SEMARANG - Wamendagri Bima Arya menyebut efisiensi anggaran dan sinergi pusat-daerah sebagai kunci utama dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Optimalisasi belanja daerah serta penguatan pendapatan asli menjadi langkah strategis yang terus didorong oleh pemerintah pusat.
"Jadi, kami sering menyemangati para kepala daerah dengan poin-poin efisiensi, inovasi PAD, kemudian PSN yang sebagian kepala daerah menganggap itu rasanya berat, tapi rasanya kalau dikawal sama-sama itu justru bisa mengungkit ekonomi daerah," kata Bima dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu.
Bima Arya menyampaikan bahwa pengawalan terhadap proyek strategis nasional merupakan instrumen penting bagi kemajuan wilayah.
Provinsi Jawa Tengah tercatat memiliki struktur pendapatan yang cukup kuat dengan kontribusi pendapatan asli daerah menyentuh angka 66,07.
"Kalau kita lihat bapak-ibu sekalian, kapasitas fiskal di Jawa Tengah ini mantap," ujarnya.
Bima Arya berpendapat bahwa kemandirian fiskal harus terus ditingkatkan bagi wilayah yang selama ini masih memiliki ketergantungan tinggi pada dana transfer pusat.
Setiap kebijakan publik kini berada di bawah pengawasan masyarakat luas sehingga pengelolaan dana harus dilakukan secara transparan.
"Kita semua harus hati-hati. Jangan sampai menganggarkan sesuatu yang tidak masuk akal," ujarnya.
Sinergi antara berbagai level pemerintahan menjadi elemen krusial dalam memastikan program prioritas berjalan sesuai rencana.
Pemerintah juga mulai memperkenalkan metode pembiayaan yang lebih kreatif guna mendukung kelancaran pembangunan di setiap provinsi.
"Ketika birokrasi dan para pemimpinnya bersinergi, ketika kepala daerah semangat untuk menjadikan program prioritas sebagai pengungkit ekonomi daerah, maka Insyaallah Jawa Tengah akan selalu terdepan," kata Bima.
Pemanfaatan aset daerah secara maksimal diyakini mampu menjadi penggerak ekonomi yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.