KA Brantas Catat Hampir Setengah Juta Penumpang Sepanjang Perjalanan Tahun 2025

Senin, 26 Januari 2026 | 14:52:38 WIB
KA Brantas Catat Hampir Setengah Juta Penumpang Sepanjang Perjalanan Tahun 2025

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia mencatat kinerja positif layanan KA Brantas sepanjang tahun 2025 dengan total pelanggan mencapai 488.998 penumpang. 

Data tersebut diumumkan pada Minggu 25 Januari 2026 dan mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api jarak jauh. Angka akumulatif ini menunjukkan peran KA Brantas dalam mendukung mobilitas antarkota dan antarprovinsi yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Sebagai salah satu kereta dengan lintasan panjang, KA Brantas melayani relasi Pasar Senen menuju Blitar melalui Semarang. Rute ini menghubungkan sejumlah kota strategis yang memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi, sosial, dan pariwisata. Kehadiran layanan ini menjadi solusi transportasi massal yang efisien bagi masyarakat yang membutuhkan perjalanan antardaerah dengan biaya terjangkau dan jadwal yang relatif stabil.

Peran KA Brantas Dalam Mobilitas Antarwilayah

Lintasan KA Brantas menghubungkan pusat kegiatan ekonomi di Pulau Jawa bagian barat, tengah, hingga timur. Jalur Pasar Senen, Cirebon, Semarang, Madiun, Kediri, hingga Blitar menjadi koridor penting bagi mobilitas warga. Akses langsung antarwilayah ini memudahkan perjalanan untuk kepentingan kerja, pendidikan, hingga kunjungan keluarga.

Tingginya angka penumpang selama 2025 juga mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi massal yang mampu menjangkau banyak kota sekaligus. KA Brantas hadir sebagai pilihan yang relevan di tengah pertumbuhan aktivitas ekonomi regional. Dengan jarak tempuh yang panjang, kereta ini menjawab kebutuhan perjalanan lintas provinsi secara aman dan terjangkau.

Peningkatan Sarana Dan Kenyamanan Penumpang

Pihak KAI menegaskan bahwa peningkatan kualitas sarana menjadi salah satu faktor pendukung konsistensi jumlah penumpang. “KA Brantas melayani lintasan panjang dengan karakter penumpang yang beragam. Peningkatan sarana sejak Oktober 2024 semakin mendukung kenyamanan perjalanan jarak jauh yang konsisten,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangannya di Jakarta.

Sejak 17 Oktober 2024, KA Brantas mulai menggunakan kereta ekonomi New Generation Modifikasi. Pembaruan ini membawa sejumlah perubahan signifikan, mulai dari tata ruang yang lebih ergonomis hingga pencahayaan interior yang lebih baik. Penyesuaian tersebut bertujuan meningkatkan kenyamanan penumpang selama perjalanan jarak jauh yang memakan waktu cukup panjang.

Dengan fasilitas yang lebih modern, pengalaman perjalanan penumpang menjadi lebih optimal. Langkah ini sejalan dengan komitmen KAI dalam menghadirkan layanan yang adaptif terhadap kebutuhan pelanggan serta perkembangan standar transportasi massal nasional.

Kawasan Pantura Dan Dinamika Mobilitas Penduduk

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan tingginya mobilitas penduduk di kawasan pantai utara Jawa. Wilayah Cirebon hingga Semarang dikenal sebagai pusat perdagangan dan industri yang terus berkembang. Aktivitas ekonomi tersebut memicu pergerakan warga antarkota yang cukup intens sepanjang tahun.

KA Brantas yang melintasi kawasan ini menjadi salah satu moda transportasi utama bagi masyarakat. Keberadaan stasiun stasiun di jalur pantura memudahkan akses pekerja, pelaku usaha, dan masyarakat umum untuk berpindah wilayah. Hal ini memperkuat peran kereta api sebagai tulang punggung transportasi darat di Pulau Jawa.

Dukungan Terhadap Pusat Ekonomi Regional

Selain kawasan pantura, kota kota seperti Madiun dan Kediri juga menunjukkan perkembangan ekonomi regional yang cukup pesat. Aktivitas perdagangan, jasa, dan industri di wilayah tersebut terus tumbuh seiring meningkatnya konektivitas transportasi. Akses langsung menuju Jakarta dan Jawa Tengah memberikan dampak signifikan terhadap percepatan mobilitas masyarakat.

Jalur KA Brantas dinilai mampu mendukung kebutuhan tersebut. Dengan jadwal yang rutin, masyarakat dapat merencanakan perjalanan bisnis maupun kegiatan lainnya dengan lebih efisien. Kehadiran kereta ini turut mendorong pemerataan akses transportasi antarwilayah.

Kontribusi Terhadap Industri Dan Pariwisata

Lintasan KA Brantas juga berperan dalam mendukung perkembangan kawasan industri manufaktur baru. Stasiun di sekitar Pekalongan, misalnya, memudahkan akses tenaga kerja menuju pusat aktivitas ekonomi. Hal ini berdampak positif terhadap kelancaran distribusi tenaga kerja dan aktivitas produksi.

Selain sektor industri, jalur ini membuka akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan. Kota Semarang menjadi salah satu simpul utama wisatawan yang tertarik pada wisata sejarah dan kuliner. Kemudahan transportasi kereta api mendorong peningkatan kunjungan wisatawan nusantara ke berbagai daerah yang dilalui KA Brantas.

Pergerakan wisatawan domestik masih mendominasi perjalanan liburan antardaerah. Berdasarkan data statistik pariwisata domestik terbaru, kereta api tetap menjadi moda darat yang sangat relevan untuk mendukung sektor pariwisata nasional. KA Brantas mengambil peran penting dalam arus perjalanan tersebut.

Komitmen KAI Terhadap Layanan Berkelanjutan

KAI menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas layanan kereta api. “KAI terus menjaga layanan kereta api agar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan dinamika wilayah melalui penguatan konektivitas dan kenyamanan perjalanan,” kata Pejabat Yang Melaksanakan Tugas Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.

Sepanjang 2025, KA Brantas telah memberikan kontribusi nyata dalam memperlancar perputaran roda ekonomi di berbagai kota yang dilalui. Dengan hampir setengah juta penumpang, layanan ini membuktikan perannya sebagai sarana transportasi massal yang andal, terjangkau, dan strategis dalam memperkuat keterhubungan wilayah di Pulau Jawa.

Terkini