Kisah Li Jiaying, Ibu 3 Anak Jadi Astronaut Pertama Hong Kong

Rabu, 03 Juni 2026 | 13:50:07 WIB
Li Jiaying, astronot pertama Hong Kong yang juga seorang polisi dan ibu dari tiga anak (FOTO: NET)

HONG KONG - Tidak pernah ada yang menyangka bahwa seorang aparat kepolisian yang juga berstatus sebagai ibu tiga anak kini resmi dikukuhkan sebagai astronaut pertama dari Hong Kong.

Dirinya telah sukses mengangkasa dalam misi Shenzhou-23 milik pemerintah Tiongkok pada hari Minggu (24/5/2026).

Astronaut wanita bernama Li Jiaying ini berhasil lolos setelah melewati rangkaian seleksi ketat yang telah dimulai sejak tahun 2022.

Keberhasilan tersebut sekaligus mencatatkan nama Li sebagai astronaut perempuan pertama sepanjang sejarah Hong Kong.

Li menceritakan bahwa minatnya pada dunia antariksa dan teknologi drone sudah tumbuh sejak tahun 2003 silam.

Ia pun sangat mengagumi sosok Yang Liwei yang merupakan astronaut pertama dari Tiongkok.

Alih-alih mengambil jurusan astronomi saat menempuh kuliah, Li justru memilih berkarier di dunia kepolisian pada tahun 2012 dengan spesialisasi di bidang forensik digital serta keamanan siber.

Li pun telah menyelesaikan studi doktoralnya di bidang forensik komputer di Universitas Hong Kong.

Melalui latar belakang pendidikan tersebut, ia pun kerap dipanggil sebagai seorang ilmuwan komputer.

Meski profesi kesehariannya sangat bertolak belakang dengan dunia antariksa, Li mengaku selalu meluangkan waktu untuk membaca literatur tentang astronomi.

Sampai pada akhirnya, Li melihat sebuah kesempatan besar ketika Tiongkok membuka pendaftaran untuk kelompok astronaut cadangan angkatan keempat.

Pada momen berharga tersebut, proses seleksi akhirnya dibuka secara luas bagi masyarakat di wilayah Hong Kong dan Makau.

"Persyaratan tinggi badan adalah 160 sentimeter. Tinggi saya 161 sentimeter, hanya satu sentimeter lebih. Ini kesempatan langka. Kenapa tidak mencoba?” Kata Li dikutip dari kantor berita Xinhua pada Selasa, (24/5/2026).

Li sangat sadar bahwa pekerjaan utamanya adalah seorang polisi.

Oleh karena itu, ia tidak akan merasa kecewa jika seandainya harus gugur di tengah proses seleksi.

"Bahkan jika saya gagal, sekadar bertemu dengan calon astronaut saja sudah merupakan pengalaman yang langka,” kata dia.

Dalam proses penyaringan tersebut, ada tiga tahapan berat yang harus ia lewati dengan baik.

Ia harus bersaing memperebutkan posisi dengan sekitar 120 kandidat lainnya dari Hong Kong.

Hingga pada bulan Agustus 2024, ia resmi dinyatakan lolos untuk pergi ke Beijing dan bergabung dengan tim astronaut Tiongkok.

Li menceritakan bahwa sesampainya di Beijing, ada tantangan baru yang cukup menyulitkan baginya.

Ia sempat terkendala saat berkomunikasi menggunakan Bahasa Mandarin karena terbiasa memakai Bahasa Kanton dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya itu, ia juga dituntut untuk bisa terjaga selama 72 jam hampir setiap hari untuk melatih kepekaan matanya di tempat yang gelap seperti gua.

Ia pun wajib menjalani latihan fisik ekstrem selama 48 jam di tengah cuaca gurun yang panas menyengat serta dingin.

Semua astronaut yang terpilih diharuskan menyelesaikan lebih dari 200 tugas pelatihan dalam delapan kategori utama untuk memenuhi kualifikasi penerbangan.

Meski begitu, tidak ada satu pun latihan berat tersebut yang membuat semangatnya luntur.

Satu-satunya hal yang sering mengganggu pikirannya adalah rasa rindu yang mendalam kepada anak-anaknya.

"Anak bungsu saya bertanya, mengapa harus saya yang pergi latihan bukan suami saya. Tetapi saya menjelaskan jika keluarga kami adalah rumah kecil. Negara kami adalah rumah besar. Ibu harus pergi mengurus rumah besar ini untuk sementara waktu,” katanya.

Li akhirnya berhasil terpilih dan terbang bersama Komandan sekaligus Teknisi Penerbangan Zhu Yangzhu, serta Pilot Zhang Zhiyuan.

Mereka dijadwalkan tinggal di luar angkasa dalam waktu yang cukup lama, bahkan diperkirakan hingga satu tahun penuh.

Li mengungkapkan bahwa tugas sebagai astronaut pertama dari Hong Kong ini memberikan tanggung jawab moral tersendiri bagi dirinya.

"Karena saya berasal dari Hong Kong, saya memiliki satu tugas lagi untuk menjadi jembatan bagi upaya antariksa Hong Kong, Makau, dan daratan Tiongkok," katanya.

Pada bulan November 2026 nanti, Li akan merayakan hari ulang tahunnya di luar angkasa, yang mana momen itu bertepatan dengan hari lahir anak perempuannya yang paling kecil.

Momen ini menjadi kali pertama bagi mereka merayakan hari spesial tersebut tanpa bisa bertemu secara langsung.

Kendati demikian, ia sudah mempersiapkannya dengan membawa beberapa lembar foto, gambar, dan surat dari keluarga tercinta.

“Kalau nanti kangen, saya cukup melihat barang-barang yang sudah saya bawa,” pungkasnya.

Terkini