JAKARTA - Pembangunan infrastruktur di daerah terus menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk TNI Angkatan Darat yang turut berkontribusi langsung di lapangan.
Salah satu langkah nyata terlihat di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, di mana prajurit TNI AD berhasil menyelesaikan pembangunan jembatan modular yang kini telah dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Kehadiran jembatan ini tidak hanya menjadi solusi atas keterbatasan akses, tetapi juga membuka peluang peningkatan mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Jembatan Penghubung Dua Desa Kini Sudah Bisa Digunakan
TNI AD membangun jembatan modular di Desa Lubuk Palas, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara untuk mempermudah aktivitas warga.
Dalam keterangan diterima di Jakarta, Senin, dijelaskan bahwa jembatan penghubung dua wilayah yakni Desa Lubuk Palas dan Desa Silau Baru tersebut sudah diselesaikan pada Minggu (29/3) dan sekarang sudah bisa digunakan warga.
Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan masyarakat yang sebelumnya harus melalui jalur alternatif yang lebih jauh dan kurang efisien.
Prajurit TNI Terlibat Langsung dalam Proses Pembangunan
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta menjelaskan jembatan itu dibangun oleh prajurit dari Kodim 0208/Asahan melalui Koramil 07/Air Joman bersama personel Yonzipur 1/Dhira Dharma.
Donny menjelaskan prajurit dari satuan tersebut membangun jembatan secara bertahap, yakni diawali dengan survei dan perencanaan yang meliputi pengukuran bentang, analisis kondisi lokasi serta penentuan kapasitas beban guna memastikan konstruksi yang kuat dan aman.
Keterlibatan langsung prajurit di lapangan menunjukkan peran aktif TNI dalam mendukung pembangunan daerah, terutama di wilayah yang membutuhkan percepatan infrastruktur.
Pembangunan Dilakukan Bertahap hingga Konstruksi Rampung
Tahap berikutnya, lanjut dia, para prajurit membangun fondasi dengan cara pengecoran beton dan pembuatan penopang di kedua sisi jembatan.
"Setelah itu, personel TNI bersama tim teknisi dan masyarakat bergotong royong merakit rangka modular di lokasi hingga terbentuk konstruksi utama jembatan," jelas Donny.
Pada tahap akhir, prajurit memasang pelat lantai dan penimbunan oprit sebagai akses keluar-masuk agar jembatan tersebut bisa digunakan masyarakat.
"Prajurit juga memasang bendera Merah Putih di lokasi menjadi simbol semangat kebersamaan dan pengabdian dalam pembangunan," tutur Donny.
Seluruh tahapan dilakukan secara sistematis guna memastikan jembatan yang dibangun memiliki kualitas yang baik dan aman untuk digunakan dalam jangka panjang.
Dorong Mobilitas dan Perekonomian Masyarakat Setempat
Ia mengharapkan dengan adanya jembatan tersebut, mobilitas warga bisa semakin tinggi sehingga perputaran perekonomian di wilayah tersebut bisa terus berjalan.
Dengan akses yang lebih mudah, masyarakat kini dapat melakukan aktivitas seperti distribusi hasil pertanian, perdagangan, hingga kegiatan sosial dengan lebih lancar.
Pembangunan jembatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan infrastruktur di daerah.