Penyebab Kaki Sering Kesemutan Dan Begini Cara Mengatasinya

Kamis, 22 Januari 2026 | 10:47:04 WIB
Penyebab Kaki Sering Kesemutan Dan Begini Cara Mengatasinya

JAKARTA - Sensasi kesemutan pada kaki sering kali dianggap sepele karena kerap muncul setelah duduk terlalu lama atau berada pada posisi yang menekan saraf. Rasa seperti ditusuk-tusuk, geli, atau seolah dijalari semut ini biasanya akan hilang setelah posisi tubuh diubah.

 Namun, dalam beberapa kondisi, kesemutan bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai.

Kesemutan umumnya disertai dengan kesulitan menggerakkan kaki atau rasa mati rasa sementara. Meski sering dialami banyak orang, tidak sedikit yang bertanya-tanya mengapa kondisi ini bisa terjadi berulang. Apakah hanya karena posisi tubuh, atau ada faktor lain yang memengaruhi kerja saraf?

Mengutip Prevention, Oluwatosin Thompson, seorang ahli saraf sekaligus Direktur Neuromuscular and Neurodiagnostic Medicine and Fall Prevention di Pacific Neuroscience Institute, Providence Saint John's Health Center, Santa Monica, menyebutkan bahwa kesemutan pada kaki merupakan gejala yang sangat umum dan biasanya tidak menandakan masalah serius. 

Namun, kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih jika berlangsung lama dan disertai gejala lain seperti hilangnya keseimbangan, lemas, nyeri, atau perubahan penglihatan. Bila hal tersebut terjadi, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.

Berikut sejumlah penyebab umum kaki sering kesemutan yang perlu dipahami agar tidak salah menafsirkan sinyal dari tubuh.

Efek Obat Dan Gangguan Metabolik

Salah satu penyebab kesemutan yang kerap luput disadari adalah efek samping obat-obatan tertentu. Pengobatan seperti kemoterapi atau penggunaan obat untuk HIV/AIDS diketahui dapat memengaruhi sistem saraf dan memicu sensasi kesemutan pada kaki. 

Dalam kondisi ini, Thompson menyarankan untuk berdiskusi dengan dokter mengenai kemungkinan mengganti obat atau melanjutkan pengobatan jika manfaatnya dinilai lebih besar dibandingkan efek sampingnya.

Selain obat, gangguan metabolik seperti diabetes juga menjadi penyebab umum kesemutan. Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak saraf secara perlahan. 

Kesemutan pada kaki sering menjadi salah satu gejala awal yang muncul. Diabetes patut diwaspadai terutama jika disertai keluhan sering haus dan lapar, jarang berolahraga, serta memiliki riwayat keluarga diabetes tipe dua.

National Institute of Neurological Disorders and Stroke menyarankan pengendalian gula darah melalui perubahan gaya hidup dan pengobatan yang tepat untuk mencegah kerusakan saraf lebih lanjut. Dengan pengelolaan yang baik, risiko komplikasi dapat ditekan.

Kekurangan Nutrisi Dan Perubahan Fisiologis

Asupan nutrisi yang tidak seimbang juga berperan besar dalam munculnya kesemutan. Kekurangan vitamin B, terutama B1 dan B12, dapat mengganggu fungsi saraf dan memicu kesemutan di kaki. Kondisi ini sering terjadi akibat pola makan yang kurang tepat atau diet yang terlalu membatasi jenis makanan tertentu.

Kesemutan bisa menjadi sinyal tubuh bahwa kebutuhan vitamin tidak terpenuhi. Namun, perlu diingat bahwa konsumsi vitamin secara berlebihan, khususnya vitamin B6, juga dapat menimbulkan keluhan serupa. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen sangat dianjurkan.

Perubahan fisiologis seperti kehamilan juga dapat menyebabkan kesemutan. Saat janin tumbuh, tekanan rahim dapat menekan saraf di kaki hingga menimbulkan rasa kesemutan yang menjalar ke jari-jari. Thompson menjelaskan bahwa ibu hamil juga dapat merasakan mati rasa atau kesemutan di tangan akibat perubahan kadar cairan tubuh.

Meski umumnya normal dan akan hilang setelah melahirkan, ibu hamil disarankan segera menghubungi dokter jika kesemutan disertai nyeri, bengkak, atau kondisi yang semakin memburuk.

Gangguan Saraf Dan Penyakit Autoimun

Kesemutan pada kaki juga dapat berkaitan dengan gangguan autoimun. Beberapa penyakit seperti lupus, sindrom Sjögren, sindrom Guillain-Barré, dan multiple sclerosis diketahui dapat memengaruhi sistem saraf. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif justru menyerang jaringan saraf, sehingga memicu sensasi kesemutan.

Selain itu, peradangan sendi akibat penyakit autoimun tertentu dapat menjepit saraf dan menimbulkan keluhan serupa. Kesemutan yang disebabkan gangguan ini biasanya tidak bersifat sementara dan memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Saraf terjepit juga menjadi penyebab yang cukup sering terjadi. Thompson menjelaskan bahwa sakit punggung yang disertai kesemutan menjalar ke kaki sering menandakan adanya saraf terjepit. Kondisi ini bisa dipicu oleh cedera, kehamilan, artritis, atau stres akibat gerakan berulang di tempat kerja maupun saat berolahraga.

Dalam banyak kasus, terapi fisik dapat membantu meringankan gejala, terutama jika tidak disertai kelemahan otot yang parah.

Tekanan Posisi Tubuh Dan Kebiasaan Sehari-hari

Penyebab paling umum dan sering dialami banyak orang adalah tekanan pada saraf akibat posisi tubuh tertentu. Duduk bersila terlalu lama, duduk dengan kaki terlipat ke belakang, berlutut, atau jongkok dapat memberikan tekanan berlebih pada saraf dan menghambat aliran darah.

Akibatnya, muncul sensasi kesemutan yang biasanya akan hilang setelah posisi diubah. Menggerakkan kaki, berdiri sejenak, atau meluruskan posisi tubuh menjadi cara paling sederhana untuk mengatasi keluhan ini.

Meski terlihat ringan, kebiasaan berada dalam posisi yang sama dalam waktu lama sebaiknya dihindari. Memberi jeda untuk bergerak dapat membantu menjaga aliran darah dan kesehatan saraf tetap optimal.

Secara keseluruhan, kesemutan pada kaki dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari posisi tubuh hingga kondisi medis tertentu. Jika kesemutan hanya terjadi sesekali dan cepat hilang, umumnya tidak perlu dikhawatirkan. 

Namun, bila keluhan muncul berulang, berlangsung lama, atau disertai gejala lain, pemeriksaan ke dokter menjadi langkah terbaik untuk memastikan penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Terkini