Alasan Thailand Diganti Tailan dalam Penulisan Bahasa Indonesia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:03:26 WIB
Alasan Thailand Diganti Tailan dalam Penulisan Bahasa Indonesia

JAKARTA - Perubahan penulisan nama sebuah negara kerap menimbulkan kebingungan di masyarakat. Hal itu pula yang terjadi ketika publik mendapati penulisan “Thailand” dalam Bahasa Indonesia kini berubah menjadi “Tailan”. 

Pergantian ini ramai diperbincangkan, terutama di media sosial, karena dianggap tidak lazim dan berbeda dari kebiasaan yang telah digunakan selama bertahun-tahun.

Meski terdengar mengejutkan, perubahan tersebut bukanlah keputusan mendadak. Ada proses panjang, kajian kebahasaan, serta kesepakatan lintas lembaga yang melatarbelakanginya. 

Penulisan “Tailan” memiliki dasar linguistik dan mengikuti standar internasional yang telah ditetapkan secara resmi oleh otoritas terkait di Indonesia.

Perubahan Nama Negara dalam Bahasa Indonesia

Menurut Badan Informasi Geospasial (BIG), penulisan “Tailan” tercantum dalam dokumen eksonim yang memuat nama resmi negara-negara dunia dalam Bahasa Indonesia. Dokumen ini disusun sebagai bentuk standarisasi penamaan geografis agar sesuai dengan kaidah kebahasaan Indonesia.

Perubahan ini merupakan hasil kesepakatan antara BIG, Badan Bahasa, serta para ahli linguistik dari Universitas Indonesia. Dengan kata lain, penulisan “Tailan” bukan sekadar usulan satu pihak, melainkan telah melalui pembahasan akademik dan institusional yang matang.

Dilansir detikEdu, perubahan tersebut kembali menjadi sorotan publik setelah sebelumnya muncul perbincangan mengenai kosakata baru seperti “kapitil”. 

Fenomena ini menunjukkan bahwa pembaruan bahasa, meski bertujuan untuk standarisasi, sering kali memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Peran Dokumen Eksonim dan Standarisasi Global

Dokumen eksonim tidak hanya mengatur penulisan nama Thailand menjadi Tailan. Dokumen ini berisi pembaruan dan standarisasi penamaan negara-negara di dunia yang digunakan dalam Bahasa Indonesia. Seluruh data tersebut kemudian didaftarkan ke United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) pada tahun 2025.

UNGEGN merupakan kelompok ahli di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertugas menstandarkan nama geografis secara internasional. 

Dengan adanya pendaftaran ini, Indonesia secara resmi menyesuaikan penggunaan nama negara asing agar selaras dengan standar global namun tetap berakar pada kaidah bahasa nasional.

Langkah ini dilakukan untuk menghindari ketidakkonsistenan penulisan nama geografis, baik dalam dokumen resmi negara, peta, maupun publikasi akademik. Dengan standar yang jelas, penggunaan nama negara diharapkan menjadi lebih seragam dan tidak menimbulkan ambiguitas.

Pengertian Eksonim Menurut Bahasa dan PBB

Istilah eksonim menjadi kunci dalam memahami perubahan penulisan Thailand menjadi Tailan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), eksonim adalah bentuk asing untuk nama geografis. Penamaan ini digunakan untuk wilayah geografis yang berada di luar area bahasa tersebut dipakai.

Sementara itu, UNGEGN menjelaskan eksonim sebagai nama geografis yang digunakan dalam bahasa tertentu untuk menyebut wilayah yang terletak di luar wilayah bahasa tersebut. Bentuk penamaan ini berbeda dengan nama resmi atau nama lokal yang digunakan di negara asal.

Sebagai contoh, penyebutan “Jerman” dalam Bahasa Indonesia merupakan eksonim dari “Deutschland”, atau “Mesir” sebagai eksonim dari “Egypt”. Dalam konteks ini, “Tailan” diposisikan sebagai bentuk eksonim yang dianggap lebih sesuai dengan sistem fonologi dan ejaan Bahasa Indonesia.

Alasan Linguistik di Balik Penulisan Tailan

Dari sudut pandang linguistik, penulisan “Tailan” dinilai lebih mendekati kaidah ejaan Bahasa Indonesia. Penghilangan huruf “h” dalam “Thailand” mengikuti pola adaptasi kata serapan asing yang disesuaikan dengan pelafalan dan struktur bahasa Indonesia.

Meski demikian, BIG menegaskan bahwa perubahan ini tidak serta-merta menghapus penggunaan “Thailand” dalam konteks internasional atau bahasa asing. Penulisan “Tailan” berlaku dalam penggunaan resmi Bahasa Indonesia, khususnya dalam dokumen kebahasaan dan geospasial.

Perubahan ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menata kosakata dan penamaan geografis agar lebih konsisten. Dengan adanya standar ini, diharapkan masyarakat perlahan dapat memahami dan menyesuaikan diri, meskipun pada awalnya terasa asing.

Pada akhirnya, perubahan penulisan “Thailand” menjadi “Tailan” menunjukkan bahwa bahasa bersifat dinamis dan terus berkembang. Meski memicu perdebatan, pembaruan ini memiliki dasar ilmiah dan tujuan jelas, yakni menciptakan keseragaman serta ketepatan dalam penggunaan Bahasa Indonesia di ranah resmi.

Terkini