Rumah Pensiun Jokowi Bikin Harga Tanah Colomadu Saingi Depok

Senin, 08 Juni 2026 | 09:39:48 WIB
Tanah yang akan dibangun untuk rumah pensiun Presiden Jokowi (FOTO: NET)

COLOMADU - Wilayah di sekitar rumah pensiun Presiden RI ke-7 Joko Widodo, yaitu Colomadu, saat ini bukan lagi sekadar kecamatan biasa di Karanganyar.

Kawasan tersebut telah mengalami perkembangan pesat disertai nilai tanah yang melonjak tinggi selama beberapa tahun belakangan.

Mengacu pada data Rumah123, nilai median tanah di Colomadu telah menyentuh Rp 3,83 juta per meter persegi pada akhir Mei 2026 dari nilai sebelumnya yang sebesar Rp 3,58 juta per meter persegi.

"Angka ini menempatkan Colomadu sebagai kawasan dengan harga tanah tertinggi di seluruh wilayah Kabupaten Karanganyar," kata Marisa Jaya selaku Head of Research Rumah123 kepada detikcom pada Sabtu (6/6/2026).

Nilai tanah ini rupanya menyerupai rentang median harga tanah di wilayah satelit Jakarta.

Sejumlah area di Bekasi serta Cikarang saat ini juga mencatatkan median harga tanah yang menembus Rp 3,40-3,70 juta per meter persegi.

Kemudian, harga median tanah di wilayah Sawangan, Depok pun telah menyentuh Rp 3,80 juta per meter persegi dan Gunung Putri di Bogor senilai Rp 3,80 juta per meter persegi.

Nilai properti tersebut barangkali masih berada di bawah angka tanah di Jakarta.

Namun, mengingat status Colomadu yang cuma sebuah kecamatan, lonjakan nilai tanah ini menjadi sebuah rekor baru.

"Dengan median harga tanah Rp 3,83 juta per meter persegi per Mei 2026, Colomadu saat ini sangat setara dengan kawasan suburban Jabodetabek kelas menengah," beber Marisa.

Kota satelit sendiri merupakan istilah untuk wilayah penyangga pusat kota.

Pada umumnya para pekerja kelas menengah yang belum sanggup membeli hunian di kota besar akan mengalihkan buruannya ke area pinggiran.

Sebagai ilustrasi, Jakarta disokong oleh sejumlah kota satelit seperti Depok, Bekasi, Bogor, hingga Tangerang.

Lonjakan harga tanah serta situasi di Colomadu belakangan ini dinilai oleh Rumah123 berpotensi menjadikannya kota satelit bagi kota besar di dekatnya, yakni Solo.

Rumah123 mendapati bahwa bukan cuma tanah, harga rumah di wilayah tersebut pun telah menyentuh angka miliaran.

Marisa memaparkan terdapat beberapa segmentasi pasar di Colomadu.

Pertama adalah segmen hunian berharga Rp 500 juta sampai Rp 1 miliaran yang mendominasi sekitar 42 persen dari total pasokan rumah di Colomadu.

Sedangkan untuk rumah seharga Rp 1-2 miliaran mengambil porsi 31 persen dari seluruh pasokan.

Sisanya sebesar 27 persen merupakan hunian di bawah Rp 500 juta atau di atas Rp 2 miliar.

"Jika diakumulasikan, hampir 75 persen penawaran hunian di kawasan ini berada di rentang Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar. Menariknya, hunian dengan harga di atas Rp 1 miliar berkontribusi sebesar 48 persen dari total suplai di Colomadu. Porsi ini tergolong sangat signifikan untuk ukuran wilayah tingkat kabupaten. Bahkan, untuk segmen premium di atas Rp 5 miliar, sudah tercatat ada 57 listing," ungkap Marisa.

Melesatnya pertumbuhan nilai properti ini menempatkan Colomadu sebagai pemasok rumah terbesar di Kabupaten Karanganyar dengan persentase sekitar 56 persen.

Menilik demografi usia konsumen rumah di Colomadu, porsi terbesar berasal dari kelompok Gen Z dan milenial dengan rentang usia 25-34 tahun.

Total pembeli pada kategori usia tersebut berada di angka sekitar 38 persen.

"Kelompok terbesar yang merupakan first-time home buyers (pembeli rumah pertama). Kelompok inilah yang menggerakkan tingginya enquiry (permintaan) pada hunian di bawah Rp 1 miliar," beber Marisa.

Generasi Z yang berumur 18-24 tahun turut menempati posisi ketiga sebagai kelompok usia pembeli rumah terbesar, yaitu sekitar 30 persen.

Selanjutnya, kelompok usia mapan sekitar 45-54 tahun juga banyak yang bertransaksi rumah di area ini, namun bukan untuk hunian pertama.

Mereka membeli properti sebagai investor yang membidik produk hunian premium di atas Rp 1 miliar.

Mengenai daya tarik Colomadu, poin pertama adalah Bandara Adi Soemarmo.

Akses menuju Bandara Adi Soemarmo dari Colomadu kini terbilang semakin gampang.

Keberadaan bandara ini turut memicu perkembangan pesat area komersial dan menjadi roda penggerak utama aktivitas logistik, perhotelan, serta mobilitas bisnis.

Poin kedua adalah Tol Trans-Jawa Ruas Solo-Ngawi.

Infrastruktur jalan ini membuka jalur distribusi yang terhubung langsung dengan bagian barat Karanganyar.

Poin ketiga yaitu Tol Solo-Yogyakarta.

Jalan tol yang tengah dibangun ini nantinya akan terhubung ke Colomadu sekaligus membuka akses menuju Yogyakarta agar waktu tempuh semakin singkat dan mudah.

"Colomadu pun sukses bertransformasi menjadi hub atau titik simpul strategis antara Solo, Yogyakarta, dan Semarang (Joglosemar)," jelasnya.

Terkini