Izin Kemenhub Turun: Bus Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Segera Beroperasi

Kamis, 12 Februari 2026 | 14:28:25 WIB
Izin Kemenhub Turun: Bus Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Segera Beroperasi

JAKARTA - Layanan transportasi publik di Jakarta kembali melakukan lompatan strategis dalam menghubungkan pusat kegiatan bisnis dengan gerbang udara internasional. Upaya ini merupakan respons terhadap tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat yang menginginkan akses efisien, terjangkau, dan terintegrasi menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Dengan hadirnya layanan baru ini, diharapkan beban kendaraan pribadi di jalur menuju bandara dapat berkurang secara signifikan, sekaligus memberikan alternatif transportasi yang lebih ramah kantong bagi para pelancong maupun pekerja bandara.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini tengah berpacu dengan waktu untuk memastikan segala infrastruktur pendukung siap digunakan. Fokus utama saat ini bukan lagi pada perizinan birokrasi, melainkan pada kesiapan fisik di lapangan agar standar pelayanan minimum bagi penumpang dapat terpenuhi dengan baik sebelum operasional resmi dimulai.

Lampu Hijau dari Kemenhub dan Fokus Perbaikan Halte

Langkah besar ini telah mendapatkan dukungan penuh dari otoritas transportasi pusat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memberikan izin operasional untuk layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Meskipun payung hukum operasional telah dikantongi, pemerintah tidak ingin terburu-buru meluncurkan layanan jika fasilitas di lapangan belum optimal.

Meski izin sudah dikantongi, operasional rute tersebut masih menunggu penyempurnaan sejumlah halte. “Secara prinsip Kementerian Perhubungan sudah memberikan izin, tetapi memang akan ada beberapa halte baru yang harus disempurnakan,” ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu. Perbaikan halte ini dianggap vital untuk memastikan kenyamanan penumpang, terutama mereka yang membawa barang bawaan banyak atau koper menuju bandara.

Target Operasional Sebelum Momentum Lebaran 2026

Pemerintah menargetkan rute ini menjadi kado bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik atau libur panjang melalui jalur udara. Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan dan Transjakarta tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis agar Transjabodetabek rute ini bisa segera berjalan. Target waktu yang ditetapkan pun cukup ambisius, yakni sebelum masa angkutan Lebaran dimulai.

Pramono menargetkan rute Blok M–Soetta beroperasi sebelum Lebaran atau Maret. “Nanti kalau sudah ini, yang jelas target saya, saya sudah menyampaikan kepada Dinas Perhubungan dan juga Transjakarta harus bisa sebelum Lebaran supaya membawa manfaat bagi masyarakat,” kata Pramono. Dengan target Maret 2026, diharapkan pola pergerakan penumpang ke Soetta akan lebih terdistribusi secara merata ke moda transportasi massal.

Sinergi Transjakarta dan Angkasa Pura di Tiga Terminal

Keunikan dari layanan ini adalah integrasi yang lebih dalam ke dalam area otoritas bandara. Pramono menjelaskan, pengoperasian rute Blok M–Soetta akan dilakukan melalui kerja sama antara TransJakarta dan PT Angkasa Pura. Sinergi ini memungkinkan bus Transjakarta memiliki akses yang lebih fleksibel di dalam area bandara untuk menjangkau titik-titik krusial penumpang.

Nantinya, bus Transjabodetabek akan melayani penumpang di tiga terminal Bandara Soekarno-Hatta. “Nanti akan ada kerja sama antara TransJakarta dengan Angkasa Pura. Jadi nanti di Soekarno-Hatta sendiri ada tiga terminal. Terminal 1A, 1B, dan pokoknya ada tiga. Tiga terminal yang akan diberhentikan. Terminal 3. Jadi satu gitu,” ungkap Pramono. Pola layanan ini dirancang untuk memudahkan penumpang tanpa perlu berganti-ganti moda transportasi internal bandara (skytrain) jika ingin menuju terminal tertentu.

Proyeksi Armada dan Antusiasme Penumpang Mancanegara

Layanan ini tidak hanya didesain untuk kebutuhan domestik, tetapi juga disiapkan dengan standar yang mampu menarik minat wisatawan asing. Pramono optimistis layanan ini tidak hanya menyasar warga Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga penumpang mancanegara. Untuk itu, aspek kebersihan dan keandalan waktu menjadi prioritas perbaikan fasilitas halte yang tengah berlangsung.

Sebagai langkah awal, Pemprov DKI Jakarta akan mengoperasikan 20 unit bus untuk melayani rute Blok M–Soetta. Jumlah ini dianggap cukup untuk menguji respons pasar di tahap pembukaan. Jika antusias masyarakat tinggi, Pramono akan menambah armada tersebut. Berdasarkan kajian awal, potensi pengguna layanan ini diprediksi cukup stabil sejak hari pertama. “Untuk perhitungan awal, minimum penumpang yang akan menggunakan minimum ya itu kurang lebih 2.000-an. 1.950 sampai 2.000 per hari,” ungkap Pramono. Dengan estimasi tersebut, rute ini diprediksi akan menjadi salah satu jalur gemuk dalam jaringan Transjabodetabek di tahun 2026.

Terkini