Ekonomi Sulit, Pasien Gangguan Jiwa di RSUD Soekardjo Meningkat

Kamis, 11 Juni 2026 | 11:41:22 WIB
Ruangan rawat inap Mitra Batik RSUD Soekardjo Tasikmalaya (FOTO: NET)

TASIKMALAYA - Angka pasien dengan gangguan kejiwaan di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat yang datang berobat ke RSUD Soekardjo mengalami kenaikan yang cukup signifikan akhir-akhir ini.

Keadaan tersebut terjadi berbarengan dengan impitan finansial yang tengah melanda masyarakat kelas menengah ke bawah di tanah air.

Mulai dari melonjaknya harga kebutuhan pokok sehari-hari yang menjadi beban finansial masyarakat dalam beberapa waktu ke belakang.

Kondisi warga kian terjepit lantaran pendapatan mereka tidak bertambah, melainkan stagnan atau bahkan berkurang di tengah merosotnya nilai tukar rupiah.

"Jujur saja, kami belum memiliki bangsal khusus untuk perawatan pasien gangguan kejiwaan. Dalam dua tahun terakhir, pasien itu rata-rata per hari bisa mencapai 60 orang," jelas Wakil Direktur Pelayanan RSUD Soekardjo Dokter Titie Purwaninsari, Rabu (10/6/2026).

Titie memaparkan bahwa mayoritas dari pasien tersebut berada pada rentang usia produktif.

Keberadaan ruang perawatan khusus dinilai sangat mendesak karena proses pemulihan kesehatan mental memerlukan durasi yang tidak sebentar.

"Jika masuk dalam kategori depresi akut, dikhawatirkan dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Makanya membutuhkan bangsal khusus. Kami sudah komunikasikan ke Kemenkes dan Dinkes Provinsi Jabar. Mudah-mudahan fasilitas tersebut mendapat respon dan segera terealisasi," katanya.

Titie mengimbuhkan, ada beragam aspek yang memicu fenomena tersebut, mulai dari tingginya tingkat stres akibat persoalan finansial, problematika keluarga, hingga masalah asmara yang memicu seseorang nekat menyudahi hidupnya.

Selama ini, tingkat ketahanan tiap individu dalam merespons sebuah tekanan psikologis memang tidak sama dan sangat bergantung pada mental masing-masing.

"Untuk itu screening, preventif sangat penting. Cirinya yang mengalami depresi bagaimana, paling simpel seperti yang sedih dan perilaku di luar kebiasaan," kata dia.

Di samping itu, wilayah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya dihebohkan oleh rentetan kasus bunuh diri dalam beberapa minggu belakangan, mulai dari peristiwa di Mangkubumi, aksi melompat di Jembatan Cirahong Manonjaya, hingga yang paling baru di Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya pada Rabu (10/6/2026).

Terkini