JAKARTA - Rencana pemindahan aktivitas pemerintahan ke Ibu Kota Nusantara terus menunjukkan perkembangan yang semakin nyata.
Salah satu langkah penting terlihat dari kesiapan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mulai berkantor di kawasan tersebut. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa IKN mulai difungsikan secara bertahap dalam waktu dekat.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan. Ia menjelaskan bahwa langkah-langkah teknis sudah mulai berjalan untuk mendukung aktivitas kerja di sana. Proses ini mencerminkan kesiapan yang semakin matang dari sisi infrastruktur dan sumber daya manusia.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bisa mulai berkantor di IKN pada tahun ini. Hal tersebut diungkap Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono saat rapat bersama Komisi II DPR RI, Jakarta.
Pengiriman Staf sebagai Langkah Strategis
Salah satu bentuk kesiapan yang dilakukan adalah pengiriman staf ke lokasi IKN. Langkah ini bertujuan untuk memastikan semua kebutuhan teknis dapat dipersiapkan lebih awal. Dengan adanya tim di lapangan, proses penyesuaian diharapkan berjalan lebih lancar.
Basuki menyebut bahwa sekitar 50 staf telah ditugaskan untuk mendukung persiapan tersebut. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam memastikan operasional berjalan sesuai rencana. Persiapan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari administrasi hingga kesiapan fasilitas kerja.
"Saya kira ini, iya (siap ngantor di IKN), karena sudah ada menugaskan 50 staf ke sana untuk persiapan-persiapannya," kata Basuki.
Target Waktu Mulai Berkegiatan di IKN
Rencana waktu pelaksanaan menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut. Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy turut menanyakan kepastian kapan Gibran akan mulai berkantor di IKN. Pertanyaan ini menunjukkan pentingnya kepastian waktu dalam proses transisi pemerintahan.
Menanggapi hal tersebut, Basuki memberikan jawaban yang menunjukkan optimisme. Ia berharap agar proses ini dapat segera terealisasi dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut memberikan gambaran bahwa target tahun ini masih sangat memungkinkan. "Mudah-mudahan akan segera. Insyaallah (tahun ini)," jawab Basuki.
Kesiapan Infrastruktur dan Fasilitas Pendukung
Selain kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur di IKN juga disebut telah hampir rampung. Basuki menyampaikan bahwa berbagai fasilitas utama sudah tersedia dan siap digunakan. Hal ini menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas kerja pejabat negara di lokasi baru.
Gedung perkantoran, hunian, serta perabotan telah dipersiapkan untuk menunjang kebutuhan sehari-hari. Dengan kondisi tersebut, perpindahan aktivitas kerja dapat dilakukan tanpa hambatan berarti. Kesiapan ini menjadi bukti bahwa pembangunan IKN telah memasuki tahap yang lebih maju.
Basuki juga berharap agar Gibran segera berkantor di IKN, menyusul dirinya yang telah lebih dulu tinggal di sana. Menurutnya, semua persiapan saat ini hampir tuntas, mulai dari gedung, rumah, dan seluruh perabotan.
Optimisme Realisasi dan Tahap Akhir Persiapan
Meskipun belum ada kepastian tanggal pasti, peluang untuk mulai berkantor tahun ini tetap terbuka lebar. Basuki menegaskan bahwa kesiapan fasilitas sudah mendukung jika keputusan tersebut diambil. Hal ini memberikan keyakinan bahwa proses perpindahan dapat segera terealisasi.
Ia juga menjelaskan bahwa beberapa bagian masih dalam tahap penyempurnaan. Namun, kondisi tersebut tidak menjadi hambatan besar untuk memulai aktivitas kerja. Dengan kesiapan yang ada, semua kemungkinan tetap terbuka. "Tahun ini bisa, karena gedungnya sudah jadi ya, sudah furniture-nya juga yang sementara juga sudah jadi," pungkasnya.