JAKARTA – Kemenhub evaluasi taksi Green SM imbas tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi. Petugas evakuasi gerbong wanita ke tepi rel guna kelancaran arus kereta.
Langkah normalisasi jalur di stasiun Bekasi Timur terus dikebut oleh petugas gabungan demi mengembalikan jadwal perjalanan kereta.
"Dalam hal ini Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan daratnya telah menyampaikan akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green," kata Seskab saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Teddy Indra Wijaya menyebutkan bahwa tindakan ini menjadi bagian penting dari peninjauan ulang standar keselamatan transportasi publik secara menyeluruh.
Pemerintah berkomitmen melakukan penataan pada sistem pengamanan di perlintasan sebidang untuk mencegah jatuhnya korban jiwa di masa mendatang.
Teddy menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan restu untuk percepatan infrastruktur jembatan layang di area tersebut.
Proses pemindahan gerbong yang terdampak tabrakan dilakukan secara manual dan mekanis agar tidak mengganggu proses identifikasi yang sedang berjalan.
Perusahaan transportasi listrik asal Vietnam yang terlibat dalam peristiwa ini menyatakan kesiapannya untuk bersikap transparan terhadap otoritas terkait.
Pihak manajemen Green SM Indonesia mengonfirmasi telah menyerahkan seluruh dokumen dan data operasional yang diperlukan oleh tim penyidik kepolisian.
"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," kata perusahaan taksi listrik asal Vietnam tersebut.
Data terkini menunjukkan sebanyak 14 orang dinyatakan meninggal dunia akibat insiden maut yang terjadi pada Senin malam itu.
Selain korban jiwa, tercatat 84 orang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit.
Pemerintah daerah setempat diminta untuk memperketat pengawasan pada titik-titik persimpangan kereta yang memiliki volume kendaraan sangat tinggi setiap harinya.