JAKARTA - Perbincangan mengenai masa depan koperasi nasional kembali menguat seiring munculnya rekomendasi politik yang memberi ruang lebih besar bagi ekonomi kerakyatan.
Di tengah tantangan ekonomi global dan kebutuhan penguatan desa, koperasi dinilai sebagai instrumen strategis untuk menjaga kemandirian masyarakat.
Momentum ini semakin terasa ketika rekomendasi Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan dinilai sejalan dengan arah kebijakan nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.
Ketua Umum Induk KUD Indonesia, Portasius Nggedi, menilai rekomendasi tersebut sebagai sinyal penting bahwa koperasi tidak lagi sekadar jargon, melainkan mulai ditempatkan sebagai agenda konkret pembangunan ekonomi rakyat.
Ia menyebut adanya kesesuaian antara rekomendasi Rakernas PDIP dengan komitmen pemerintah dalam mendorong pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai fondasi ekonomi berbasis desa.
Rekomendasi Rakernas Dorong Kebangkitan Koperasi
Rapat Kerja Nasional ke I PDI Perjuangan yang digelar pada 10–12 Januari 2026 menghasilkan 21 poin rekomendasi eksternal, salah satunya menekankan pentingnya penguatan badan usaha koperasi.
Rekomendasi ini diarahkan untuk mendukung inisiatif masyarakat dalam membentuk koperasi secara organik dan mandiri, sehingga koperasi benar-benar tumbuh sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berasaskan kekeluargaan dan gotong royong.
Portasius Nggedi menyambut baik rekomendasi tersebut karena dinilai sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Salah satu butir rekomendasi pada Rakernas I PDIP adalah terkait koperasi. Ini sangat sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo yang mendorong inisiatif strategis mendukung pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih,” katanya.
Menurutnya, rekomendasi ini mencerminkan adanya kesadaran politik bahwa koperasi merupakan pilar penting dalam pembangunan ekonomi nasional.
Dukungan partai politik terhadap koperasi dipandang sebagai perkembangan signifikan yang dapat mempercepat kebangkitan ekonomi kerakyatan di berbagai daerah.
Kopdes Merah Putih Jadi Katalis Ekonomi Desa
Inisiatif pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto disebut Portasius sebagai langkah strategis yang berpotensi menjadi pengubah permainan.
“Menjadi game-changer, yang menggeser koperasi dari wacana menjadi agenda riil,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa koperasi sejatinya merupakan perwujudan nilai gotong royong dan kebersamaan yang telah lama mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Dengan adanya dukungan konkret dari pemerintah, koperasi diyakini mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan.
Portasius menilai visi Presiden Prabowo dalam mendorong pembentukan Kopdes Merah Putih selaras dengan upaya membangun kemandirian desa.
Koperasi ditempatkan sebagai soko guru perekonomian yang tidak hanya memperkuat struktur ekonomi lokal, tetapi juga membuka akses permodalan, distribusi, dan pemasaran bagi masyarakat desa.
“Rekomendasi Rakernas PDI-P mengenai koperasi ini sejalan dengan visi dan cita-cita Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam menfasilitasi pembentukan Kopdes Merah Putih,” jelasnya.
Sinergi Negara Dan Gerakan Rakyat
Induk KUD Indonesia meyakini bahwa keberhasilan koperasi sangat ditentukan oleh sinergi antara negara dan masyarakat. Ketika pemerintah hadir melalui kebijakan yang mendukung, sementara masyarakat bergerak secara mandiri dan organik, maka tujuan kemandirian ekonomi akan lebih mudah tercapai.
Portasius menegaskan bahwa dukungan pemerintah bukan untuk mengambil alih peran koperasi, melainkan memperkuat fondasinya agar dapat tumbuh sehat sesuai jati dirinya.
Ia menyebut pandangan Presiden Prabowo mengenai hubungan negara dan koperasi sebagai pendekatan yang relevan dalam konteks pembangunan ekonomi berkeadilan.
“Pandangan Presiden Prabowo subianto mengenai hubungan antara negara dan koperasi sangat relevan, terutama dalam konteks membangun ekonomi kerakyatan yang mandiri dan berkeadilan,” imbuhnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah merupakan mitra strategis bagi koperasi. Melalui regulasi, fasilitasi, dan dukungan kebijakan, koperasi dapat berkembang tanpa kehilangan karakter sebagai gerakan ekonomi rakyat.
Koperasi Sebagai Soko Guru Perekonomian
Dalam pandangan Induk KUD Indonesia, koperasi memiliki peran vital sebagai penopang kesejahteraan bersama. Dengan penguatan kelembagaan dan dukungan kebijakan yang konsisten, koperasi dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi kesenjangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Portasius menekankan bahwa cita-cita menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional bukanlah hal baru, namun membutuhkan komitmen nyata dari seluruh pemangku kepentingan. Rekomendasi Rakernas PDIP dan kebijakan pemerintah saat ini dipandang sebagai peluang besar untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
“Pemerintah adalah mitra strategis yang memungkinkan koperasi tumbuh sehat, mandiri, dan sesuai dengan jati dirinya. Dukungan pemerintah dapat memperkuat fondasi koperasi, dengan demikian, koperasi benar-benar dapat menjadi ‘soko guru perekonomian nasional’ yang menopang kesejahteraan bersama secara berkelanjutan,” tutup Portasius Nggedi.