Pelni Siapkan 751.550 Tiket Angkutan Lebaran 2026 Layani Nasional

Kamis, 05 Maret 2026 | 11:31:15 WIB
Pelni Siapkan 751.550 Tiket Angkutan Lebaran 2026 Layani Nasional

JAKARTA - Arus mudik Lebaran selalu menjadi momentum pergerakan masyarakat terbesar dalam satu tahun. 

Mobilitas lintas pulau yang meningkat tajam membuat kesiapan transportasi laut memegang peranan penting dalam menjaga kelancaran perjalanan.

Lonjakan penumpang yang signifikan saat arus mudik dan arus balik menuntut perencanaan matang, mulai dari ketersediaan tiket, kesiapan armada, hingga dukungan operasional. Setiap detail teknis harus dipastikan berjalan sesuai standar.

Untuk angkutan Lebaran 2026, PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni Persero memastikan seluruh aspek tersebut telah dipersiapkan secara komprehensif. Langkah ini dilakukan guna menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah nusantara.

PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni Persero menyiapkan 751.550 tiket untuk menyukseskan angkutan Lebaran 2026 guna mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan arus balik.

"Di angkutan Lebaran tahun ini 2026 Pelni menyediakan tiket sebanyak 751.550 tiket," kata Direktur Utama PT Pelni Tri Andayani. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadapi lonjakan permintaan.

Tri Andayani menyampaikan persiapan angkutan Lebaran 1447 Hijriah telah dilakukan secara menyeluruh demi memastikan pelayanan berjalan aman, tertib, dan lancar. Fokus utama tetap pada keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Masa Peak Season Dan Proyeksi Penumpang

Masa peak season ditetapkan mulai 6 Maret hingga 6 April 2026 dengan proyeksi puncak arus mudik pada 18 Maret dan puncak arus balik 2 April. Penetapan periode ini menjadi acuan operasional secara nasional.

Penetapan periode ini menjadi acuan dalam pengaturan jadwal, rotasi kapal, serta distribusi tiket di berbagai rute strategis. Dengan perencanaan ini, perusahaan berupaya menghindari kepadatan berlebih.

Secara keseluruhan, Pelni memproyeksikan jumlah penumpang angkutan Lebaran 2026 mencapai 641.025 orang, sedikit menurun dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Meski demikian, antisipasi tetap dilakukan secara optimal.

Meski ada penurunan proyeksi, perusahaan tetap mengantisipasi lonjakan pada tanggal-tanggal favorit keberangkatan. Dengan ketersediaan tiket yang disiapkan lebih dari 750 ribu lembar, Pelni berupaya memastikan kebutuhan masyarakat tetap terakomodasi secara optimal.

Kesiapan Armada Layani Rute Nasional

Pada periode angkutan Lebaran, Pelni mengoperasikan total 55 kapal yang terdiri atas 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis untuk melayani berbagai rute nasional. Armada ini menjangkau wilayah barat hingga timur Indonesia.

Ia merinci armada tersebut mencakup 11 kapal kapasitas 3.000 penumpang, 10 kapal 2.000 penumpang, sembilan kapal 1.000 penumpang, serta kapal kapasitas 500 penumpang dan ro ro. Komposisi ini disesuaikan dengan kebutuhan tiap rute.

Dari total armada tersebut, kapasitas kursi untuk satu kali keberangkatan mencapai 56.069 seat yang siap melayani lonjakan penumpang selama musim mudik. Angka ini menjadi tulang punggung operasional Lebaran.

Sebanyak lebih dari 300 pelabuhan akan disinggahi oleh 55 kapal Pelni guna menjangkau wilayah kepulauan dan daerah terpencil di Indonesia. Cakupan ini menjadi kekuatan utama Pelni dalam mendukung konektivitas nasional.

Standar Keselamatan Dan Kelaikan Kapal

Lebih lanjut Anda memastikan seluruh armada dipastikan beroperasi penuh selama peak season dan telah menyelesaikan proses docking sebagai bagian dari persiapan teknis. Tahapan ini menjadi syarat penting sebelum kapal dioperasikan.

Selain itu, ramp check dilakukan oleh Kementerian Perhubungan guna memastikan setiap kapal laik laut sebelum dioperasikan melayani masyarakat. Pengawasan eksternal memperkuat standar keselamatan.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama selama periode padat penumpang. Tidak ada kompromi terhadap aspek keamanan.

Kesiapan teknis kapal, mulai dari mesin, sistem navigasi, hingga fasilitas penumpang, menjadi perhatian khusus agar perjalanan berlangsung tanpa hambatan berarti. Pelni menekankan bahwa aspek keselamatan dan kenyamanan tetap dijaga meskipun volume perjalanan meningkat signifikan.

Dukungan Operasional Dan Ketersediaan BBM

Dari sisi operasional, Pelni juga memantau ketersediaan bahan bakar minyak untuk mendukung kelancaran perjalanan selama periode Lebaran. Stabilitas pasokan menjadi elemen vital.

Kebutuhan bahan bakar reguler mencapai 18.000 kiloliter per bulan, sementara pada peak season meningkat menjadi 22.000 kiloliter. Pengamanan pasokan ini menjadi faktor penting agar tidak terjadi gangguan jadwal akibat keterbatasan energi operasional.

Ia menegaskan komitmen memberikan pelayanan terbaik meskipun bertepatan dengan bulan Ramadhan dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang. Pelni berharap perjalanan mudik dan arus balik tahun ini berlangsung selamat, aman, dan nyaman.

Melalui kesiapan armada, tiket, dan dukungan operasional, Pelni optimistis angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lancar dan mendukung mobilitas nasional secara maksimal. Dengan jaringan lebih dari 300 pelabuhan, perusahaan kembali memainkan peran strategis menjaga konektivitas antarpulau.

Terkini