Pabrik Baterai IBC-CATL Perkuat Energi Hijau dan Kemandirian Nasional

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:54:38 WIB
Pabrik Baterai IBC-CATL Perkuat Energi Hijau dan Kemandirian Nasional

JAKARTA - Pabrik sel baterai kendaraan listrik yang dikembangkan PT CATIB di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ditargetkan beroperasi pada Juni 2026. 

Proyek ini memiliki kapasitas awal 6,9 gigawatt hour (GWh) per tahun dan termasuk dalam akselerasi rencana dari kuartal III-2026. Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif, menyebut bahwa percepatan ini merupakan bagian dari upaya memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Pabrik ini akan memproduksi cel, modul, paket baterai, dan battery energy storage system (BESS). Produk tersebut bertujuan untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik serta mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Tahap kedua pabrik diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga 15 GWh.

Selain itu, PT CATIB merupakan perusahaan patungan antara IBC dengan porsi 30 persen dan CATL dari China dengan saham 70 persen. 

Kolaborasi ini menjadi landasan bagi pengembangan teknologi baterai yang modern dan berkelanjutan. Kombinasi sumber daya lokal dan teknologi global diharapkan mempercepat transformasi energi hijau nasional.

Kesiapan Pasar dan Offtaker Baterai

Aditya mengungkapkan pabrik yang termasuk dalam Proyek Dragon sudah memiliki calon pembeli atau offtaker baterai. Kepastian pasar ini menjadi syarat utama sebelum investasi dilakukan untuk ekspansi kapasitas. "Saat ini memang untuk pabrik yang di Karawang itu sudah memiliki offtaker semua, alhamdulillah," ujarnya.

Offtaker yang telah terikat kontrak memastikan penyerapan produk domestik maupun internasional. Dengan adanya kesepakatan ini, PT CATIB dapat merencanakan produksi secara terstruktur. Seluruh tahap investasi, mulai dari pembangunan hingga operasi, dijalankan dengan memperhatikan kepastian pasar dan keberlanjutan bisnis.

Selain itu, Aditya menegaskan pentingnya prioritas offtake agreement sebelum melakukan investasi lebih lanjut. Hal ini menjadi prosedur standar untuk menjamin keberlangsungan proyek. Langkah ini sekaligus memperkuat keyakinan investor terhadap stabilitas industri baterai di Indonesia.

Dukungan Regulasi dan Insentif Hilirisasi

IBC meminta dukungan dari pemerintah terkait kepastian regulasi industri baterai. Harmonisasi kebijakan dari hulu ke hilir dianggap penting untuk memperkuat sektor ini sebagai prioritas nasional. Aditya menyebut perlunya kejelasan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang mendukung industri baterai secara menyeluruh.

Selain regulasi, dukungan untuk daur ulang baterai atau second life battery juga menjadi perhatian. Baterai bekas dianggap sebagai sumber daya baru yang bisa dimanfaatkan kembali. 

"Alih-alih, sekarang kita anggap ini sebagai limbah B3," ujar Aditya, menekankan pentingnya pemanfaatan baterai bekas sebagai bahan baku alternatif.

Tak kalah penting, insentif fiskal seperti tax holiday dan tax allowance diminta diperpanjang. Dukungan ini mencakup tingkat komponen dalam negeri (TKDN) bagi investor yang menanamkan modal pada industri baterai. Dengan insentif tersebut, pembangunan value chain baterai dari hulu hingga hilir bisa terintegrasi dengan optimal.

Kontribusi Energi Hijau dan Tenaga Kerja

Director of Corporate Public Affair PT CATIB, Bayu Hermawan, menjelaskan bahwa perusahaan resmi dibentuk pada Oktober 2024. 

Proyek ini menargetkan nilai investasi sekitar Rp7 triliun untuk mendukung pengembangan pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang. Produk dari pabrik diharapkan memperkuat energi hijau di Indonesia serta mampu bersaing di pasar global.

Proyek ini diperkirakan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja. Selain itu, CATIB berkomitmen untuk mengimplementasikan industri bersih di operasional pabrik. Salah satu langkah yang diterapkan adalah penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas sekitar 18 megawatt hour (MWh).

Penggunaan energi surya ini mendukung operasional pabrik yang ramah lingkungan. Dengan langkah ini, pabrik baterai tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga menjalankan prinsip keberlanjutan. Penerapan teknologi hijau sekaligus menjadi model bagi industri energi bersih lainnya di Indonesia.

Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik dan Energi Terbarukan

PT CATIB memproduksi baterai untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional. Produk ini termasuk cel, modul, paket baterai, dan BESS yang menjadi bagian dari infrastruktur energi terbarukan. Hal ini diharapkan mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Selain kendaraan listrik, baterai yang dihasilkan juga mendukung integrasi energi terbarukan seperti PLTS dan sistem penyimpanan energi lainnya. 

Penguatan ekosistem ini menjadi fondasi bagi target netralitas karbon Indonesia. Dengan demikian, pengembangan industri baterai tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.

Ke depan, PT CATIB akan terus menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pihak. Integrasi antara teknologi global dan sumber daya lokal menjadi kunci keberhasilan industri baterai nasional. 

Dengan langkah ini, Indonesia dapat membangun ekosistem kendaraan listrik yang kuat sekaligus mengoptimalkan sumber daya nikel dan potensi energi hijau lainnya.

Terkini