Investor Perempuan Dominasi Pembelian Obligasi Ritel 2025 di Indonesia

Senin, 26 Januari 2026 | 14:56:07 WIB
Investor Perempuan Dominasi Pembelian Obligasi Ritel 2025 di Indonesia

JAKARTA - Tahun 2025 mencatatkan angka yang menarik dalam dunia investasi, terutama dalam pembelian Surat Berharga Negara (SBN) Ritel.

 Berdasarkan data terbaru, investor perempuan mendominasi pasar SBN Ritel, dengan jumlah partisipasi mencapai 58% dari total keseluruhan. 

Angka ini menunjukkan perubahan signifikan dalam tren investasi di Indonesia, di mana perempuan tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga semakin aktif dalam pengelolaan portofolio investasi mereka.

Pemerintah Indonesia mencatatkan sekitar 262.927 investor yang berpartisipasi dalam pembelian SBN Ritel sepanjang tahun 2025, di mana sebanyak 58% di antaranya adalah perempuan. 

Perempuan tidak hanya berinvestasi dalam produk investasi yang lebih aman seperti SBN, tetapi juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik terkait literasi keuangan.

Hal ini mengindikasikan bahwa semakin banyak perempuan yang sadar akan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang, yang bisa diukur melalui tingkat partisipasi mereka dalam instrumen investasi negara.

Dominasi Investor Perempuan dalam SBN Ritel

Keberhasilan SBN Ritel yang diterbitkan sepanjang tahun 2025 menunjukkan adanya kecenderungan baru dalam preferensi investasi masyarakat Indonesia, dengan perempuan mendominasi lebih dari separuh pembelian. 

Meskipun jumlah penduduk laki-laki di Indonesia sedikit lebih banyak daripada perempuan, dalam hal partisipasi investasi, perempuan justru lebih aktif dalam membeli SBN Ritel.

Novi Puspita Wardani, Pelaksana Tugas Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR), menjelaskan bahwa fenomena ini menarik karena menunjukkan bagaimana perempuan semakin terbuka terhadap instrumen investasi yang ada.

"Semakin masyarakat Indonesia melek secara finansial, semakin mereka terbuka dengan instrumen-instrumen investasi yang ada," ujar Novi.

Fenomena ini mungkin juga dipengaruhi oleh peran perempuan dalam mengelola keuangan rumah tangga, terutama bagi mereka yang sudah berkeluarga. 

Seiring dengan peran tersebut, perempuan cenderung lebih selektif dalam memilih instrumen investasi yang dapat memberikan keamanan dan kepastian.

Karakteristik Investor Perempuan dalam SBN Ritel

Tingginya angka partisipasi perempuan dalam SBN Ritel dapat dijelaskan melalui karakteristik psikologis mereka yang lebih memilih instrumen investasi yang aman, stabil, dan dapat memberikan kepastian. SBN Ritel, yang menawarkan kupon tetap (fixed income), memang cocok dengan preferensi ini.

"Instrumen SBN Ritel ini aman dan memberikan kepastian. Kuponnya tetap, sehingga investor bisa merasa lebih nyaman," kata Novi menjelaskan preferensi perempuan dalam berinvestasi.

Bagi perempuan yang memiliki tanggung jawab dalam rumah tangga, instrumen yang dapat memberikan penghasilan tetap dan aman seperti SBN Ritel merupakan pilihan yang lebih menarik dibandingkan dengan investasi yang lebih berisiko. 

Selain itu, stabilitas keuangan dalam jangka panjang menjadi salah satu pertimbangan penting bagi mereka yang ingin mengelola keuangan keluarga.

Generasi Muda Menjadi Penggerak Utama Investor SBN Ritel

Tak hanya perempuan, SBN Ritel di tahun 2025 juga didominasi oleh kelompok usia yang lebih muda. Generasi Milenial dan Gen Z secara total menyumbang 51% dari keseluruhan investor. 

Hal ini menunjukkan adanya pergeseran minat yang signifikan dalam dunia investasi, di mana generasi muda lebih aktif berpartisipasi dalam pasar SBN, yang sebelumnya didominasi oleh generasi yang lebih tua seperti Gen X dan Baby Boomers.

Sebagian besar investor yang berpartisipasi berasal dari kalangan yang lebih muda, yang semakin memahami pentingnya investasi untuk keamanan finansial jangka panjang. 

Namun, meski generasi muda menguasai mayoritas pasar, investor dari kelompok Gen X dan Baby Boomers masih berkontribusi signifikan dengan porsi 29%.

Meskipun demikian, terdapat juga investor yang berasal dari generasi yang lebih tua, bahkan yang lahir pada rentang 1928 hingga 1945, meskipun jumlahnya hanya sekitar 1%. Hal ini menunjukkan bahwa SBN Ritel memiliki daya tarik untuk berbagai kelompok usia, baik muda maupun tua.

Demografi dan Wilayah Investor SBN Ritel

Di sisi lain, demografi investor SBN Ritel menunjukkan bahwa mayoritas investor berasal dari wilayah Indonesia Barat, dengan kontribusi sebesar 62,1%. 

Provinsi DKI Jakarta menjadi yang terbesar, menyumbang 27,7% dari total investor SBN Ritel. Meskipun wilayah Indonesia Barat lebih dominan, potensi pasar di wilayah Indonesia Tengah dan Timur masih cukup besar dan belum sepenuhnya digarap.

Novi Puspita Wardani juga menyoroti pentingnya meningkatkan literasi keuangan di Indonesia bagian Tengah dan Timur. “Tantangan bagi kita adalah terus meningkatkan literasi keuangan di wilayah Indonesia Tengah dan Timur, karena potensi di sana sebenarnya sangat besar,” jelas Novi.

Pemerintah, melalui berbagai program literasi keuangan, berupaya untuk memperkenalkan SBN Ritel dan produk keuangan lainnya kepada masyarakat di luar wilayah Indonesia Barat, agar lebih banyak orang di seluruh Indonesia dapat berpartisipasi dalam investasi yang aman dan menguntungkan ini.

Terkini