JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait yang akrab disapa Ara membeberkan, proyek pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di area Meikarta bakal memperoleh sokongan dana dari Danantara.
Perihal itu diutarakan oleh Ara setelah acara peresmian Kantor Direktorat Jenderal (Ditjen) Kawasan Perkotaan Kementerian PKP di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
"Ini di Meikarta juga pembiayaan pembangunan dari Danantara ya, Pak (Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Dony Oskaria)," ujar Ara.
Kendati begitu, Ara memberi penegasan bahwa pengerjaan proyek wajib mengutamakan asas tata kelola yang bersih supaya proses pembangunan berjalan selaras aturan dan mendatangkan faedah bagi publik.
Berdasarkan pandangannya, segenap persiapan proyek wajib dimatangkan secara menyeluruh sebelum proses konstruksi dimulai.
Oleh sebab itu, ia mengimbau para pemangku kepentingan untuk memastikan setiap tingkatan proses telah dipersiapkan secara matang.
"Tapi tata kelolanya harus benar ya, dipersiapkan dengan baik, Pak Dony. Terima kasih semuanya," kata Ara.
Ungkapan itu menjadi sinyal adanya sokongan finansial untuk proyek hunian vertikal bersubsidi di kawasan Meikarta.
Pihak pemerintah sendiri sedang menggalakkan ketersediaan hunian yang pantas serta murah bagi publik lewat aneka metode pembiayaan dan kemitraan bersama deretan pemangku kepentingan.
Namun demikian, Ara mewanti-wanti bahwa faktor tata kelola menjadi elemen krusial yang wajib dikawal agar proyek hunian ini bisa terlaksana secara akuntabel, transparan, sekaligus tepat sasaran.
Ara memasang target pengerjaan rumah susun (rusun) subsidi di wilayah Meikarta, Bekasi, Jawa Barat, dapat rampung pada Agustus 2028.
Proyek perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tersebut hingga kini masih bergulir sesuai jadwal dan sudah menginjak fase penanaman fondasi atau test pile.
Agenda rusun subsidi ini menjadi bagian dari langkah pemerintah menyediakan tempat tinggal yang layak, ekonomis, serta dekat dengan lokasi kerja bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), terutama para buruh di area industri Bekasi dan wilayah sekitarnya.
"Saat ini, pembangunan telah memasuki tahap test pile. Dari total 8.600 pile yang direncanakan, sebanyak 1.836 pile dilaporkan telah terpasang," tulis Ara dalam akun Instagram resminya @maruararsirait, Selasa (26/5/2026).
Proyek tersebut bakal dikerjakan di atas tanah hibah dengan luas 30 hektar pemberian Lippo Group untuk tiga tempat pembangunan dengan sasaran total berkisar 141.000 unit tempat tinggal.
Sementara itu, tingkatan konstruksi proyek diawali dari pembersihan lahan atau land clearing pada Februari 2026, peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Maret 2026, dan pengerjaan struktur bangunan ke atas yang diagendakan bergulir mulai Agustus 2026.