MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara mengoptimalkan kebijakan Energi Baru Terbarukan (EBT) guna mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan dan gas bumi.
Langkah ini diambil menyusul semakin relevannya isu ketahanan energi di tengah menipisnya cadangan bahan bakar fosil secara global.
Pemerintah daerah menyadari bahwa ketergantungan pada sumber daya konvensional harus mulai diimbangi dengan inovasi ramah lingkungan.
"Kondisi tersebut juga dirasakan di Barito Utara yang masih bergantung pada energi konvensional," kata Muhlis, sebagaimana dilangsir dari antara.news, Jumat (24/4/2026).
Sekretaris Daerah Barito Utara tersebut menjelaskan bahwa sektor pertambangan masih menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi PDRB sebesar 35,53 persen.
Meskipun Blok Bangkanai memasok gas dalam jumlah besar, sumber daya tersebut dipastikan akan habis pada masa mendatang.
Muhlis berpendapat bahwa kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi pintu masuk untuk menggali potensi energi hijau di wilayahnya.
Dana bagi hasil dari sektor tambang yang mencapai 2,9 triliun rupiah pada 2025 diarahkan untuk mendukung transisi ekonomi yang lebih berkelanjutan.
"Gas memang termasuk energi baru, tetapi tidak dapat diperbarui. Cepat atau lambat akan mengalami penurunan hingga kelangkaan," jelasnya, dikutip dari antara.news, Jumat (24/4/2026).
Potensi energi gas di Kecamatan Lahei saat ini memang masih menjadi penopang utama pembangkit listrik tenaga mesin gas setempat.
Namun, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa pembangunan jangka panjang tidak hanya bertumpu pada kekayaan alam yang dapat habis.
Sinergi dengan tim riset diharapkan mampu memberikan data akurat terkait jenis EBT yang paling cocok dikembangkan di zona timur Kalimantan Tengah.
"Dengan kehadiran tim BRIN, kita berharap dapat berkolaborasi, bersinergi, dan berakselerasi demi kemajuan daerah, khususnya dalam mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan di Barito Utara," ujarnya, melansir antara.news, Jumat (24/4/2026).
Perubahan pola pikir dan strategi pembangunan menjadi target utama dalam pertemuan koordinasi yang digelar di Muara Teweh tersebut.
Pemerintah optimistis bahwa terobosan teknologi akan membawa Barito Utara tumbuh lebih pesat tanpa merusak ekosistem lingkungan.
"Semoga ini menjadi awal dari langkah besar kita untuk mewujudkan Barito Utara yang maju, tumbuh pesat, sejahtera, dan berkeadilan," ujar Muhlis, sebagaimana dilangsir dari antara.news, Jumat (24/4/2026).
Pemanfaatan EBT dipandang sebagai solusi strategis dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang sering memicu fluktuasi harga energi.
Kemandirian energi di tingkat lokal akan menjadi fondasi kuat bagi kesejahteraan masyarakat Barito Utara di masa depan.