KAI Logistik Catat Kinerja Angkutan Kontainer Terus Menguat Selama Tahun 2025

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:28:17 WIB
KAI Logistik Catat Kinerja Angkutan Kontainer Terus Menguat Selama Tahun 2025

JAKARTA - KAI Logistik mencatat kinerja positif pada layanan angkutan kontainer sepanjang 2025. 

Volume angkutan kontainer meningkat delapan persen dari 2,3 juta ton menjadi 2,5 juta ton. Capaian ini menunjukkan kepercayaan pelanggan yang terus tumbuh terhadap layanan distribusi berbasis kereta api.

Layanan angkutan kontainer menjadi bagian penting dari segmen KALOG Plus. Segmen ini dirancang sebagai solusi distribusi barang skala besar yang andal, tepat waktu, dan efisien. Peningkatan volume menjadi indikator konsistensi kinerja operasional perusahaan.

Pertumbuhan ini juga mencerminkan peran strategis KAI Logistik dalam rantai pasok nasional. Moda kereta api semakin dipercaya sebagai alternatif logistik yang kompetitif. Hal tersebut terlihat dari tren permintaan yang stabil sepanjang tahun.

Lonjakan Volume pada Periode Akhir Tahun

Kinerja angkutan kontainer menunjukkan penguatan signifikan pada kuartal terakhir 2025. Pada periode ini, volume angkutan tumbuh sekitar 17 persen. Total volume mencapai lebih dari 701 ribu ton.

Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata volume pada tiga triwulan sebelumnya. Sebelumnya, volume angkutan kontainer berada di kisaran 600 ribu ton per triwulan. Lonjakan ini menegaskan akselerasi permintaan layanan logistik kereta api.

Tren pertumbuhan ini menggambarkan peningkatan kebutuhan distribusi di berbagai sektor industri. Konsistensi permintaan juga mencerminkan kualitas layanan yang terjaga. Kepercayaan pelanggan menjadi faktor utama dalam pertumbuhan tersebut.

Optimalisasi Layanan dan Infrastruktur Pendukung

Peningkatan volume sepanjang 2025 didorong oleh optimalisasi layanan angkutan kontainer. Salah satu pendorong utama terlihat pada peningkatan volume segmen angkutan reefer. Segmen ini melayani distribusi produk segar dan barang perishable.

Kepercayaan pelanggan terhadap moda kereta api sebagai solusi distribusi produk sensitif semakin menguat. Layanan reefer dinilai mampu menjaga kualitas dan ketepatan waktu pengiriman. Hal ini memperluas pangsa pasar angkutan kontainer KAI Logistik.

Pertumbuhan juga ditopang pengembangan infrastruktur dan peningkatan kapasitas operasional. Kapasitas Container Yard Klari ditingkatkan untuk melayani tambahan hingga sekitar 1.360 TEUs per bulan. Pengembangan Kawasan Ronggowarsito serta pengoperasian KA KALOG 3 turut memperkuat daya angkut.

Dukungan Sertifikasi dan Kontribusi Sektor Industri

Seiring peningkatan layanan, KAI Logistik memperluas sertifikasi halal pada fasilitas operasionalnya. Terminal Ronggowarsito menjadi tambahan titik layanan bersertifikat halal. Sertifikasi ini melengkapi terminal lain yang telah lebih dahulu tersertifikasi.

Langkah tersebut memberikan jaminan kepatuhan syariah bagi pelanggan. Khususnya bagi sektor industri halal seperti makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, serta produk FMCG. Sertifikasi menjadi nilai tambah dalam layanan logistik terintegrasi.

Dari sisi kontribusi sektor, perusahaan forwarding menjadi penyumbang utama volume angkutan. Porsinya mencapai sekitar 85 persen dari total angkutan kontainer. Sektor FMCG berkontribusi sekitar 11 persen, sementara sektor shipping dan pelayaran menyumbang sekitar empat persen.

Komitmen Green Logistics dan Strategi Ke Depan

Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, KAI Logistik memperkuat komitmen terhadap green logistics. Berbagai inovasi berkelanjutan terus dikembangkan dalam operasional perusahaan. Komitmen ini tidak hanya terbatas pada pencantuman informasi emisi pada invoice pelanggan.

Perusahaan juga menerapkan perhitungan emisi Gas Rumah Kaca Tier 3. Pelaporan emisi dilakukan sesuai standar ISO 14083. Implementasi ini menempatkan KAI Logistik sebagai pelopor di sektor logistik perkeretaapian.

Ke depan, KAI Logistik akan terus menjaga dan meningkatkan kepercayaan pelanggan. Penguatan relasi, peningkatan kapasitas angkut, serta pengembangan infrastruktur berkelanjutan menjadi fokus utama. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat ekosistem logistik nasional yang hijau dan efisien.

Terkini