IHSG Hari Ini Berpeluang Terbatas, Rekomendasi Saham Menarik Senin Awal Pekan

Senin, 26 Januari 2026 | 13:55:27 WIB
IHSG Hari Ini Berpeluang Terbatas, Rekomendasi Saham Menarik Senin Awal Pekan

JAKARTA - Perdagangan pasar saham Indonesia pada awal pekan ini diwarnai sikap hati-hati investor. 

Indeks Harga Saham Gabungan memasuki sesi Senin, 26 Januari 2026 dengan dinamika yang cukup fluktuatif, seiring masih kuatnya sentimen koreksi teknikal setelah fase penguatan sebelumnya. Sejumlah analis menilai pergerakan indeks belum sepenuhnya keluar dari tekanan, meski peluang rebound jangka pendek tetap terbuka.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung selektif dalam mengambil posisi. Fokus investor tidak hanya tertuju pada arah IHSG secara keseluruhan, tetapi juga pada saham-saham tertentu yang dinilai memiliki potensi bertahan di tengah fase koreksi yang masih berlangsung.

IHSG masih berada dalam fase koreksi teknikal

Berdasarkan riset MNC Sekuritas, IHSG hari ini diperkirakan masih melanjutkan tren koreksi. Secara teknikal, indeks disebut masih berada dalam bagian gelombang koreksi wave [iv] dari wave 5. Artinya, tekanan jual belum sepenuhnya mereda dan potensi pelemahan lanjutan masih perlu diwaspadai oleh investor.

Dalam skenario tersebut, IHSG diperkirakan memiliki peluang penguatan yang relatif terbatas. Area pengujian terdekat berada di kisaran 8.960 hingga 8.985. Apabila gagal bertahan di area tersebut, indeks berpotensi kembali terkoreksi menuju rentang 8.708 hingga 8.790. Oleh karena itu, strategi pengelolaan risiko dinilai tetap menjadi prioritas utama.

Level support dan resistance jadi perhatian

MNC Sekuritas mencatat level support IHSG berada di 8.852 dan 8.816. Sementara itu, area resistance terdekat terletak di level 9.039 dan 9.120. Selama indeks belum mampu menembus resistance secara konsisten, pergerakan IHSG dinilai masih akan cenderung volatil dengan kecenderungan melemah.

Kondisi ini mencerminkan bahwa pasar masih mencari keseimbangan baru setelah mengalami fluktuasi signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Investor disarankan untuk mencermati pergerakan indeks pada area-area teknikal tersebut sebagai acuan pengambilan keputusan.

Saham pilihan versi MNC Sekuritas

Di tengah fase koreksi IHSG, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini. Saham-saham tersebut adalah Aneka Tambang (ANTM), GTS Internasional (GTSI), Hartadinata Abadi (HRTA), dan TBS Energi Utama (TOBA).

Rekomendasi ini didasarkan pada potensi teknikal dan sentimen sektor yang masih relatif kuat. Saham ANTM dan HRTA, misalnya, dinilai berpotensi mendapat dukungan dari pergerakan harga emas global. Sementara itu, TOBA dan GTSI dinilai memiliki peluang dari sentimen energi dan transformasi bisnis yang sedang berjalan.

IHSG dibuka menguat di awal perdagangan

Pada pembukaan perdagangan Senin pagi, IHSG sempat menunjukkan sinyal positif. Indeks dibuka menguat ke level 8.973,48 dan bergerak ke zona hijau. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG bahkan sempat menyentuh level di atas 9.000 pada awal sesi.

Kondisi ini menunjukkan masih adanya minat beli dari sebagian pelaku pasar. Namun demikian, penguatan di awal perdagangan belum sepenuhnya mengubah pandangan analis yang menilai IHSG masih rentan berbalik arah, terutama jika tekanan jual kembali meningkat di tengah sesi.

Pandangan BRI Danareksa Sekuritas

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan technical rebound dengan target resistance terdekat di kisaran 9.000 hingga 9.030. Meski demikian, penguatan tersebut diperkirakan masih bersifat teknikal dan belum menunjukkan pembentukan tren naik yang kuat.

Dari sisi sektoral, kenaikan harga komoditas global disebut menjadi katalis utama yang berpotensi mendorong pergerakan saham-saham berbasis komoditas. Sektor emas, batu bara, nikel, hingga minyak bumi dinilai masih menarik dicermati dalam jangka pendek. Dalam hal ini, BRIDS menjagokan saham ADRO, ESSA, dan MDKA untuk perdagangan hari ini.

Perkembangan suspensi dan aksi korporasi

Selain pergerakan indeks, perhatian pasar juga tertuju pada sejumlah aksi korporasi dan kebijakan bursa. Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham dan waran seri I PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) mulai sesi I perdagangan hari ini. Langkah ini diambil agar investor memiliki waktu yang cukup untuk memahami informasi terkait pergerakan harga saham tersebut.

Di sisi lain, BEI mencabut suspensi atas saham PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) dan PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS). Pencabutan ini dilakukan setelah dinilai investor telah memperoleh informasi yang memadai terkait kondisi emiten.

Agenda korporasi awal tahun

BRI Danareksa Sekuritas juga mencatat sejumlah agenda aksi korporasi yang berlangsung pada awal 2026. PT Mandom Indonesia Tbk. (TCID) menginformasikan perpanjangan periode penawaran tender oleh Kalon Holdings atas saham Mandom Corporation di Bursa Tokyo hingga 29 Januari 2026, dengan jadwal penyelesaian transaksi diubah menjadi 5 Februari 2026.

Sementara itu, PT Multitrend Indo Tbk. (BABY) menunda pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dari 26 Januari menjadi 12 Februari 2026. Penundaan dilakukan untuk melengkapi informasi yang dibutuhkan Otoritas Jasa Keuangan, terkait agenda rights issue dan akuisisi.

Di sisi lain, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) merencanakan rights issue dengan menerbitkan hingga 90 miliar saham seri E. Aksi ini berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan hingga 33,33 persen dan akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB akhir Februari mendatang.

Dengan beragam sentimen tersebut, pergerakan IHSG hari ini dinilai masih sarat kehati-hatian. Investor diimbau tetap selektif, disiplin pada manajemen risiko, serta mencermati saham-saham pilihan yang memiliki katalis dan fundamental relatif kuat di tengah pasar yang belum sepenuhnya stabil.

Terkini