli rumah. Meskipun jumlahnya mungkin tidak besar, menabung 30% dari pendapatan setiap bulan akan memberikan dampak yang signifikan dalam jangka panjang.

Selain itu, dalam berinvestasi, penting untuk tetap konsisten agar keuntungan yang diperoleh maksimal, bukan berhenti di tengah jalan.

15. Sisihkan Dana untuk Asuransi Properti

Untuk memastikan rumah yang dibeli aman dari risiko kerugian, penting untuk menyisihkan sebagian pendapatan untuk asuransi properti.

Asuransi ini akan melindungi aset properti dari kerugian yang bisa terjadi, baik akibat bencana alam atau gangguan lainnya.

Dengan memiliki asuransi properti, kamu dapat melindungi investasi rumah dari berbagai potensi risiko yang mungkin muncul di masa depan.

Sebagai penutup, dengan perencanaan yang matang dan disiplin menabung, sebetulnya gaji UMR bisa beli rumah, asalkan kamu memilih strategi yang tepat dan konsisten.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index