JAKARTA - Layanan transportasi darat kembali memberi angin segar bagi masyarakat Bengkulu dan Kabupaten Kaur.
Pada tahun 2026, Bus Damri rute Kota Bengkulu–Kaur resmi kembali beroperasi setelah sempat mengalami penyesuaian layanan. Kehadiran kembali armada ini menjadi kabar baik, terutama bagi warga yang selama ini mengandalkan transportasi umum dengan biaya terjangkau dan jadwal yang relatif pasti.
Beroperasinya kembali Bus Damri Bengkulu–Kaur juga menandai komitmen pemerintah dalam menjaga konektivitas antardaerah. Transportasi ini tidak hanya melayani kebutuhan perjalanan harian, tetapi juga menjadi penopang aktivitas ekonomi, sosial, hingga pendidikan masyarakat di sepanjang jalur Bengkulu menuju Kaur. Meski kembali berjalan, terdapat perubahan penting yang perlu diketahui calon penumpang terkait rute akhir perjalanan.
Perubahan rute akhir perjalanan bus
Salah satu penyesuaian utama pada layanan tahun ini adalah perubahan titik akhir perjalanan. Jika pada tahun 2025 rute Bus Damri Bengkulu–Kaur berakhir di Jembatan Manula, maka pada tahun 2026 pemberhentian terakhir dialihkan ke Kota Bintuhan. Informasi ini disampaikan langsung oleh admin Damri Bengkulu melalui layanan pesan WhatsApp kepada RRI.
“Untuk layanan Bus Damri ke Kaur sudah jalan lagi ya, hanya saja untuk pemberhentian terakhirnya sekarang di Kota Bintuhan, tidak di Jembatan Manula lagi,” ujarnya. Perubahan ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat karena Kota Bintuhan dinilai lebih strategis sebagai pusat aktivitas di Kabupaten Kaur.
Dengan berakhir di Kota Bintuhan, penumpang memiliki lebih banyak pilihan untuk melanjutkan perjalanan ke wilayah sekitar. Selain itu, penyesuaian rute ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas operasional armada serta menjangkau kebutuhan mobilitas warga secara lebih luas.
Transportasi alternatif dengan biaya terjangkau
Bus Damri rute Kota Bengkulu–Kaur selama ini dikenal sebagai salah satu moda transportasi alternatif yang ramah di kantong. Kehadirannya menjadi solusi di tengah mahalnya biaya perjalanan menggunakan jasa travel antarkabupaten. Hal ini diakui langsung oleh salah seorang warga Kabupaten Kaur, Rino, yang kerap memanfaatkan layanan tersebut.
“Saya sering juga naik damri, soalnya lebih murah ketimbang naik travel,” katanya. Menurut Rino, selisih tarif yang cukup signifikan membuat Bus Damri menjadi pilihan utama, terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan rutin atau membawa anggota keluarga.
Sebelum adanya layanan Bus Damri, warga Kaur umumnya hanya mengandalkan jasa travel dengan tarif yang relatif tinggi. Untuk rute Bintuhan–Bengkulu atau sebaliknya, biaya perjalanan bisa mencapai Rp150.000 per orang, bahkan untuk rute yang lebih jauh tarifnya bisa menembus Rp170.000 per orang.
Dampak bagi mobilitas masyarakat Kaur
Kembalinya layanan Bus Damri membawa dampak nyata bagi mobilitas masyarakat. Akses perjalanan yang lebih murah membuat warga lebih leluasa bepergian, baik untuk urusan pekerjaan, pendidikan, maupun kebutuhan keluarga. Selain itu, keberadaan bus ini juga membantu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi atau travel yang tarifnya fluktuatif.
Bus Damri juga dinilai lebih aman dan nyaman karena beroperasi secara resmi dengan jadwal yang jelas. Hal ini memberikan rasa tenang bagi penumpang, terutama mereka yang harus bepergian jarak jauh dalam waktu tertentu. Tidak heran jika minat masyarakat terhadap layanan ini terus meningkat dari waktu ke waktu.
Rino pun berharap layanan Bus Damri dapat terus berlanjut dan bahkan ditingkatkan. “Harapan saya layanan Bus Damri bisa terus lanjut ya, kalau bisa armadanya bisa ditambah lagi. Soalnya peminat Bus Damri ini sangat banyak, kadang-kadang bus cepat penuh jadi kita tidak kebagian kursi,” tuturnya.
Harapan penambahan armada dan layanan
Tingginya minat masyarakat menjadi catatan penting bagi pengelola layanan. Dengan jumlah penumpang yang kerap membludak, penambahan armada dinilai perlu agar seluruh calon penumpang dapat terlayani dengan baik. Selain itu, penambahan armada juga berpotensi meningkatkan frekuensi perjalanan sehingga waktu tunggu penumpang bisa lebih singkat.
Keberlanjutan layanan Bus Damri Bengkulu–Kaur diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi solusi jangka panjang bagi transportasi antarkabupaten. Dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, menjadi faktor penting agar layanan ini dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan lapangan.
Selain armada, masyarakat juga berharap adanya peningkatan fasilitas dan pelayanan, sehingga kenyamanan selama perjalanan tetap terjaga. Dengan demikian, Bus Damri dapat bersaing sehat dengan moda transportasi lain tanpa kehilangan ciri khasnya sebagai angkutan publik yang terjangkau.
Informasi jadwal dan tarif resmi
Bagi calon penumpang yang ingin menggunakan layanan Bus Damri rute Kota Bengkulu–Kaur, informasi jadwal keberangkatan dapat diperoleh dengan menghubungi kontak Damri Bengkulu di nomor 0822-8568-8595. Sementara itu, untuk rute sebaliknya, yakni Kaur–Kota Bengkulu, penumpang dapat menghubungi agen Bintuhan di nomor 0858-8516-5983.
Tarif Bus Damri Bengkulu–Kaur juga bervariasi tergantung jarak tujuan. Untuk rute Bengkulu–Tais dikenakan tarif Rp10.000, Bengkulu–Talo Rp15.000, Bengkulu–Manna Rp30.000, Bengkulu–Air Tenam, Simpang Kedurang, dan Padang Guci Rp35.000, serta Bengkulu–Tanjung Iman dan Bengkulu–Bintuhan masing-masing Rp40.000.
Dengan tarif yang relatif terjangkau dan layanan yang kembali aktif, Bus Damri Bengkulu–Kaur diharapkan terus menjadi andalan masyarakat dalam menunjang mobilitas sehari-hari sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Provinsi Bengkulu.