JAKARTA - Perbincangan mengenai penyakit lambung kembali menjadi sorotan publik seiring ramainya diskusi di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satu topik yang paling sering dibahas adalah penyakit GERD yang disebut-sebut sempat diidap oleh selebgram Lula Lahfah sebelum wafat pada Jumat. Kondisi ini memicu rasa ingin tahu masyarakat tentang GERD, mulai dari penyebab hingga gejalanya.
Di sisi lain, masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara GERD dan maag. Keduanya kerap dianggap sama karena sama-sama berkaitan dengan lambung dan menimbulkan rasa tidak nyaman di perut bagian atas. Padahal, secara medis, GERD dan maag memiliki karakteristik, tingkat keparahan, serta mekanisme penyakit yang berbeda.
Pemahaman yang tepat mengenai perbedaan GERD dan maag menjadi penting agar masyarakat dapat mengenali gejala sejak dini. Dengan mengetahui perbedaan tersebut, penanganan yang tepat dapat dilakukan sesuai dengan kondisi yang dialami. Berikut penjelasan lengkap mengenai perbedaan GERD dan maag, mulai dari pengertian, gejala, hingga penyebabnya.
Pemahaman Dasar Tentang GERD
GERD atau gastroesophageal reflux disease merupakan kondisi ketika asam lambung naik dari lambung ke kerongkongan. Kondisi ini terjadi akibat melemahnya katup di bagian bawah kerongkongan yang seharusnya berfungsi mencegah asam lambung naik ke atas. Ketika katup tersebut tidak bekerja optimal, asam lambung dapat mengiritasi dinding kerongkongan.
Menurut American College of Gastroenterology, GERD didefinisikan sebagai refluks asam yang terjadi dua kali atau lebih dalam satu minggu. Paparan asam lambung yang berulang dapat menyebabkan peradangan, luka, hingga komplikasi serius pada kerongkongan jika tidak ditangani dengan baik. Inilah yang membuat GERD sering dianggap sebagai penyakit yang lebih serius dibandingkan maag.
Kondisi GERD tidak hanya memengaruhi lambung, tetapi juga dapat berdampak pada saluran pernapasan dan kualitas hidup penderitanya. Oleh karena itu, GERD membutuhkan perhatian medis yang lebih intensif, terutama jika gejalanya sering kambuh dan berlangsung dalam jangka waktu lama.
Pengertian Maag Dan Jenisnya
Maag atau dispepsia adalah gangguan pada lambung yang ditandai dengan rasa nyeri atau sensasi terbakar di ulu hati. Selain itu, penderita maag kerap merasakan perut terasa penuh, tidak nyaman setelah makan, atau cepat merasa kenyang meskipun hanya mengonsumsi sedikit makanan.
Maag terbagi menjadi dua jenis, yakni dispepsia fungsional dan dispepsia organik. Dispepsia fungsional ditandai dengan keluhan nyeri ulu hati setelah makan, tetapi tidak ditemukan kelainan struktural pada lambung saat dilakukan pemeriksaan endoskopi. Kondisi ini sering kali berkaitan dengan pola makan dan stres.
Sementara itu, dispepsia organik menunjukkan adanya perubahan struktural pada lambung. Jenis ini mencakup peptic ulcer disease atau tukak lambung, common gastritis, serta carcinoma gaster. Masing-masing kondisi tersebut memiliki penyebab dan tingkat keparahan yang berbeda, sehingga membutuhkan penanganan medis yang sesuai.
Perbedaan Gejala GERD Dan Maag
Gejala GERD dan maag memang memiliki banyak kemiripan, sehingga sering kali sulit dibedakan oleh masyarakat awam. Kedua kondisi ini sama-sama dapat menimbulkan rasa terbakar di dada, sensasi seperti ada makanan yang tersangkut di tenggorokan, hingga rasa tidak nyaman di perut bagian atas.
Namun, pada GERD, gejala yang muncul umumnya lebih berat dan berlangsung lebih sering. Salah satu ciri khas GERD adalah heartburn yang terjadi dua kali atau lebih dalam seminggu. Pada kondisi yang lebih parah, GERD dapat menyebabkan batuk kronis, gangguan tidur, radang tenggorokan, hingga kesulitan bernapas menyerupai gejala asma.
Sebaliknya, gejala maag cenderung terbatas pada area lambung. Penderita maag biasanya mengalami perut kembung, rasa penuh setelah makan, nyeri ulu hati, sering buang angin, mual, dan muntah. Gejala maag umumnya membaik dengan pengaturan pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat.
Letak Rasa Sakit Pada GERD Dan Maag
Perbedaan lain yang cukup penting untuk dikenali adalah letak rasa sakit yang dirasakan penderita. Pada GERD, rasa nyeri atau terbakar biasanya terasa di dada bagian tengah hingga atas. Sensasi panas ini dapat menjalar ke leher, tenggorokan, bahkan hingga punggung.
Pada maag, rasa sakit umumnya terpusat di ulu hati atau perut bagian atas. Nyeri ini sering muncul setelah makan atau ketika lambung dalam kondisi kosong terlalu lama. Perbedaan letak rasa sakit ini dapat menjadi petunjuk awal untuk membedakan apakah keluhan yang dialami mengarah pada GERD atau maag.
Meski demikian, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis. Gejala yang mirip tidak selalu menunjukkan kondisi yang sama, sehingga konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat dianjurkan.
Perbedaan Penyebab GERD Dan Maag
Dari sisi penyebab, GERD umumnya terjadi akibat paparan asam lambung yang berulang ke kerongkongan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh melemahnya katup esofagus, sehingga asam lambung yang seharusnya tetap berada di lambung justru naik ke atas dan mengiritasi dinding kerongkongan.
Sementara itu, maag terjadi karena iritasi pada dinding lambung. Iritasi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti pola makan tidak teratur, konsumsi makanan pedas dan asam, penggunaan obat-obatan tertentu, hingga infeksi bakteri H. pylori. Pada kasus tertentu, iritasi ini dapat berkembang menjadi peradangan atau luka pada lambung.
Memahami perbedaan penyebab GERD dan maag sangat penting agar penanganan yang dilakukan tepat sasaran. Dengan mengenali gejala dan pemicunya sejak dini, risiko komplikasi dapat diminimalkan dan kualitas hidup penderita tetap terjaga.