Gorontalo Utara Rapat Darurat Usai Gempa M 7,7 dan Potensi Tsunami

Senin, 08 Juni 2026 | 09:39:48 WIB
Peta lokasi gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina (FOTO: NET)

GORONTALO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Utara langsung mengadakan pertemuan setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayahnya pada Senin (8/6/2026) pagi.

“Kami sedang rapat yang dihadiri bupati dan instansi terkait,” kata Sumitro Datunsolang Kepala Pelaksana BPBD Gorontalo Utara saat dihubungi Kompas.com, Senin (8/6/2026).

Sumitro belum mengumumkan hasil dari pertemuan tersebut karena rapat baru saja dimulai.

Kendati demikian, pertemuan ini diperkirakan membahas tentang langkah antisipasi terhadap potensi dampak dari bencana gempa bumi.

Gempa tersebut memiliki titik pusat pada koordinat 5,80 derajat lintang utara dan 125,14 derajat bujur timur, atau lebih tepatnya berada di laut dengan jarak 244 Km arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 47 km.

Berdasarkan hasil pemodelan dari pihak BMKG, guncangan besar ini memiliki potensi memicu terjadinya bencana tsunami.

Menurut Sumitro, berdasarkan rekomendasi serta arahan dari Stasiun Geofisika BMKG Gorontalo, daerah tersebut masuk dalam status siaga, yang berarti warga diimbau untuk menjauhi kawasan pantai dan segera menuju ke tempat aman yang lebih tinggi.

Wilayah Kabupaten Gorontalo Utara sendiri mempunyai garis pantai yang membentang panjang di tepi Laut Sulawesi, di mana sisi utara berbatasan langsung dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Provinsi Sulawesi Utara dan sisi barat berbatasan dengan Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah.

Kawasan ini juga mempunyai jajaran pulau kecil yang terletak di sebelah utara daratan Sulawesi.

Terkini