Pemerintah Perluas Cek Kesehatan Gratis dengan Pengobatan Gratis

Senin, 26 Januari 2026 | 08:44:03 WIB
Pemerintah Perluas Cek Kesehatan Gratis dengan Pengobatan Gratis

JAKARTA - Upaya pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat terus menunjukkan perkembangan signifikan. 

Setelah menjalankan Program Cek Kesehatan Gratis sebagai langkah awal deteksi penyakit, pemerintah kini melangkah lebih jauh dengan menghadirkan layanan pengobatan gratis sebagai kelanjutan hasil pemeriksaan. 

Kebijakan ini menjadi penanda bahwa skrining kesehatan tidak lagi berhenti pada tahap pemeriksaan semata, melainkan berlanjut pada penanganan medis yang lebih konkret.

Kementerian Kesehatan menilai bahwa pemeriksaan kesehatan tanpa tindak lanjut akan mengurangi efektivitas upaya pencegahan penyakit. 

Oleh karena itu, perluasan Program Cek Kesehatan Gratis dilakukan agar masyarakat tidak hanya mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga langsung memperoleh intervensi yang dibutuhkan. Program ini dirancang untuk menjangkau lebih banyak warga dan mempercepat penanganan berbagai risiko penyakit sejak dini.

Perluasan Program Cek Kesehatan Gratis

Kementerian Kesehatan akan memperluas Program Cek Kesehatan Gratis dengan menambahkan layanan pengobatan atau penanganan medis gratis sebagai tindak lanjut hasil pemeriksaan. 

Program CKG sendiri merupakan tahap awal skrining kesehatan untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa cakupan target CKG pada tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Target tersebut hampir dua kali lipat dari capaian tahun 2025 yang menjangkau sekitar 70 juta orang. 

“Target kami naik dari 70 juta menjadi sekitar 136 juta orang. Jadi dari 70 juta mau kami naikkan ke 136 juta,” kata Budi.

Program CKG merupakan bagian dari mandat Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional dan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals poin ketiga. 

Menurut Budi, fokus utama program ini bukan semata-mata menyembuhkan orang sakit, tetapi menjaga masyarakat tetap sehat. 

“Yang ditekankan adalah memastikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh usia, itu ditugaskan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto ke Kementerian Kesehatan dalam bahasa yang sederhana itu, menyehatkan masyarakat Indonesia,” kata dia.

Capaian Satu Tahun Pelaksanaan CKG

Selama satu tahun pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis, Kementerian Kesehatan mencatat partisipasi masyarakat yang cukup besar. 

Sebanyak 70 juta warga Indonesia telah menjalani pemeriksaan kesehatan di 10.225 puskesmas yang tersebar di 38 provinsi. Angka tersebut menunjukkan hampir seluruh puskesmas di Indonesia telah terlibat aktif dalam program ini.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi menyampaikan bahwa dari total 10.300 puskesmas, sebanyak 10.225 telah menyelenggarakan CKG. 

“Kami sudah periksa 70 juta masyarakat Indonesia di 38 provinsi. Dari keseluruhan puskesmas 10.300, ini 10.225 sudah menyelenggarakan,” kata Maria.

Hasil pemeriksaan CKG menunjukkan berbagai tantangan kesehatan yang masih dihadapi masyarakat. Sebanyak enam dari 100 bayi lahir dengan berat badan lahir rendah, 31 persen balita mengalami gigi berlubang, satu dari lima remaja memiliki tekanan darah di atas normal, satu dari tiga orang dewasa mengalami obesitas sentral, serta 51 persen lansia mengidap hipertensi. Data ini menjadi dasar penting bagi pemerintah untuk menyiapkan langkah penanganan lanjutan.

Pengobatan Gratis Sebagai Tindak Lanjut

Sebagai respons atas temuan tersebut, Kementerian Kesehatan mulai menerapkan kebijakan penanganan medis gratis. Maria menyampaikan bahwa mulai 2026, pasien dengan penyakit tertentu akan langsung mendapatkan pengobatan. 

“Mulai 2026, pasien hipertensi dan diabetes akan langsung mendapatkan obat di Puskesmas pada hari yang sama,” ujar Maria.

Budi menegaskan bahwa pada tahun kedua pelaksanaan CKG, pemerintah ingin memastikan masyarakat yang telah diperiksa tidak dibiarkan tanpa pendampingan. 

“Tahun kedua ini, kita mau ada pencegahan dan penanganan. Yang saya ingin sampaikan, bukan hanya cek kesehatannya saja yang gratis, tapi pencegahan dan penanganannya pun gratis,” ujar Budi.

Perluasan ini diharapkan membuat CKG tidak hanya berfungsi sebagai program skrining massal, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pencegahan dan penanganan dini. 

Pemerintah menjamin pengobatan gratis selama 15 hari pertama bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan melalui CKG.

Skema Penanganan dan Rapor Kesehatan

Penanganan lanjutan dilakukan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional bagi peserta BPJS Kesehatan yang aktif. Sementara itu, masyarakat yang belum terdaftar akan diarahkan untuk segera mengaktifkan kepesertaan BPJS. 

Jika tidak memiliki keanggotaan BPJS, masyarakat harus membayar biaya penanganan medis setelah 15 hari pertama pengobatan gratis.

“Itulah sebabnya saran saya, ayo cepat segera mengaktifkan BPJS masyarakat,” ujar Budi. Pada tahap awal, masyarakat dapat mendatangi puskesmas terdekat untuk menjalani skrining medis gratis. Setelah pemeriksaan, masyarakat akan menerima rapor kesehatan yang terbagi dalam tiga kategori warna, yaitu merah, kuning, dan hijau.

Rapor merah menunjukkan kondisi tidak sehat, rapor kuning menandakan kondisi kurang sehat, dan rapor hijau mencerminkan kondisi sehat. Penanganan kesehatan selanjutnya akan disesuaikan dengan kategori rapor tersebut.

 “Ini pilot project-nya sudah jalan. Agar apa? Agar mereka kembali menjadi sehat. Agar mereka yang kurang sehat, atau rapornya kuning, dan yang tidak sehat—rapornya merah—kembali menjadi sehat,” tutur Budi.

Terkini