Senyum Penyintas Desa Tunyang Kembali Rekah di Huntara Baru

Sabtu, 25 April 2026 | 19:42:04 WIB
Ketua Satgas PRR Tito Karnavian mengunjungi warga penyintas bencana di Bener Meriah, Aceh.

JAKARTA – Kehadiran hunian sementara di Desa Tunyang berhasil mengembalikan senyum dan harapan para penyintas bencana yang kini menempati fasilitas lebih layak.

Pembangunan tempat tinggal sementara di Kecamatan Timang Gajah telah rampung dengan menyediakan berbagai fasilitas penunjang bagi masyarakat.

"Ini (huntara) luar biasa saya enggak banyak melihat yang seperti ini. Sangat rapi dan mereka juga terlihat sekali wajah masyarakat jauh beda waktu kita dua bulan lalu datang, mereka menangis, di sini mereka sudah tersenyum tertawa," kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/4), melansir dari antaranews.com.

Kondisi psikologis warga kini terlihat lebih stabil dibandingkan saat awal masa tanggap darurat beberapa bulan sebelumnya.

Tito Karnavian menjelaskan bahwa ketersediaan sarana ibadah, area bermain, hingga sanitasi di lokasi tersebut menjadi faktor penting pemulihan warga.

Langkah berikutnya mencakup distribusi bantuan dana sebesar 15.000 per jiwa untuk jaminan hidup harian selama 3 bulan.

Keluarga penyintas juga dijadwalkan menerima bantuan isi hunian senilai 3 juta serta modal ekonomi sebesar 5 juta.

Pemerintah daerah setempat diminta segera menyelesaikan validasi data mengenai pilihan model tempat tinggal permanen bagi warga.

"Jadi saya memerlukan data itu secepat mungkin. Nanti tolong (mereka) didatangi, Bapak Bupati (Bener Meriah Tagore Abubakar), apa pilihan dari warga-warga," kata Tito, mengutip dari antaranews.com.

Terdapat opsi bagi masyarakat untuk memilih skema pembangunan rumah di lokasi awal atau berpindah ke area komunal.

Kartini yang merupakan salah satu warga setempat merasa tenang karena janji penyediaan tempat tinggal bagi 2 anaknya telah ditepati.

"Waktu itu saya cerita, dan Pak Tito tahu, saya kehilangan suami saya. Suami saya hanyut, saya bingung, gimana ini anak-anak saya. Waktu itu Pak Tito bilang bakal secepatnya bangunkan huntara, supaya saya dan anak- anak tinggal (di hunian) layak," kata Kartini saat diwawancarai di Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, Aceh, dikutip dari antaranews.com.

Kartini mengaku kehidupannya jauh lebih teratur sejak pindah dari tenda darurat ke bangunan yang lebih kokoh.

"Saya cuma mau mengucapkan terima kasih sudah dibangunkan huntara. Jujur sangat meredakan (kesulitan hidup) kami ketimbang waktu di tenda," kata Kartini melalui antaranews.com.

Kekhawatiran mengenai masa depan anak-anaknya perlahan mulai berkurang seiring kepastian pembangunan rumah tetap dari pemerintah.

"Beliau langsung tahu saya, begitu saya bilang 'saya Kartini'. Beliau langsung tanya gimana kabar anak-anak saya. Pak Tito masih ingat betul, waktu pertama kali menemui saya dan anak- anak di tenda. Saya jawab kondisi kami baik," kata Kartini, sebagaimana diberitakan antaranews.com.

Semangat untuk memulai lembaran baru kini dirasakan oleh para penghuni di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.

"Tapi saya ingin berterima kasih kepada Pak Tito setelah membantu kami. Kami sangat senang tinggal di huntara, kondisi kami sudah membaik," kata Kartini sesuai laporan antaranews.com.

Terkini