QRIS Tap Belum Bisa Dipakai di iPhone Ini Penjelasan Resmi BI

Senin, 23 Februari 2026 | 12:21:30 WIB
QRIS Tap Belum Bisa Dipakai di iPhone Ini Penjelasan Resmi BI

JAKARTA - Inovasi pembayaran digital di Indonesia terus bergerak cepat seiring kebutuhan transaksi yang makin instan. 

Salah satu terobosan terbaru adalah QRIS Tap yang memanfaatkan teknologi NFC untuk mempercepat proses pembayaran. Namun di balik kemudahan tersebut, tidak semua pengguna ponsel bisa langsung menikmati fitur ini. Pengguna iPhone untuk sementara masih harus menunggu.

Pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus mengalami perkembangan, termasuk melalui fitur terbaru QRIS Tap yang mengandalkan teknologi near field communication (NFC). Fitur ini dirancang untuk memangkas waktu transaksi. Sistemnya memungkinkan pembayaran hanya dengan mendekatkan ponsel ke mesin pembaca. Proses menjadi lebih praktis dibanding pemindaian QR biasa.

Namun, penggunaan QRIS Tap saat ini belum dapat diakses oleh pengguna iPhone karena keterbatasan akses NFC dari Apple. Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan, pihaknya meminta pengguna iPhone untuk bersabar karena Apple hingga kini belum membuka fitur NFC untuk pihak ketiga. Kebijakan tersebut menjadi kendala utama implementasi di perangkat iOS.

“Pengguna QRIS mohon bersabar untuk iPhone ya. Karena saat ini memang Apple itu belum membuka NFC fiturnya gitu ya. Dia hanya membuka untuk Apple Pay,” ujar Filianingsih dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI Februari 2026. Pernyataan ini menegaskan keterbatasan akses teknologi. Saat ini NFC di iPhone hanya tersedia untuk layanan tertentu.

Menurut dia, Apple Indonesia maupun kantor pusat Apple telah berkomunikasi dengan BI untuk membahas kemungkinan pembukaan akses NFC bagi QRIS Tap. “Nah, sebetulnya untuk pihak Apple Indonesia maupun Apple eh headquarter-nya sudah datang dan mereka juga akan mendalami mereka akan membuka dan akan mendalami fitur QRIS Tap gitu ya untuk melihat kemungkinan untuk membuka fitur NFC-nya seperti yang sudah mereka lakukan di Uni Eropa,” kata Filianingsih.

Apa itu QRIS Tap

Bank Indonesia memperkenalkan QRIS Tap sebagai pengembangan dari sistem pembayaran QRIS yang sebelumnya mengandalkan pemindaian kode QR. Jika QRIS konvensional bekerja dengan memindai kode statis atau dinamis, QRIS Tap memungkinkan transaksi dilakukan dengan mendekatkan ponsel ke mesin pembaca berbasis NFC. Mekanisme ini dinilai lebih cepat dan efisien.

Secara teknis, QRIS Tap memanfaatkan teknologi NFC pada ponsel pintar Android yang telah mendukung fitur tersebut. Pengguna cukup membuka aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS, memilih metode QRIS Tap, lalu menempelkan ponsel ke terminal pembaca. Proses ini membuat transaksi berlangsung lebih cepat tanpa perlu memindai kode QR secara visual.

Bank sentral menjelaskan, QRIS Tap dirancang untuk meningkatkan kecepatan dan kenyamanan transaksi, khususnya pada sektor dengan frekuensi tinggi seperti transportasi publik, ritel modern, hingga sektor perhotelan dan restoran. Peluncuran QRIS Tap dilakukan sebagai bagian dari strategi digitalisasi sistem pembayaran nasional. Langkah ini juga mendukung integrasi pembayaran domestik yang lebih efisien.

Pertumbuhan transaksi QRIS Tap

Filianingsih mengungkapkan, penggunaan QRIS Tap menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, khususnya pada sektor transportasi dan area hospitality. “Nah, untuk QRIS Tap ini memang terus tumbuh untuk sektor transportasi maupun merchant untuk hotel dan restoran. Jadi, hospitality area ini juga mulai menggunakan QRIS Tap,” ujarnya.

Ia menyebutkan, saat ini QRIS Tap telah memproses lebih dari 475.000 transaksi. Angka tersebut tumbuh sekitar 7,9 persen secara bulanan (month to month/mtm). “Kalau kita lihat ini memproses lebih dari 475.000 transaksi dan ini tumbuh sekitar 7,9 persen month to month,” tutur Filianingsih.

Dari sisi nominal transaksi, pertumbuhan juga tercatat positif. Nilai transaksi QRIS Tap meningkat 6,4 persen secara bulanan, dengan total sekitar Rp 4,6 miliar. “Nah, nominal juga meningkat tumbuh 6,4 persen month to month atau sekitar 4,6 miliar,” ujarnya.

Perbedaan ticket size transaksi

BI juga mencatat adanya perbedaan rata-rata nilai transaksi atau ticket size antara sektor transportasi dan sektor lain seperti restoran maupun ritel. “Tiket size ini memang berbeda antara transportasi itu tiket size-nya itu sekitar 5.000-an. Sementara kalau untuk restoran atau retail yang lain itu sekitar 70.000-an,” kata Filianingsih.

Perbedaan tersebut mencerminkan karakteristik penggunaan QRIS Tap yang beragam. Pada sektor transportasi, nilai transaksi relatif kecil karena digunakan untuk pembayaran tiket perjalanan harian. Sebaliknya, di sektor restoran dan ritel, nilai transaksi cenderung lebih tinggi karena mencakup pembelian makanan dan produk.

Kendala dan keamanan sistem

Meski mencatat pertumbuhan, adopsi QRIS Tap di Indonesia masih belum merata pada seluruh ekosistem perangkat. Pengguna iPhone belum dapat memanfaatkan fitur ini karena keterbatasan akses NFC. Sebagaimana disampaikan Filianingsih, Apple saat ini hanya membuka akses NFC untuk layanan Apple Pay.

QRIS sendiri diluncurkan oleh BI pada 17 Agustus 2019 sebagai standar nasional kode QR untuk pembayaran. Sejak saat itu, jumlah merchant dan pengguna QRIS terus bertambah di berbagai sektor. Transaksi QRIS Tap tetap berada dalam kerangka standar nasional dan diawasi sistem pembayaran domestik.

Saat pengguna menempelkan ponsel ke terminal NFC, sistem akan membaca identitas transaksi dan memproses pembayaran secara real time. Konfirmasi transaksi muncul pada aplikasi pengguna maupun perangkat merchant. Karena berada dalam ekosistem QRIS, transaksi tetap tunduk pada standar keamanan dan autentikasi yang berlaku.

Untuk saat ini, QRIS Tap baru dapat dimanfaatkan oleh pengguna ponsel Android yang memiliki fitur NFC aktif dan aplikasi pembayaran pendukung. Ke depan, pengembangan fitur ini masih bergantung pada kesiapan infrastruktur dan kompatibilitas perangkat, termasuk kemungkinan pembukaan akses NFC oleh Apple. Sementara itu, BI menyatakan terus melakukan koordinasi guna memperluas interoperabilitas sistem pembayaran digital nasional.

Terkini