Angkutan Lebaran 2026 Resmi Ditutup, Pergerakan Masyarakat Capai 147 Juta

Senin, 30 Maret 2026 | 15:48:11 WIB
Angkutan Lebaran 2026 Resmi Ditutup, Pergerakan Masyarakat Capai 147 Juta

JAKARTA - Pemerintah telah secara resmi menutup posko pemantauan Angkutan Lebaran 2026, menandai berakhirnya masa operasional mudik dan balik tahun ini.

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan, jumlah pergerakan masyarakat selama periode Lebaran 2026 tercatat melampaui prediksi awal, dengan peningkatan yang signifikan di seluruh moda transportasi.

Kenaikan Jumlah Pergerakan Masyarakat Selama Angkutan Lebaran

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa, selama 17 hari masa pemantauan yang berlangsung dari 13 hingga 29 Maret 2026, mobilitas masyarakat menunjukkan angka yang luar biasa. 

Berdasarkan data yang dihimpun melalui Mobile Positioning Data (MPD), total pergerakan masyarakat tercatat mencapai 147,55 juta orang, mengalami kenaikan sebesar 2,53% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencatatkan 143,92 juta orang.

"Jumlah orang yang melakukan perjalanan mengalami peningkatan, dan hasil survei yang lebih baik dari prediksi awal menjadi bukti bahwa mobilitas masyarakat semakin tinggi," ujar Dudy.

Tren Peningkatan di Semua Moda Transportasi

Peningkatan signifikan ini juga terlihat pada sektor transportasi umum. Pada masa Lebaran tahun ini, total jumlah penumpang angkutan umum tercatat sebanyak 23,54 juta orang, meningkat 10,87% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Tren kenaikan penumpang ini tidak hanya terjadi pada satu jenis transportasi saja, tetapi merata di seluruh moda transportasi.

"Setiap moda transportasi mengalami kenaikan volume penumpang yang cukup signifikan," ujar Dudy. 

Adapun rincian kenaikan per moda transportasi adalah sebagai berikut: angkutan jalan mengalami kenaikan sebesar 11,64%, angkutan laut tumbuh 9,86%, angkutan udara meningkat 6,97%, dan kereta api naik 10,13%.

Namun, lonjakan terbesar terjadi pada moda penyeberangan yang meningkat pesat hingga 15,36%. 

Peningkatan ini diikuti dengan peningkatan arus kendaraan pribadi, di mana sebanyak 2,96 juta kendaraan tercatat keluar dari wilayah Jabodetabek, mencatatkan kenaikan sebesar 4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pergerakan Kendaraan dan Arus Balik ke Jabodetabek

Dari sisi pergerakan kendaraan pribadi, distribusi pergerakan kendaraan keluar Jabodetabek mengalami variasi. Sebanyak 51,5% kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek menuju wilayah Jawa, terutama ke arah Timur, termasuk Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. 

Sementara itu, 26,50% kendaraan melaju ke arah Barat, menuju Banten dan Sumatra, dan 22% lainnya bergerak ke arah Selatan, termasuk Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Sukabumi.

Sementara itu, untuk arus balik, tercatat sekitar 2,70 juta kendaraan kembali ke wilayah Jabodetabek. Angka ini mengalami penurunan tipis sebesar 0,4% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Sebagian besar kendaraan kembali dari arah Timur (48%), diikuti oleh 28,3% dari arah Barat, dan 23,5% dari arah Selatan.

Kondisi Kecepatan dan Ketepatan Waktu Layanan Transportasi

Dudy Purwagandhi juga memberikan penjelasan terkait kecepatan rata-rata kendaraan di rute mudik dan arus balik. 

Kecepatan rata-rata kendaraan pada rute Jakarta-Semarang tercatat cukup stabil selama masa mudik, yakni sekitar 81,60 km per jam. Hal serupa juga terjadi pada masa arus balik dari Timur ke Barat, di mana kecepatan rata-rata tercatat 81,36 km per jam.

Selain itu, Dudy juga memaparkan tentang tingkat ketepatan waktu atau on-time performance layanan transportasi. Moda transportasi darat tercatat memiliki ketepatan waktu sebesar 74,93%, sedangkan moda laut mencapai 96,99%. 

Untuk penerbangan domestik, tingkat ketepatan waktu tercatat sebesar 76,15%, sementara moda kereta api antarkota memiliki ketepatan waktu sebesar 96,90%. 

Moda kereta api perkotaan regional tercatat yang tertinggi dengan tingkat ketepatan waktu mencapai 98,90%, dan moda penyeberangan mencatatkan angka 94,74%.

Dudy menyimpulkan bahwa meskipun ada peningkatan volume mobilitas yang signifikan, layanan transportasi selama Angkutan Lebaran 2026 secara keseluruhan berhasil berjalan dengan lancar, meskipun ada sedikit penurunan pada beberapa indikator arus balik. 

Semua pencapaian ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengelola transportasi mudik dan balik dengan baik, mengoptimalkan distribusi dan memperhatikan kenyamanan serta keamanan masyarakat.

Terkini