JAKARTA - Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah, tetapi juga penuh tantangan, terutama bagi mereka yang berusaha menjaga kebugaran fisik dan kesehatan.
Selama sebulan penuh, umat Muslim diwajibkan berpuasa dari fajar hingga maghrib, yang berarti menahan lapar dan haus dalam waktu yang cukup lama.
Namun, banyak yang bertanya-tanya bagaimana cara menjaga kebugaran tubuh selama berpuasa, terutama mengingat puasa mengharuskan kita tidak makan dan minum sepanjang hari. Bagaimana kita bisa tetap sehat dan bugar tanpa mengganggu ibadah?
Dalam menghadapi tantangan tersebut, Dr. Ranj Sign, seorang dokter dan presenter acara kesehatan di televisi, memberikan beberapa strategi untuk menjaga kebugaran tubuh selama Ramadan. Menurutnya, kunci utamanya ada pada pola makan yang tepat, olahraga ringan, serta tidur yang cukup.
Menjaga Pola Makan yang Tepat
Salah satu aspek penting dalam menjaga kebugaran selama Ramadan adalah bagaimana kita mengatur pola makan, terutama di luar jam puasa. Selama bulan suci ini, tubuh hanya memiliki waktu sekitar enam jam untuk makan dan minum, sehingga sangat penting untuk memilih makanan yang mendukung energi dan hidrasi.
Dr. Ranj menyarankan agar kita menghindari konsumsi makanan yang terlalu manis, berminyak, atau gorengan, karena makanan tersebut dapat membuat tubuh cepat lelah dan tidak bertenaga.
Sebaliknya, pilihlah makanan yang dapat memberikan energi secara perlahan, seperti biji-bijian utuh, oatmeal, dan makanan yang kaya akan serat. Makanan-makanan ini akan membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan memberikan energi yang bertahan hingga waktu berbuka.
Selain itu, kecukupan cairan juga sangat penting selama Ramadan. Mengingat kita tidak dapat minum sepanjang hari, Dr. Ranj menyarankan agar kita memanfaatkan waktu antara berbuka dan sahur untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Memastikan tubuh tetap terhidrasi akan berpengaruh langsung pada energi dan kewaspadaan kita sepanjang hari.
Olahraga Ringan Tetap Membantu Menjaga Kondisi Fisik
Meski berpuasa, bukan berarti kita harus berhenti beraktivitas fisik. Dr. Ranj mengingatkan bahwa menjaga kebugaran selama Ramadan tetap bisa dilakukan dengan olahraga ringan yang tidak membebani tubuh. Berjalan kaki, lari santai, atau latihan aerobik intensitas rendah adalah pilihan yang tepat.
Berolahraga saat puasa memang memerlukan penyesuaian, terutama karena tubuh tidak mendapatkan asupan energi sepanjang hari. Oleh karena itu, memilih waktu yang tepat untuk berolahraga juga sangat penting. Dr. Ranj merekomendasikan untuk berolahraga di pagi hari sebelum fajar, karena tubuh memiliki cadangan energi yang cukup setelah tidur semalaman.
"Orang yang merasa lebih mudah berolahraga saat bangun pagi sebelum fajar memiliki kesempatan untuk membangun cadangan energi semalaman," jelas Dr. Ranj. Olahraga di waktu tersebut dinilai ideal karena otot memerlukan energi yang tersedia untuk bekerja secara optimal.
Tidur yang Cukup adalah Kunci
Selain pola makan dan olahraga, tidur yang cukup menjadi salah satu tantangan terbesar selama Ramadan. Seperti yang dialami oleh Yasmin Khalid, seorang ibu empat anak yang terbiasa aktif berolahraga, kurang tidur bisa sangat memengaruhi kondisi tubuh. Yasmin mengungkapkan bahwa kurang tidur adalah penyebab utama dirinya merasa tidak sehat selama Ramadan.
Ia mengatakan bahwa waktu tidurnya yang terbatas hanya sekitar 5 jam setiap malam membuat tubuhnya cepat lelah dan kurang bertenaga. Oleh karena itu, Dr. Ranj menekankan pentingnya tidur yang cukup selama bulan Ramadan.
Tidur yang berkualitas dapat membantu mengendalikan nafsu makan, meningkatkan energi, dan mendukung pemulihan tubuh setelah beraktivitas.
"Ada bukti bahwa orang yang tidur lebih nyenyak cenderung makan dan ngemil lebih sedikit di siang hari," kata Dr. Ranj. Dengan tidur yang cukup, kita dapat mengurangi keinginan untuk makan berlebihan dan menjaga tubuh tetap sehat sepanjang hari.
Aktivitas Fisik Sehari-Hari dan Pengaturan Waktu yang Tepat
Selain berolahraga secara teratur, aktivitas fisik sederhana seperti berjalan kaki ke masjid untuk salat Maghrib atau menggunakan tangga daripada lift juga dapat membantu menjaga kebugaran tubuh tanpa membebani energi selama berpuasa. Aktivitas sehari-hari ini bisa menjadi cara efektif untuk tetap aktif tanpa mempengaruhi kualitas ibadah.
Memilih waktu yang tepat untuk makan, berolahraga, dan tidur sangat penting agar tubuh tetap bugar dan tidak mudah lelah. Dengan mengatur waktu makan dengan bijak, seperti mengonsumsi makanan sehat dan bergizi pada sahur dan berbuka, kita dapat memastikan tubuh mendapatkan cukup energi untuk beraktivitas.
Selain itu, menjaga hidrasi dengan meminum air yang cukup antara berbuka dan sahur akan sangat membantu.
Menjaga Kesehatan Mental dan Fisik Selama Ramadan
Tidak hanya fisik, menjaga kesehatan mental juga sangat penting selama bulan Ramadan. Stres dan kecemasan bisa memengaruhi kualitas puasa kita. Oleh karena itu, menciptakan waktu untuk relaksasi dan menjaga ketenangan pikiran juga perlu menjadi prioritas. Dengan begitu, kita dapat menjalani Ramadan dengan lebih sehat, bugar, dan penuh semangat.
Bulan Ramadan adalah waktu untuk refleksi diri, ibadah, dan juga kesempatan untuk memperbaiki pola hidup kita. Dengan menjaga pola makan, tidur yang cukup, dan olahraga yang tepat, kita bisa menjalani puasa dengan tubuh yang lebih sehat dan bertenaga.