Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Terbaru 6 Februari 2026 Seluruh Indonesia

Jumat, 06 Februari 2026 | 12:00:57 WIB
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Terbaru 6 Februari 2026 Seluruh Indonesia

JAKARTA - Perubahan harga bahan bakar minyak kembali menjadi perhatian masyarakat di awal Februari 2026. 

PT Pertamina Persero resmi menyesuaikan harga BBM nonsubsidi yang berlaku di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU di Indonesia. Kebijakan ini diumumkan dan mulai berlaku pada Jumat, 6 Februari 2026, sekaligus menjadi kabar penting bagi konsumen yang bergantung pada BBM untuk aktivitas harian maupun sektor usaha.

Penyesuaian harga ini tidak dilakukan tanpa dasar. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menetapkan formula harga terbaru yang menjadi acuan Pertamina dalam menentukan harga jual eceran BBM umum. Penurunan harga ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi dan fluktuasi harga energi global.

Dasar Regulasi Penyesuaian Harga BBM

Penurunan harga BBM nonsubsidi bulan ini mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Regulasi tersebut merupakan perubahan atas Kepmen Nomor 62 K/12/MEM/2020 yang mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM jenis bensin dan minyak solar di SPBU.

Melalui aturan ini, pemerintah memberikan kerangka yang jelas bagi badan usaha penyalur BBM, termasuk Pertamina, untuk menyesuaikan harga sesuai dengan perkembangan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, serta komponen biaya lainnya. Dengan formula tersebut, harga BBM dapat lebih responsif terhadap kondisi pasar tanpa mengabaikan aspek perlindungan konsumen.

Kebijakan ini juga menjadi bentuk transparansi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan negara, badan usaha, dan masyarakat sebagai pengguna akhir BBM.

Jenis BBM Nonsubsidi Yang Mengalami Penurunan

BBM nonsubsidi yang mengalami penurunan harga cukup beragam. Beberapa di antaranya adalah Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, serta Pertamina Dex. Penurunan ini berlaku mulai 1 Februari 2026 dan masih bertahan hingga 6 Februari 2026.

Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB sebesar 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax kini dibanderol Rp11.800 per liter. Harga tersebut turun dari sebelumnya Rp12.350 per liter, sehingga memberikan selisih yang cukup terasa bagi konsumen.

Pertamax Turbo juga mengalami penyesuaian menjadi Rp12.700 per liter dari sebelumnya Rp13.400 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 kini dijual Rp12.450 per liter, turun dari Rp13.150 per liter pada periode sebelumnya.

Harga Dexlite Dan Pertamina Dex Terbaru

Selain bensin, BBM jenis solar nonsubsidi juga mengalami penurunan harga. Dexlite kini dibanderol Rp13.250 per liter, turun dari sebelumnya Rp13.500 per liter. Penurunan ini memberikan angin segar bagi sektor transportasi dan logistik yang banyak menggunakan jenis BBM tersebut.

Pertamina Dex turut mengalami koreksi harga meski tidak terlalu besar. Harga terbaru Pertamina Dex menjadi Rp13.500 per liter dari sebelumnya Rp13.600 per liter. Meski penurunannya relatif kecil, kebijakan ini tetap memberi sinyal positif bagi pengguna setia BBM berkualitas tinggi tersebut.

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini mencerminkan upaya Pertamina mengikuti dinamika pasar energi global sambil tetap memperhatikan kondisi ekonomi domestik.

Harga BBM Subsidi Tetap Stabil

Berbeda dengan BBM nonsubsidi, harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Pemerintah memutuskan untuk mempertahankan harga Pertalite dan Bio Solar demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Harga Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter, sementara Bio Solar bertahan di Rp6.800 per liter.

Kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengendalikan inflasi serta melindungi kelompok masyarakat yang paling terdampak oleh kenaikan harga energi. Dengan harga yang tetap, masyarakat diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa beban tambahan.

Stabilitas harga BBM subsidi juga memberikan kepastian bagi sektor transportasi umum dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada BBM bersubsidi.

Perbedaan Harga BBM Antar Wilayah

Harga BBM Pertamina di Indonesia tidak seragam di setiap wilayah. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor pajak daerah, biaya distribusi, serta status wilayah tertentu seperti Free Trade Zone atau FTZ. Misalnya, harga Pertamax di FTZ Sabang lebih rendah dibandingkan wilayah lain karena adanya insentif pajak.

Di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, harga Pertamax ditetapkan Rp11.800 per liter. Sementara itu, di wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, harga Pertamax berada di level Rp12.400 per liter.

Wilayah timur Indonesia seperti Papua dan Maluku juga memiliki struktur harga tersendiri. Meski demikian, harga Pertalite dan Bio Solar tetap sama di seluruh Indonesia, sebagai bentuk pemerataan akses energi bagi masyarakat.

Dampak Penurunan Harga Bagi Masyarakat

Penurunan harga BBM nonsubsidi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Biaya transportasi yang lebih rendah berpotensi menekan harga barang dan jasa, sehingga membantu menjaga daya beli masyarakat.

Bagi pelaku usaha, khususnya di sektor logistik dan transportasi, penyesuaian harga ini dapat mengurangi beban operasional. Dengan demikian, efisiensi biaya dapat ditingkatkan dan stabilitas usaha lebih terjaga.

Ke depan, masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan harga BBM resmi Pertamina agar dapat menyesuaikan pengeluaran. Pemerintah dan Pertamina juga diharapkan tetap menjaga transparansi dan konsistensi dalam penetapan harga BBM di seluruh Indonesia.

Terkini