Kisah Pilu Wasiat Pendaki Sukabumi Tewas di Gunung Rinjani

Senin, 18 Mei 2026 | 10:18:00 WIB
Petugas gabungan mengevakuasi pendaki (FOTO: NET)

SUKABUMI - Endang Subarna (48), seorang pendaki dari Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia ketika melakukan pendakian di Gunung Rinjani.

Utusan dari pihak keluarga pun membeberkan pesan terakhir yang ditinggalkan Endang.

Endang mengembuskan napas terakhirnya di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada hari Kamis (14/5).

Endang mendadak terjatuh lalu tidak sadarkan diri pada jalur pendakian Rinjani lewat Sembalun, tepatnya di area Bukit Penyesalan.

Endang sendiri merupakan penduduk asli Kampung Cagar Alam, RT 01/RW 03, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Sukabumi.

Ketua RW 03 Desa Sekarwangi, Rahmat Nugraha, memberikan klarifikasi atas kabar yang simpang siur mengenai keadaan kesehatan Endang sebelum ia mendaki Gunung Rinjani.

Rahmat mengungkapkan, mendiang sebenarnya mempunyai rekam medis gangguan pada pernapasan.

Diduga karena tekad yang amat kuat untuk tetap naik gunung, korban memaksakan keadaan fisiknya hingga pada akhirnya mendapat serangan jantung di jalur terjal antara Pos 2 menuju ke Pos 3.

"Adapun emang pada dasarnya mempunyai riwayat sesak napas gitu. Mungkin dikarenakan dia memaksakan diri untuk mendaki, akhirnya terjadilah musibah hilangnya nyawa," kata Rahmat.

Usai dievakuasi oleh tim SAR dari area Gunung Rinjani, jenazah korban segera diterbangkan ke Jawa Barat.

Pesawat terbang yang membawa jasad korban mendarat di bandara hari Jumat (15/5/2026) kira-kira pukul 12.30 WIB.

Pihak keluarga setelah itu langsung membawa jasad menggunakan ambulans pada pukul 13.15 WIB.

Ambulans tersebut langsung melaju menuju ke wilayah Cisarua.

Rahmat menerangkan penyebab jenazah Endang tidak dibawa pulang ke rumah kediamannya di area RW 03 Desa Sekarwangi, melainkan langsung menuju daerah Cisarua, Cibodas, Kecamatan Nagrak.

Pesan Terakhir Endang

Rupanya, tindakan itu diambil guna memenuhi wasiat atau pesan terakhir mendiang kepada istrinya sebelum ia bertolak untuk mendaki.

"Kenapa sampai bisa dimakamkan di kampung halamannya? Karena ada pesan dari mendiang suaminya, kata istrinya, kalau misalkan pendek usia, untuk ke depannya pengen dimakamkan katanya di dekat pemakaman ibu bapaknya yang berada di TPU Cisarua, Cibodas, Nagrak gitu," tutur Rahmat menjelaskan alasan pemindahan lokasi persemayaman.

Iring-iringan ambulans yang membawa jasad Endang dikabarkan sampai di kampung halamannya di Cisarua, Cibodas sekitar pukul 15.30 WIB.

Akan tetapi, proses pemakaman tidak dapat langsung dilaksanakan sebab daerah tersebut tengah diguyur oleh hujan yang sangat lebat.

Sesudah kondisi dinilai aman dan hujan mulai menyusut, kira-kira pukul 16.30 WIB, mendiang Endang Subarna akhirnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cisarua, Cibodas, Nagrak.

Jasadnya saat ini telah beristirahat dengan damai, tepat di sebelah makam kedua orang tuanya sesuai dengan permohonan terakhirnya.

Terkini