Harga BBM Pertamina Terbaru Nasional Lengkap Pertamax Pertalite Biosolar Seluruh Indonesia

Jumat, 30 Januari 2026 | 13:59:05 WIB
Harga BBM Pertamina Terbaru Nasional Lengkap Pertamax Pertalite Biosolar Seluruh Indonesia

JAKARTA - Pergerakan harga bahan bakar minyak di dalam negeri kembali menjadi perhatian publik seiring penyesuaian yang dilakukan Pertamina. 

Penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara dinamika pasar energi global dan kebutuhan masyarakat. Melalui kebijakan terbarunya, Pertamina memastikan harga BBM tetap kompetitif dan transparan. Informasi harga BBM menjadi acuan penting bagi masyarakat dalam merencanakan aktivitas harian.

Pertamina secara berkala menyesuaikan harga produk BBM non subsidi dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia. Selain itu, faktor nilai tukar rupiah dan biaya distribusi turut menjadi dasar perhitungan. Penyesuaian ini merupakan bagian dari mekanisme yang sudah berjalan konsisten. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami bahwa perubahan harga bukan keputusan sepihak.

Dalam kebijakan yang berlaku saat ini, sejumlah produk BBM tercatat mengalami penurunan harga. Penurunan tersebut berlaku di berbagai wilayah Indonesia dengan besaran yang bervariasi. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat. Khususnya bagi pengguna kendaraan pribadi dan sektor transportasi.

Kebijakan Penyesuaian Harga BBM Pertamina

Penyesuaian harga BBM dilakukan sebagai respons terhadap kondisi pasar energi internasional yang dinamis. Pertamina mengikuti formula harga yang ditetapkan pemerintah untuk produk non subsidi. Formula ini mencerminkan harga minyak mentah, biaya pengolahan, serta distribusi. Dengan mekanisme tersebut, harga BBM tetap rasional dan terukur.

Kebijakan ini juga bertujuan menjaga kesinambungan pasokan energi nasional. Pertamina memastikan ketersediaan BBM di seluruh wilayah tetap aman. Distribusi dilakukan dengan memperhatikan kondisi geografis yang beragam. Hal ini penting agar tidak terjadi ketimpangan harga antarwilayah.

Di sisi lain, penyesuaian harga menjadi bagian dari upaya efisiensi perusahaan. Pertamina terus berupaya menekan biaya operasional tanpa mengurangi kualitas layanan. Dengan efisiensi tersebut, dampak fluktuasi global dapat diminimalkan. Masyarakat pun tetap memperoleh BBM dengan harga yang wajar.

Perubahan Harga Produk Bensin Non Subsidi

Untuk wilayah Jawa Barat, harga Pertamax mengalami penurunan sebesar Rp400 per liter. Dari sebelumnya Rp12.750 kini menjadi Rp12.350 per liter. Penyesuaian ini sejalan dengan kebijakan nasional yang diterapkan Pertamina. Penurunan harga tersebut berlaku di SPBU resmi.

Produk Pertamax Green juga mengalami koreksi harga sebesar Rp350 per liter. Harga yang semula Rp13.500 kini dibanderol Rp13.150 per liter. Penurunan ini memberikan alternatif lebih terjangkau bagi konsumen. Terutama bagi pengguna kendaraan yang membutuhkan BBM ramah lingkungan.

Sementara itu, Pertamax Turbo tercatat turun Rp350 per liter. Harga yang sebelumnya Rp13.750 kini berada di angka Rp13.500 per liter. Produk ini menyasar kendaraan berperforma tinggi. Penyesuaian harga diharapkan meningkatkan minat konsumen.

Penyesuaian Harga BBM Jenis Diesel

Pada sektor bahan bakar diesel, penurunan harga juga terjadi cukup signifikan. Dexlite mengalami penurunan sebesar Rp1.200 per liter. Dari harga sebelumnya Rp14.700 kini menjadi Rp13.500 per liter. Penyesuaian ini memberikan angin segar bagi sektor logistik.

Jenis Pertamina Dex atau Pertadex turut mengalami penurunan harga. Dari sebelumnya Rp15.000 kini menjadi Rp13.600 per liter. Penurunan sebesar Rp1.400 ini cukup berdampak bagi pengguna kendaraan diesel. Terutama kendaraan operasional dan niaga.

Penurunan harga diesel diharapkan mendorong efisiensi biaya transportasi. Dampaknya dapat dirasakan pada sektor distribusi barang. Dengan biaya operasional yang lebih rendah, harga barang dapat lebih stabil. Hal ini menjadi tujuan jangka panjang kebijakan energi nasional.

Daftar Harga BBM Pertamina Berbagai Wilayah

Harga BBM Pertamina di setiap provinsi ditetapkan sesuai karakteristik wilayah. Untuk Provinsi Aceh, Pertamax dibanderol Rp12.500 per liter. Pertamax Turbo berada di angka Rp13.400, sementara Dexlite Rp13.800. Pertamina Dex dijual Rp13.900 dengan Pertalite Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800.

Di Free Trade Zone Sabang, harga Pertamax tercatat Rp11.500 per liter. Dexlite dijual Rp12.600 dengan Pertalite Rp10.000. Biosolar tetap di angka Rp6.800. Skema harga ini disesuaikan dengan status kawasan perdagangan bebas.

Untuk wilayah Sumatera Utara, harga Pertamax mencapai Rp13.050 per liter. Pertamax Turbo tercatat Rp12.500 dengan Pertamina Dex Rp13.900. Dexlite dijual Rp13.800, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800. Pola harga serupa berlaku di sejumlah provinsi Sumatera lainnya.

Di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, harga Pertamax ditetapkan Rp12.350 per liter. Pertamax Turbo berada di Rp13.400 dan Pertamax Green Rp13.150. Pertamina Dex dijual Rp13.600, Dexlite Rp13.500, Pertalite Rp10.000, serta Biosolar Rp6.800.

Untuk wilayah Indonesia bagian timur seperti Papua dan Maluku, harga Pertamax berada di kisaran Rp12.650 per liter. Dexlite dijual Rp13.800 dengan Pertalite Rp10.000. Biosolar tetap dipatok Rp6.800. Penyesuaian ini mempertimbangkan biaya distribusi yang lebih tinggi.

Transparansi Harga dan Akses Informasi Publik

Pertamina menegaskan bahwa seluruh informasi harga BBM dapat diakses masyarakat secara terbuka. Data harga diperbarui secara berkala melalui kanal resmi perusahaan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah informasi yang menyesatkan. Masyarakat diimbau selalu merujuk sumber resmi.

Transparansi harga juga menjadi bentuk akuntabilitas Pertamina sebagai BUMN. Dengan keterbukaan informasi, kepercayaan publik dapat terjaga. Selain itu, masyarakat dapat merencanakan pengeluaran dengan lebih baik. Informasi harga BBM menjadi bagian penting dari perencanaan ekonomi rumah tangga.

Ke depan, Pertamina berkomitmen menjaga stabilitas harga dan pasokan energi. Penyesuaian harga akan terus disesuaikan dengan dinamika global dan kebijakan pemerintah. Dengan demikian, kebutuhan energi nasional dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Masyarakat pun diharapkan semakin memahami mekanisme penetapan harga BBM.

Terkini