TASIKMALAYA – PT SMI kucurkan 230 miliar untuk perbaikan 32 ruas jalan Tasikmalaya guna mempercepat distribusi ekonomi dan memangkas biaya logistik di wilayah tersebut.
Langkah strategis ini diambil sebagai solusi atas terbatasnya anggaran pemerintah daerah dalam melakukan percepatan pembangunan infrastruktur fisik.
Faaris Pranawa menjelaskan bahwa instrumen pinjaman daerah ini bertujuan untuk mengakselerasi konektivitas wilayah tanpa memberatkan struktur fiskal daerah.
“Pembiayaan ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur jalan di Kabupaten Tasikmalaya, yang tidak hanya memperkuat konektivitas wilayah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pada sektor-sektor produktif seperti pertanian, perdagangan, dan UMKM. Kami kembali menegaskan bahwa pinjaman daerah merupakan instrumen percepatan pembangunan, bukan beban bagi pemerintah daerah,” ujar Faaris.
Melalui studi kelayakan yang mendalam, proyek ini diproyeksikan mampu memberikan nilai manfaat ekonomi yang lebih besar dibandingkan dengan biaya investasi yang dikeluarkan.
Kualitas jalan yang meningkat diprediksi akan membuat operasional kendaraan jauh lebih efisien serta mempersingkat waktu tempuh antarwilayah secara signifikan.
Peningkatan infrastruktur ini juga menjadi angin segar bagi para pelaku usaha kecil dan petani untuk memperkuat rantai pasok ke pasar.
Bupati Cecep Nurul Yakin menekankan bahwa kolaborasi ini adalah jawaban nyata atas aspirasi masyarakat yang menginginkan aksesibilitas lebih baik.
“Melalui dukungan pembiayaan ini, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dapat mempercepat peningkatan infrastruktur jalan yang selama ini menjadi kebutuhan mendasar masyarakat. Kami berharap pembangunan ini dapat meningkatkan aksesibilitas antarwilayah, memperkuat aktivitas ekonomi, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Cecep.
Kerja sama ini berjalan di bawah payung Program SINERGI yang digagas oleh Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan untuk memperluas akses pendanaan daerah.
Kehadiran dana segar ini diharapkan mampu menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi di saat pendapatan daerah berada pada angka 3,43 triliun pada 2025.
Secara nasional, komitmen pembiayaan untuk daerah telah menyentuh angka 37,44 triliun hingga periode Maret 2026.