JAKARTA - Perjalanan karier Thiago Pitarch tengah memasuki fase penting yang tidak hanya menentukan masa depannya di level klub, tetapi juga di panggung internasional.
Di usia yang masih sangat muda, gelandang Real Madrid itu sudah dihadapkan pada pilihan besar terkait negara yang akan dibelanya.
Sorotan terhadap Pitarch semakin tajam setelah ia menunjukkan perkembangan pesat bersama tim utama. Tidak hanya tampil konsisten, ia juga mulai dipercaya sebagai starter, sebuah pencapaian langka bagi pemain seusianya di klub sebesar Real Madrid.
Perkembangan Pesat di Level Klub
Talenta muda Thiago Pitarch tengah menjadi sorotan dalam beberapa bulan terakhir. Gelandang berusia 18 tahun itu sukses menembus tim utama Real Madrid dan kini mulai rutin tampil sebagai starter, sebuah pencapaian yang jarang diraih pemain seusianya di klub sebesar Los Blancos.
Performa impresif Pitarch membuat masa depannya di level internasional ikut menjadi bahan perbincangan. Ia diketahui memiliki dua opsi negara untuk dibela, yakni Spanyol dan Maroko.
Situasi ini membuat namanya semakin sering dibicarakan, baik oleh media maupun pengamat sepak bola.
Potensinya dinilai mampu membawa dampak besar bagi tim yang akan ia pilih di masa depan.
Dua Pilihan Negara yang Menarik
Selama ini, Pitarch sudah memperkuat Spanyol di level kelompok umur, namun peluang membela Maroko tetap terbuka berkat latar belakang keluarganya.
Federasi sepak bola Maroko bahkan bergerak aktif untuk membujuk Pitarch agar beralih kewarganegaraan sepak bola. Mereka berharap sang pemain mengikuti jejak rekan setimnya di Madrid, Brahim Diaz, yang lebih dulu memilih memperkuat tim berjuluk Atlas Lions.
Pendekatan tersebut menunjukkan betapa seriusnya Maroko dalam mengamankan jasa pemain muda berbakat ini.
Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Pitarch.
Dukungan Terbuka dari Maroko
Gol Menit Akhir, Real Madrid Bungkam Celta Vigo
Perbesar
Real Madrid mendominasi penguasaan bola sejak awal babak kedua. Tampak dalam foto, gelandang Celta Vigo asal Spanyol, Miguel Roman dan gelandang Real Madrid asal Spanyol, Thiago Pitarch, bersaing untuk mendapatkan bola atas pada pertandingan pekan ke-27 La Liga 2025/2026 di Estadio Abanca-Balaidos pada Jumat 6 Maret 2026 waktu setempat atau Sabtu 7 Maret 2026 dini hari WIB. (Miguel RIOPA/AFP)
Dukungan juga datang dari penjaga gawang Maroko, Yassine Bounou. Ia secara terbuka menyatakan bahwa Pitarch akan disambut hangat jika memutuskan bergabung dengan tim nasional Maroko.
“Beri tahu dia bahwa kami selalu membuka pintu untuknya. Dia punya keluarga di sini dan juga di Spanyol. Pada akhirnya, dia akan memilih sesuai kata hatinya. Setiap pemain yang punya hubungan dengan Maroko selalu diterima, terlebih jika dia pemain Real Madrid,” ujar Bounou.
Pernyataan tersebut menjadi bentuk dukungan moral sekaligus ajakan terbuka kepada Pitarch.
Hal ini memperlihatkan betapa besar harapan Maroko terhadap keputusan sang pemain.
Sinyal Kuat dari Timnas Spanyol
Namun di tengah gencarnya pendekatan dari Maroko, sinyal kuat justru datang dari kubu Spanyol. Pelatih La Roja, Luis de la Fuente, mengungkapkan bahwa Pitarch tetap berkomitmen untuk membela Spanyol di level senior.
Pernyataan tersebut kemudian diperkuat oleh konfirmasi langsung dari sang pemain. Dengan demikian, peluang Maroko untuk “membajak” Pitarch tampaknya semakin menipis.
Keputusan ini mencerminkan keyakinan Pitarch terhadap peluangnya di tim nasional Spanyol.
Ia tampaknya siap bersaing dengan para pemain top demi mendapatkan tempat di skuad utama.
Ambisi Besar dan Masa Depan Cerah
Manchester City vs Real Madrid
Perbesar
Vinicius Junior dari Real Madrid merayakan gol pembuka dari titik penalti bersama Thiago Pitarch, di sebelah kanan, selama pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Manchester City dan Real Madrid di Manchester, Rabu, 18 Maret 2026. (AP Photo/Dave Thompson)
Keputusan ini tak lepas dari ambisi besar Pitarch untuk menembus skuad utama Spanyol. Meski lini tengah La Roja saat ini dipenuhi pemain bintang, ia tetap optimistis bisa mendapatkan kesempatan di masa depan.
Piala Dunia 2026 mungkin datang terlalu cepat bagi perkembangan kariernya. Namun, dengan usia yang masih sangat muda dan performa yang terus menanjak, peluang Pitarch untuk menjadi bagian penting Spanyol di tahun-tahun mendatang terbuka lebar.
Dengan kombinasi bakat, kerja keras, dan kepercayaan diri, Pitarch berpotensi menjadi salah satu bintang besar sepak bola Eropa di masa depan.